Sukses

Laporan Global Youth Letter: Semakin Banyak Anak Muda Peduli Ancaman Perubahan Iklim

Liputan6.com, Jakarta - British Council menyoroti kebutuhan mendesak untuk melibatkan kaum muda dalam kebijakan perubahan iklim. Kaum muda di seluruh dunia beranggapan bahwa perubahan iklim sebagai ancaman terbesar yang dihadapi planet ini.

Tidak sedikit dari mereka yang berjuang untuk terlibat untuk menyuarakan aksi mereka agar didengar, seperti diungkap dari laporan British Council.

Laporan Global Youth Letter, menyurvei lebih dari 8000 anak muda berusia 18-35 tahun dari 23 negara, termasuk Brasil India, Kenya, Inggris dan Indonesia. Survei tersebut menanyakan tentang perspektif mereka mengenai perubahan iklim, menghasilkan suara yang kuat dan kritis dari kaum muda tentang perubahan iklim di 23 negara.

Laporan tersebut menemukan bahwa kaum muda bersedia dan ingin memberikan kontribusi, tetapi banyak yang tidak memiliki kesempatan untuk melakukannya. Temuan-temuan dari laporan tersebut telah digunakan untuk menulis Global Youth Letter, sebuah rencana aksi tentang aspirasi dan rekomendasi kaum muda seputar perubahan iklim.

Kemudian, nantinya surat tersebut secara langsung akan ditujukan kepada para pembuat kebijakan dan pemimpin dunia yang akan menghadiri Konferensi Para Pihak Perubahan Iklim PBB (COP26) pada November mendatang.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

Banyak Kaum Muda Bersuara

Acara yang berlangsung kurang lebih sejam, menghadirkan lima pembicara yang ahli dalam bidangnya, yakni

  • Benjamin Bowman, Dosen di Universitas Machester Metropolitan
  • Ezedin Kamil, Founder and CEO Icon Africa
  • Heeta Lakhani, YOUNGO Global Focal Point
  • Jouja Maamri, Direktur dari Climate Philanthropy Impatience Earth
  • Anam Zeb, Co-Founder Climate Action Pakistan

Dalam sebuah tayangan video, banyak kaum muda dari berbagai negara menyeruakan tentang perubahan iklim.

“Jika kita tidak melakukan sesuatu, dan tidak memberikan dampak, kita tidak akan memperbaikinya,” ujar Alan permakilan kaum muda dari Inggris.

British Council bertanya kepada anak muda, perubahan apa yang ingin mereka lihat dalam tahun mendatang.

Rata-rata jawaban mereka ingin terlibat dalam diskusi agar suara mereka terdengar, kemudian ingin membentuk sebuah seminar, kampanye, pelatihan pemuda, dan diskusi, serta komunitas yang ramah lingkungan.

 

Reporter: Cindy Damara