Wapres AS Kamala Harris: Varian Delta COVID-19 Bukan Lelucon

Kamala Harris meminta warga agar melakukan vaksin COVID-19.

Diperbarui 19 Juli 2021, 10:33 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Kamala Harris menegaskan agar masyarakat tidak main-main dalam menyikap varian COVID-19 delta. Ia pun meminta rakyat agar segera divaksin. 

"Varian Delta bukanlah lelucon. Segeralah divaksin," ujar Wapres Kamala Harris mealui Twitter, dikutip Senin (19/7/2021). 

Kamala Harris telah disuntik vaksin Moderna pada awal 2021. Namun, kemarin ia sempat bertemu sekelompok anggota dewan dari Texas yang kabur ke Washington DC karena ingin menggagalkan voting RUU pencoblosan di Texas. 

Tiga dari anggota dewan itu ternyata dilaporkan positif COVID-19. Ketiganya sudah divaksin.

New York Post melaporkan Kamala Harris tidak akan karantina karena tak melakukan kontak dekat dengan tiga anggota dewan itu. Akan tetapi pada Minggu (18/7), Harris melakukan pemeriksaan rutin ke RS Walter Heed.

Berdasarkan data Johns Hopkins University, total kasus COVID-19 di AS mencapai 34 juta kasus.

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

10 Negara dengan Kasus COVID-19 Tertinggi

10 negara dengan kasus COVID-19 tertinggi per Senin (19/7/2021): 

1. Amerika Serikat: 34 juta kasus

2. India: 31,1 juta

3. Brasil: 19,3 juta

4. Prancis: 5,9 juta

5. Rusia: 5,8 juta

6. Turki: 5,5 juta

7. Inggris: 5,4 juta

8. Argentina: 4,7 juta

9. Italia: 4,2 juta

10. Spanyol: 4,1 juta

Infografis COVID-19: