Sukses

6 Fakta Terbaru Tentang Varian Delta COVID-19

Liputan6.com, Jakarta Sejak kasus pertama diidentifikasi di India pada Desember 2020, varian delta dari virus corona COVID-19 telah menyebar ke seluruh dunia. Inilah beberapa hal yang harus Anda ketahui tentang varian delta, yang dilansir Mentalfloss, Rabu (4/8/2021), termasuk bagaimana mutasinya dan vaksin COVID-19 bekerja melawannya:

1. Varian delta adalah versi mutasi dari Sars-Cov-2

Data terbaru dari Public Health England menemukan beberapa karakteristik orang rentan terkena virus COVID-19 varian Delta. (FOTO: Unsplash.com/martin sanchez).

Varian delta, yang secara resmi dikenal sebagai B.1.617.2, adalah jenis virus SARS-CoV-2. Varian delta masih sama yang menyebabkan Covid-19, tetapi telah bermutasi dan menimbulkan ancaman baru. Inilah yang membedakannya dari virus asli yang kita temui di awal pandemi.

2. Masyarakat yang berkumpul menyebabkan varian delta menyebar

Ilustrasi keramaian (pixabay)

Virus menyebar dengan bereplikasi. Semakin banyak orang yang terinfeksi virus SARS-CoV-2, semakin besar peluangnya untuk bermutasi. Sebagian besar mutasi ini tidak berarti, tetapi beberapa di antaranya membuat virus lebih mematikan. Varian delta memiliki sejumlah mutasi yang mengkhawatirkan, termasuk mutasi yang memungkinkannya menghasilkan viral load yang lebih tinggi pada pasien, menghindari antibodi, dan menginfiltrasi sel dengan lebih mudah.

Ketika delta menjadi strain dominan di seluruh dunia, kemungkinan berkembangnya mutasi yang lebih mematikan pun meningkat.

3. Varian delta menyebar ke paling tidak 132 negara

Ilustrasi Dunia, Negara, Peta (Photo by Andrea Piacquadio from Pexels)

Menurut WHO, Pada 27 Juli, 132 negara telah melaporkan kasus mutasi delta. WHO telah memperkirakan bahwa varian delta akan menjadi strain Covid utama di seluruh dunia dalam beberapa bulan ke depan jika terus menyebar pada tingkat sekarang. Varian delta telah mendominasi kasus di AS, dimana 80% orang terinfeksi varian ini.

 

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 2 halaman

4. Varian delta lebih menular

Ancaman terbesar dari varian delta adalah betapa mudahnya ia menyebar. Penelitian menunjukkan bahwa varian delta hingga 60% lebih mudah menular daripada strain dominan sebelumnya di AS, alfa. Infeksinya mungkin karena kemampuan untuk menghasilkan viral load yang lebih tinggi pada pasien.

5. Tidak jelas jika varian delta lebih parah

Gambar ilustrasi Virus Corona COVID-19 ini diperoleh pada 27 Februari 2020 dengan izin dari Centers For Desease Control And Prevention (CDC). (AFP)

Para ahli masih belum yakin bagaimana tingkat keparahan penyakit dari varian delta dibandingkan dengan strain sebelumnya. Meskipun beberapa data awal menunjukkan bahwa orang yang terinfeksi delta lebih mungkin dirawat di rumah sakit, penelitian lebih lanjut perlu dilakukan. Bahkan jika infeksi yang disebabkan oleh varian delta tidak lebih parah, virusnya tetap berbahaya. Pasalnya, ia mampu menginfeksi lebih banyak orang dalam waktu yang lebih singkat, varian tersebut berpotensi lebih mematikan dalam skala global.

6. Vaksinasi efektif terhadap varian delta

Ilustrasi vaksin Covid-19 (unsplash)

Penelitian terbatas menunjukkan bahwa vaksin Covid-19 yang telah teruji mungkin sedikit kurang efektif untuk melawan varian delta daripada varian yang sebelumnya. Meskipun demikian, mereka masih menawarkan perlindungan yang sangat baik, dan secara signifikan lebih baik daripada tidak memiliki perlindungan sama sekali. Selain memperkecil kemungkinan terinfeksi, vaksin juga membuat penyakit yang disebabkan infeksi lebih ringan.

Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui bagaimana vaksin bertahan melawan varian delta serta kebutuhan suntikan booster yang ditargetkan pada stain baru.

Varian yang mendominasi saat ini masih rentan terhadap vaksin Covid, tetapi, mungkin tidak selalu demikian. Selama virus menyebar dengan bebas, ia akan terus bermutasi, dan varian berikutnya mungkin lebih siap untuk menerobos pertahanan kita.

 

Reporter: Ielyfia Prasetio