Sukses

Top 3: Pengakuan Militer Australia Bunuh 39 Sipil di Afghanistan Secara Tak Sah Disorot

Liputan6.com, Jakarta- Militer Australia mengakui bahwa tentaranya membunuh 39 warga sipil di Afghanistan secara tidak sah. 

Hal itu diungkapkan oleh seorang pejabat tinggi militer Australia, Jenderal Angus Campbell. 

Berita tentang militer Australia yang mengakui bahwa tentaranya membunuh 39 warga sipil di Afghanistan secara tidak sah menjadi berita terpopuler di kanal Global Liputan6.com, Jumat (20/11/2020).

Berita populer lainnya adalah penyeberangan utama antara Irak dan Arab Saudi yang dibuka kembali. 

Pembukaan itu dilakukan setelah 30 lamanya ditutup, menurut berita tersebut. 

Adapun berita yang paling disorot lainnya, yakni kisah orang Kaya di Australia yang rela menghabiskan hartanya demi atasi perubahan iklim. 

Berikut ini artikel terpopuler kanal Global dalam Top 3 Global Liputan6.com:

2 dari 5 halaman

1. Militer Australia Akui Bunuh 39 Warga Sipil di Afghanistan Secara Tidak Sah

Jenderal Angus Campbell, pejabat tinggi militer Australia, mengakui pada Kamis (19/11/2020) bahwa ada bukti di mana tentara Australia telah secara tidak sah membunuh sedikitnya 39 warga sipil dan non-kombatan (orang yang tidak boleh diserang selama pertempuran) di Afghanistan.

"Kepada rakyat Afghanistan, atas nama pasukan pertahanan Australia, saya dengan tulus dan tanpa pamrih meminta maaf atas kesalahan yang dilakukan tentara Australia," kata Campbell, seraya mengungkapkan hasil awal penyelidikan konflik Afghanistan. Demikian seperti mengutip DW Indonesia

Inspektur Jenderal Angkatan Pertahanan Australia telah menyelidiki dugaan kejahatan perang yang dilakukan oleh militer Australia di Afghanistan antara tahun 2005 dan 2016.

Baca selengkapnya...

3 dari 5 halaman

2. 30 Tahun Ditutup, Penyeberangan Utama Irak-Arab Saudi Dibuka Lagi

Setelah ditutup selama 30 tahun, penyeberangan utama bagi perdagangan antar Irak dan Arab Saudi dibuka kembali pada Rabu 18 November 2020.  

Seperti dikutip dari VOA Indonesia, Kamis (19/11/2020), Duta Besar Arab Saudi untuk Irak Abdulaziz Khalid ikut memotong pita bersama Menteri Dalam Negeri Irak.

Pintu penyeberangan Arar ditutup pada awal 1990an, pasca-invasi Irak ke Kuwait, yang memicu memburuknya hubungan diplomatik antara Arab Saudi dan Irak.

Baca selengkapnya...

4 dari 5 halaman

3. Demi Atasi Perubahan Iklim, Orang Kaya Australia Ini Rela Habiskan Hartanya

 Ini kisah dari segelintir orang kaya Australia, yang rela menggelontorkan uang tak sedikit untuk mengatasi perubahan iklim. Dikutip dari ABC Australia, Kamis (19/11/2020).

Ketika Jeff Wicks pensiun, dia dan istrinya Julie memikirkan kehidupan mereka selanjutnya di Queensland, Australia.

Mereka menghitung kekayaannya cukup untuk kebutuhan sendiri dan memutuskan menyumbangkan seluruh sisa hartanya.

Baca selengkapnya...

5 dari 5 halaman

Saksikan Video Berikut Ini: