Sukses

Sistem Pertahanan Udara Arab Saudi Cegat 17 Drone Tanpa Awak Milik Houthi

Liputan6.com, Khamis Mushait - Negara-negara dan organisasi Arab mengecam serangan Houthi yang menargetkan Khamis Mushait dan Najran di Arab Saudi menggunakan drone bermuatan bahan peledak.

Pertahanan udara Arab Saudi menghancurkan 17 drone yang diluncurkan ke wilayah selatan Kerajaan tersebut pada Sabtu 19 Juni.

Sebuah pesawat tak berawak menargetkan Khamis Mushait pagi-pagi sekali sebelum tujuh drone selanjutnya menargetkan wilayah selatan tersebut, demikian dikutip dari laman Arab News, Senin (21/6/2021).

Selanjutnya, Khamis Mushait kembali menjadi sasaran dua drone pada malam harinya.

Dewan Menteri Dalam Negeri Arab Saudi menyatakan kecaman keras dan penolakan mutlak terhadap serangan teroris.

"Sekretariat Jenderal Dewan mengutuk tindakan teroris pengecut di mana milisi ini mencoba untuk menargetkan warga dan objek sipil secara berkelanjutan dan sistematis, dan ini merupakan pelanggaran hukum internasional dan kejahatan perang dan pelakunya harus bertanggung jawab," katanya dalam sebuah pernyataan dari kantor pusatnya di Tunis.

Serangan-serangan itu adalah "bukti nyata dari kegigihan milisi ini dalam pelanggarannya yang terang-terangan dan penolakannya yang terus-menerus untuk mematuhi seruan perdamaian dan upaya yang dilakukan untuk mencoba mencapai solusi politik untuk krisis Yaman."

2 dari 2 halaman

Bentuk Perlawanan Houthi

Dewan menteri dalam negeri Arab memperbarui solidaritas penuhnya dengan Arab Saudi dan dukungan mutlaknya dalam semua tindakan yang diambil untuk mengusir serangan teroris, mempertahankan keamanannya dan melindungi tanahnya, fasilitas, warga, dan penduduknya.

Nayef Al-Hajraf, sekretaris jenderal Dewan Kerjasama Teluk, mengutuk serangan yang terus menerus dan berulang-ulang oleh Houthi yang didukung Iran.

Pihaknya juga mengatakan ini mencerminkan pembangkangan terang-terangan mereka terhadap komunitas internasional, pengabaian mereka terhadap semua hukum dan norma internasional yang ditujukan untuk membawa perdamaian ke Yaman.

Dia juga meminta masyarakat internasional untuk memikul tanggung jawabnya dan mengambil sikap tegas terhadap milisi Houthi untuk menghentikan tindakan teroris berulang yang menargetkan fasilitas vital dan sipil.