Sukses

Top 3: Kasus COVID-19 Varian Delta di Uni Eropa Tembus 90 Persen Terpopuler

Liputan6.com, Jakarta - Badan pengendalian penyakit blok Uni Eropa mengungkapkan bahwa varian Delta yang sangat menular dapat mendominasi hingga sekitar 90 persen kasus Virus Corona di Eropa.

Berita tentang 90 persen kasus COVID-19 di Uni Eropa merupakan varian Delta menjadi berita terpopuler di kanal Global Liputan6.com, Jumat (25/6/2021).

Berita populer lainnya membahas tentang WHO yang menemukan masalah di situs produksi vaksin Sputnik V dan respon dari Rusia.

Adapun berita yang paling disorot lainnya, yaitu Hong Kong yang menangguhkan penerbangan dari Indonesia karena COVID-19.

Langkah itu dilakukan karena kasus COVID-19 di Indonesia kini dianggap "berisiko sangat tinggi".

 

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

2 dari 5 halaman

1. 90 Persen Kasus COVID-19 di Uni Eropa Merupakan Varian Delta

Varian Delta yang sangat menular dapat mendominasi hingga sekitar 90 persen kasus virus corona baru di Uni Eropa, kata badan pengendalian penyakit blok UE dan mendesak negara anggota untuk memacu dorongan vaksinasi.

Sementara varian Alpha pertama kali ditemukan di Inggris adalah jenis dominan yang sekarang beredar di Uni Eropa, yang diperkirakan akan berubah dengan cepat, kata Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Eropa.

"Sangat mungkin bahwa varian Delta akan beredar luas selama musim panas, terutama di antara individu yang lebih muda yang tidak ditargetkan untuk vaksinasi," Andrea Ammon, direktur pusat tersebut, mengatakan dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip dari laman Channel News Asia, Kamis (24/6/2021).

 

Baca selengkapnya....

3 dari 5 halaman

2. WHO Temukan Masalah di Situs Produksi Vaksin Sputnik V, Ini Respons Rusia

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada Rabu (23/6) telah menemukan masalah di situs produksi vaksin Sputnik V COVID-19. Namun, pihak Moskow bersikeras bahwa permasalahan tersebut telah diselesaikan.

Persetujuan WHO telah diminta untuk suntikan Sputnik V yang dibuat oleh lembaga penelitian Gamaleya Rusia.

Kini, Sputnik V telah digunakan di 40 negara, termasuk Rusia sendiri, demikian dikutip dari laman hindustantimes, Kamis (24/6/2021).

 

Baca selengkapnya....

4 dari 5 halaman

3. Hong Kong Setop Penerbangan dari Indonesia Akibat COVID-19

Pemerintah Hong Kong mengatakan pada Rabu (23/6) akan melarang penerbangan penumpang dari Indonesia. Pihak Hong Kong menganggap kedatangan dari Indonesia "berisiko sangat tinggi" untuk COVID-19. 

Mengutip Channel News Asia, Kamis (24/6/2021), pihak berwenang mengatakan, penerbangan akan ditangguhkan setelah jumlah kasus COVID-19 yang diimpor dari Indonesia melewati ambang batas yang ditetapkan oleh pemerintah Hong Kong.  

Selain dari Indonesia, Hong Kong telah melarang pelancong dari India, Nepal, Pakistan, dan Filipina menggunakan aturan penangguhan penerbangan yang dipicu ketika ada lima atau lebih penumpang yang dinyatakan positif pada saat kedatangan untuk varian COVID-19.

 

Baca selengkapnya....

5 dari 5 halaman

Infografis 7 Tips Cegah Klaster Keluarga COVID-19