Sukses

Usai Buka Kedutaan, Israel Tunjuk Ekonom Jadi Duta Besar Pertamanya untuk UEA

Liputan6.com, Jakarta - Setelah penandatanganan kesepakatan normalisasi hubungan tahun lalu, Israel akhirnya menunjuk duta besar pertamanya untuk Uni Emirat Arab (UEA). Demikian seperti disampaikan Kementerian Luar Negeri Israel pada Minggu 25 Juli 2021.

"Telah menunjuk Amir Haik, seorang ekonom dan mantan direktur di Kementerian Perindustrian, Perdagangan dan Ketenagakerjaan Israel, untuk mengisi posisi tersebut," ujar Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid dalam pernyataannya seperti dikutip dari Xinhua, Senin (26/7/2021).

"Haik memiliki banyak pengalaman dan pengetahuan yang luas di bidang ekonomi dan pariwisata," kata Lapid, seraya menambahkan bahwa Haik merupakan "orang yang tepat untuk membangun jembatan antara Israel dan UEA."

Penunjukan ini dilakukan setelah Israel membuka kedutaannya di Abu Dhabi pada Juni dan UEA membuka kedutaannya di Tel Aviv pada Juli.

Israel dan UEA menandatangani kesepakatan normalisasi yang diperantarai Amerika Serikat pada September 2020.

2 dari 2 halaman

Menlu Israel Janjikan Segudang Kerja Sama Penting dengan UEA di Masa Depan

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Israel Yair Lapid mengatakan, akan ada banyak kesepakatan kerjasama dengan UEA di masa mendatang selama kunjungan pentingnya ke negara Teluk tersebut.

UEA dan Israel menormalkan hubungan pada September 2020, membuka jalan bagi serangkaian kesepakatan mulai dari pariwisata dan penerbangan hingga layanan keuangan, demikian dikutip dari laman Arab News, Kamis 1 Juli 2021.

"Kami akan menandatangani lebih banyak perjanjian pada Juli 2021 di Israel. Jadi akan berkembang," katanya kepada wartawan.

"Visinya adalah (bahwa) itu bergerak dari pemerintah ke bisnis ke masyarakat."

Lapid berbicara ketika dia membuka konsulat Israel di pusat komersial Dubai, sehari setelah membuka kedutaan pertama negara itu di ibu kota UEA, Abu Dhabi.

"Yang kami buka di sini hari ini bukan hanya konsulat. Ini adalah pusat kerjasama. Tempat yang melambangkan kemampuan kita untuk berpikir bersama, untuk berkembang bersama, untuk mengubah dunia bersama-sama," katanya.