Sukses

Penampakan Letusan Gunung Berapi di Islandia Setelah Tidur 6 Ribu Tahun

Liputan6.com, Reykjavik - Gunung Berapi Fagradalsfjall bangkit dari tidur panjangnya. Setelah tidak aktif selama 6.000 tahun, gunung di semenanjung Reykjanes, Islandia, barat daya ibu kota Reykjavík, meletus pada Jumat 19 Maret. 

Sepekan berlalu, aktivitas vulkanik kini telah "agak menurun", menurut Kantor Meteorologi Islandia (IMO). Letusan yang terjadi saat ini "kecil" dengan "aktivitas vulkanik" setelah "agak menurun" di daerah itu, kata badan itu di Twitter.

 

Celah eruptif memiliki panjang kurang dari 500-700 meter menurut IMO dengan luas lava yang membentang kurang dari satu kilometer persegi. Meskipun ada pengurangan aktivitas ini, aliran lava masih menimbulkan "bahaya lokal," kata IMO, dikutip dari CNN, Sabtu (27/3/2021).

"Polusi gas tidak diharapkan menyebabkan banyak ketidaknyamanan bagi orang-orang kecuali dekat dengan sumber letusan," tambah sebuah tweet lebih lanjut.

IMO terus memantau emisi gas menyusul letusan spektakuler Hari Jumat yang menyebabkan pihak berwenang mengarahkan warga menjauh dari jalan raya utama Reykjanesbraut.

Kekhawatiran muncul tentang kedekatan gunung berapi ke bandara utama negara itu, Bandara Internasional Keflavik, yang hanya berjarak 25 menit naik mobil dari semenanjung.

Kode warna penerbangan untuk bandara diturunkan dari merah ke oranye pada hari Sabtu karena prediksi jatuhnya abu minimal oleh IMO. Departemen Perlindungan Sipil dan Manajemen Darurat Islandia menyarankan Jumat malam bahwa orang-orang dalam beberapa mil dari gunung berapi menutup jendela mereka dan tinggal di dalam rumah untuk menghindari efek gas vulkanik di udara.

"Polusi gas vulkanik diperkirakan akan meluas sejauh Þorlákshöfn dan berlanjut ke malam hari. Orang-orang diminta menutup jendela dan tinggal di dalam rumah. Status dan jumlah emisi SO2 dari letusan sedang dinilai," cuit agensi akhir Jumat.

Letusan itu datang setelah berminggu-minggu peningkatan aktivitas seismik di semenanjung, dengan sekitar 400 gempa terdeteksi di wilayah itu pada Kamis pagi saja, menurut IMO.

"Ini agak kurang aktivitas seismik dibandingkan dengan pagi sebelumnya di mana jumlahnya telah sekitar 1.000 gempa bumi," tambah IMO dalam sebuah tweet pada hari Kamis.