Sukses

Terbentuk Lewat Fenomena Alam, Ini 4 Pulau Baru dan Unik di Dunia

Liputan6.com, Jakarta - Pada 24 September 2013, gempa bumi besar mengguncang Pakistan barat, hingga menewaskan sedikitnya 350 orang dan menyebabkan lebih dari 100.000 warga kehilangan tempat tinggal.

Dikutip dari laman earthobservatory.nasa.gov, Senin (19/4/2021) gempa berkekuatan 7,7 itu melanda provinsi Baluchistan di barat laut Pakistan.

Namun, di tengah kehancuran, sebuah pulau baru  terbentuk akibat gempa tersebut - di lepas pantai Paddi Zirr (Teluk Barat) dekat Gwadar, Pakistan.

Pada 26 September 2013, Advanced Land Imager (ALI) di satelit Earth Observing-1 (EO-1) NASA menangkap gambar teratas dari pulau baru itu, yang terletak sekitar satu kilometer di lepas pantai.

Selain di Pakistan, ada juga beberapa pulau baru di berbagai negara di dunia yang terbentuk dari fenomena alam. 

Berikut adalah empat pulau baru dan unik di dunia yang terbentuk dari fenomena alam:

2 dari 5 halaman

Pulau Baru di AS dan Laut Merah

Pulau Shelly di AS

Ketika gundukan pasir berkembang di lepas pantai pulau di Carolina Utara pada musim semi 2017, beberapa ahli mengatakan bahwa fitur tersebut kemungkinan berumur pendek.

Mereka benar. Sejak itu, serangkaian badai telah meredistribusi pasir dan yang disebut "Pulau Shelly".

Namun, pulau tersebut disebut bukan lagi sebuah pulau.

Diktutip dari laman earthobservatory.nasa.gov, Operational Land Imager (OLI) pada satelit Landsat 8 memperoleh pemandangan Cape Point di Pantai Nasional Cape Hatteras.

Foto yang tertangkap kamera satelit menunjukkan daerah tersebut pada 7 Juli 2017, ketika pulau itu masih berkembang. 

Gambar kedua diperoleh pada 16 Februari 2018, setelah pulau itu menghilang. 

Alasan pembentukan dan evolusi pulau itu rumit dan tidak sepenuhnya jelas. Ilmuwan pesisir telah berspekulasi bahwa kondisi cuaca adalah penyebab yang paling tepat pada tahun 2017. 

Pulau Sholan dan Pulau Jadid di Laut Merah

Melansir laman CBS News, dua pulau bernama Sholan dan Jadid terbentuk di tempat yang dikenal sebagai kepulauan Zubair dekat Yaman di Laut Merah selatan.

Mereka terbentuk pada 2001 dan 2013. Mereka tumbuh cukup cepat setelah terbentuk tetapi sejak itu menyusut seiring waktu karena erosi, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di Nature Communications yang menggunakan citra satelit resolusi tinggi - untuk mempelajari perubahan ukurannya dari waktu ke waktu.

Pulau Jadid terbentuk dua tahun setelah Pulau Sholan - berlokasi antara Pulau Saba dan Saddle.

Dengan letusan yang berlangsung selama 54 hari, membuat pulau terbentuk melingkar berukuran hiingga sekitar 0,9 kilometer.

Namun, pulau itu juga menyusut seiring waktu karena erosi - kurangnya ukuran menjadi 0,67 kilometer pada Februari 2014.

Diketahui, aktivitas gempa tidak diherankan terjadi di Laut Merah, karena dikenal aktif secara seismik selama puluhan tahun.

Tetapi kemunculan kedua pulau tersebut, menurut penelitian tersebut, menunjukkan adanya zona aktif magmatik yang "sebelumnya luput dari perhatian.

3 dari 5 halaman

Pulau Baru di Islandia-Greenland

Pulau Surtsey di Islandia

Dikutip dari laman World Heritage Convention UNESCO, whc.unesco.org, Surtsey adalah sebuah pulau vulkanik yang berlokasi sekitar 32 km dari pantai selatan Islandia.

Pulau tersebut adalah pulau baru yang dibentuk oleh letusan gunung berapi yang terjadi dari tahun 1963 hingga 1967.

Pulau itu pun telah dilindungi sejak terbentuk, menyediakan dunia dengan laboratorium alam murni.

Bebas dari aktivitas manusia, Surtsey telah menghasilkan informasi jangka panjang yang unik tentang proses kolonisasi tanah baru oleh tumbuhan dan hewan.

Sejak mulai mempelajari pulau itu pada tahun 1964, para ilmuwan telah mengamati kedatangan benih yang dibawa oleh arus laut - munculnya jamur, bakteri dan jamur, diikuti pada tahun 1965 oleh tumbuhan vaskular pertama, yang mana terdapat 10 spesies pada akhir dekade pertama.

Pulau Uunartoq Qeqertaq di Greenland

Jika Anda belum pernah mendengar tentang Uunartoq Qeqertaq, mungkin karena itu salah satu pulau terbaru di dunia - muncul pada tahun 2006 di lepas pantai timur Greenland, 340 mil sebelah utara lingkaran Arktik ketika es menyusut karena pemanasan global.

Nama pulau baru, yang diterjemahkan dari Inuit sebagai Pulau Pemanasan - dianggap cukup permanen oleh pembuat peta untuk dimasukkan dalam edisi baru atlas terlengkap di dunia, seperti dilansir The Guardian.

Uunartoq Qeqertaq bergabung dengan Sudan Selatan dan hampir 7.000 negara serta tempat lain di dunia, ditambahkan atau diubah sejak edisi terakhir Times Comprehensive Atlas of the World, yang mencerminkan perubahan politik di Afrika, perubahan administratif di China, kota-kota yang berkembang di negara-negara berkembang, perubahan iklim, dan kota-kota besar.

4 dari 5 halaman

Infografis Jangan Anggap Remeh Cara Pakai Masker

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Berikut Ini: