Sukses

Sengaja Terpapar COVID-19, Penyanyi Ceko Hana Horka Meninggal saat Pemulihan

Liputan6.com, Praha - Seorang penyanyi folk dari Republik Ceko meninggal setelah sengaja terpapar COVID-19. Demikian putranya mengatakan kepada BBC yang dikutip Sabtu (22/1/2022).

Hana Horka yang berusia 57 tahun tidak vaksinasi COVID-19 dan telah memposting di media sosial bahwa dia pulih setelah positif COVID-19, tetapi meninggal dua hari kemudian.

Putranya, Jan Rek, mengatakan dia terinfeksi dengan sengaja ketika dia dan ayahnya terinfeksi COVID-19, sehingga dia bisa mendapatkan izin pemulihan untuk mengakses tempat-tempat tertentu.

Republik Ceko melaporkan rekor jumlah kasus COVID-19 pada Rabu 19 Januari.

Rek dan ayahnya, yang keduanya sudah vaksinasi COVID-19 dosis lengkap, sama-sama tertular COVID-19 selama Natal. Tetapi dia mengatakan ibunya, Hana Horka telah memutuskan untuk tidak menjauh dari mereka, lebih memilih untuk mengekspos dirinya ke Virus Corona yang menjangkiti.

"Dia seharusnya diisolasi selama seminggu karena kami positif COVID-19. Tapi dia bersama kami sepanjang waktu," katanya.

Hana Horka, sang ibu, adalah anggota salah satu kelompok rakyat Ceko tertua, Asonance. Dia ingin tertular COVID-19 sehingga akan ada lebih sedikit pembatasan pada pergerakannya, Rek menjelaskan.

Ceko Berlakukan Bukti Vaksinasi COVID-19 untuk Izin Akses Publik

Bukti vaksinasi COVID-19 atau infeksi baru-baru ini dari virus diperlukan di Republik Ceko untuk dapat masuk ke banyak tempat sosial dan budaya, termasuk bioskop, bar, dan kafe.

Jumlah kasus COVID-19 di Republik Ceko mencapai tertinggi harian baru pada Rabu 19 Januari, dengan 28.469 kasus dilaporkan dalam populasi 10,7 juta orang.

Pemerintah Ceko baru-baru ini juga memperkenalkan langkah-langkah baru untuk memerangi kenaikan kasus COVID-19, termasuk tes wajib bagi karyawan dan anak sekolah. Selain itu terkait masa isolasi untuk orang yang positif COVID-19 tetapi tidak memiliki gejala telah dikurangi dari 14 hari menjadi lima hari.

Pada hari Rabu, pemerintah Ceko mengumumkan bahwa mereka akan membatalkan rencana untuk memperkenalkan vaksinasi COVID-19 wajib untuk beberapa bagian masyarakat. Sementara awal bulan ini, ribuan orang berdemonstrasi di Praha dan kota-kota lain menentang kemungkinan penerapannya.

Sekitar 63% dari total populasi Republik Ceko sejatinya telah vaksinasi COVID-19 dosis lengkap, dibandingkan dengan rata-rata 69% di seluruh Uni Eropa. 

 

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Dua hari sebelum Hana Horka meninggal, dia menulis di media sosial bahwa dia sedang dalam pemulihan: "Sekarang akan ada teater, sauna, konser".

Pada hari Minggu pagi, hari dia meninggal, Horka mengatakan dia merasa lebih baik dan berpakaian untuk berjalan-jalan. Tapi kemudian punggungnya mulai sakit, jadi dia berbaring di kamarnya.

"Dalam waktu sekitar 10 menit semuanya selesai," kata putranya. "Dia tersedak sampai mati".

Meskipun dia tidak vaksinasi COVID-19, Jan Rek menekankan bahwa ibunya tidak percaya pada beberapa teori konspirasi yang lebih aneh tentang vaksin COVID-19.

"Filosofinya adalah dia lebih setuju dengan gagasan tertular COVID-19 daripada divaksinasi. Bukannya kita akan mendapatkan microchip atau semacamnya," kata Rek.

Tidak ada gunanya mencoba mendiskusikan masalah ini dengannya karena itu akan menjadi terlalu emosional, tambahnya. Sebaliknya, dia berharap dengan menceritakan kisahnya dia bisa meyakinkan orang lain untuk divaksinasi.

"Jika Anda memiliki contoh hidup dari kehidupan nyata, itu lebih kuat dari sekadar grafik dan angka. Anda tidak bisa benar-benar bersimpati dengan angka." 

2 dari 2 halaman

Infografis 5 Cara Lindungi Diri dan Cegah Penyebaran COVID-19 Varian Omicron