Sukses

3 Ledakan di Sekolah Afghanistan Tewaskan 4 Orang, ISIS Dalangnya?

Liputan6.com, Kabul - Tiga ledakan mengguncang sebuah sekolah menengah di Kabul barat pada Selasa (19/4/2022), menewaskan beberapa orang. Demikian menurut pejabat keamanan dan kesehatan Afghanistan.

Mengutip NDTV, banyak penduduk di lingkungan itu berasal dari komunitas Syiah Hazara, minoritas etnis dan agama yang sering menjadi sasaran kelompok teroris Sunni, termasuk ISIS.

"Tiga ledakan telah terjadi ... di sebuah sekolah menengah, ada beberapa korban dari orang-orang Syiah kami," kata Khalid Zadran, juru bicara komandan Kabul.

Kepala departemen perawatan rumah sakit, yang menolak disebutkan namanya, mengatakan setidaknya empat orang tewas dan 14 terluka dalam ledakan itu.

Laporan Gulf News mengatakan, sejauh ini belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab atas serangan yang menyusul jeda kekerasan selama bulan-bulan musim dingin dan setelah pasukan asing mundur tahun lalu.

Taliban mengatakan mereka telah mengamankan negara itu sejak mengambil alih kekuasaan pada Agustus 2021, tetapi para pejabat dan analis internasional mengatakan bahwa risiko kebangkitan militan tetap ada dan kelompok militan ISIS telah mengklaim beberapa serangan besar.

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 4 halaman

Masjid di Kabul Afghanistan Terkena Serangan Granat, ISIS-K Dalangnya?

Sebelumnya, sedikitnya enam orang terluka dalam ledakan granat di sebuah masjid di daerah padat penduduk di ibu kota Afghanistan, Kabul, kata polisi, beberapa menit setelah jemaah shalat zuhur.

Serangan terhadap sasaran publik sebagian besar telah berkurang sejak Taliban merebut kekuasaan pada Agustus tahun lalu, tetapi afiliasi ISIL (ISIS) terus beroperasi di beberapa bagian negara itu. Demikian seperti dikutip dari laman Al Jazeera, Kamis (7/4/2022)

"Kami telah selesai sholat dan sedang menuju keluar dari masjid ketika ledakan terjadi," kata jemaah Mohammed Yasin kepada kantor berita AFP.

Juru bicara polisi Kabul Khalid Zadran mengatakan kepada AFP sebuah granat dilemparkan ke masjid Pul-e-Khisti dan seorang tersangka ditangkap di tempat kejadian. Masjid ini terletak di daerah padat penduduk Kabul dan dikelilingi oleh toko-toko dan pasar yang sibuk.

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab, tetapi kelompok ISIS Provinsi Khorasan (ISKP, ISIS-K) telah melakukan serangan baru-baru ini di Kabul dan kota-kota lain.

 

3 dari 4 halaman

Serangan ISKP Sebelumnya

ISKP mengklaim serangan terhadap sebuah rumah sakit militer di Kabul pada November yang menewaskan 19 orang. Kelompok itu juga mengklaim serangan bunuh diri Oktober di sebuah masjid Syiah di Kandahar yang menewaskan sedikitnya 60 orang.

Para pejabat Taliban bersikeras pasukan mereka telah mengalahkan kelompok itu, tetapi para analis mengatakan ISKP adalah tantangan keamanan utama bagi penguasa baru Afghanistan.

Dalam serangan terpisah pada hari Minggu, setidaknya satu orang tewas dan 59 lainnya terluka dalam ledakan di pasar penukaran uang terbesar di negara itu, Sarai Shahzada – tidak jauh dari masjid yang diserang.

 

4 dari 4 halaman

Menlu Retno Marsudi Minta Taliban Penuhi Janji Jika Ingin Dipercaya Dunia

Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi mengatakan pentingnya Taliban untuk memenuhi janji-janji yang telah disampaikan jika ingin mendapatkan kepercayaan dari dunia.

"Penting bagi Taliban untuk memenuhi janji-janjinya," ujar Retno Marsudi dalam konferensi pers virtual, Kamis (31/3/2022).

"Karena pemenuhan janji tersebut atau pemenuhan komitmen tersebut akan menciptakan enabling environment bagi dukungan internasional terhadap pembangunan ekonomi Afghanistan," tambahnya.

Menurutnya, penting membangun kepercayaan antara Taliban dengan dunia internasional.

"Saya sampaikan trust atau kepercayaan ini tidak jatuh dari langit. Namun harus dibangun dan dipelihara," ujar Retno Marsudi.

"Trust akan tercipta apabila Taliban melakukan langkah maju dan memenuhi semua komitmen yang telah disampaikan pada Agustus tahun lalu."