Sukses

Penembakan Anak Hakim di AS, FBI Identifikasi Pelaku Seorang Pengacara

Liputan6.com, Jakarta- Insiden penembakan terjadi di kediaman seorang hakim distrik di Amerika Serikat, Esther Salas, dan menewaskan putranya, Daniel Anderl serta melukai suaminya, Mark Anderl.

Dikutip dari CNN, Selasa (21/7/2020), kediaman Salas berlokasi di kawasan North Brunswick, New Jersey.

Kantor Kejaksaan AS di New Jersey mengatakan, Roy Den Hollander, seorang pengacara yang diduga tersangka dari insiden itu ditemukan tewas pada 21 Juli.

Roy Den Hollander juga diidentifikasi sebagai "tersangka utama" oleh FBI, menurut pernyataan kantor kejaksaan tersebut.

Sementara menurut catatan pengadilan, Roy Den Hollander mulanya pernah memperdebatkan sebuah kasus dengan Salas.

Dua sumber penegak hukum pada sebelumnya mengatakan kepada CNN bahwa tersangka diyakini meninggal karena luka tembak hasil bunuh diri.

Putra dari Salas yang tewas merupakan seorang mahasiswa berusia 20 tahun, sedangkan sang suami adalah seorang pengacara pertahanan, yang mengalami luka-luka, menurut Freda Wolfson, Kepala Hakim Distrik AS di New Jersey.

Wolfson menambahkan, bahwa Salas tidak mengalami luka dalam insiden tersebut.

Saksikan Video Berikut Ini:

2 dari 4 halaman

Kondisi Terkini Korban dan Kronologi Kejadian

Suami Esther Salas, Mark Anderl, telah selesai menjalani operasi kedua dan dalam kondisi stabil, menurut mitra hukumnya, David Oakley, yang menambahkan bahwa Anderl akan membutuhkan operasi lainnya pada 21 Juli.

Kasus penembakan itu kini sedang dalam penyelidikan oleh US Marshals dan FBI.

Menurut laporan awal dari penegak hukum, puta mereka, Daniel Anderl, tengah bersama sang ayah yang berdiri tepat di belakangnya, saat kejadian.

Sebuah sumber penegak hukum mengatakan kepada CNN bahwa pelaku bersenjata itu melarikan diri usai melakukan aksi kejamnya.

Pelaku tampak membawa sebuah paket FedEx yang ditujukan kepada Salas, dan ditemukan oleh pejabat setempat, lalu diyakini terkait dengan tersangka setelah diselidiki, tambah sumber penegak hukum tersebut.

Jenazah tersangka ditemukan di daerah Rockland di Sullivan County, New York. Informasi tersebut pun dipaparkan oleh Trooper Steven Nevel dari Kepolisian Negara Bagian New York.

Pihak dari FedEx pun mendukung proses investigasi pada kasus pembunuhan itu. 

Jonathan Lyons, juru bicara FedEx, dalam pernyataan emailnya menyampaikan, "Kami mengetahui laporan media dan sepenuhnya bekerja sama dengan otoritas investigasi,"

Hingga kini, belum diketahui bila adanya ancaman terhadap Salas yang memicu insiden di kediamannya, menurut sumber. Pihak penyelidik juga belum menemukan motif dibalik serangan penembakan tersebut.

3 dari 4 halaman

Keluarga yang Berprestasi dan Baik

Esther Salas menjadi perempuan keturunan latin pertama yang menjabat sebagai Hakim AS di New Jersey pada 2011 setelah ia dicalonkan Presiden Barack Obama dan disetujui Senat.

Selain itu, ia juga pernah memimpin beberapa kasus besar, termasuk kasus penipuan keuangan "Real Housewives of New Jersey" yang dibintangi Teresa dan Joe Giudice, menurut catatan pengadilan federal.

Salas juga menangani proses persidangan untuk Farad Roland pada 2018, yang dinyatakan bersalah atas tuduhan pemerasan federal dan kemudian diberikan hukuman 45 tahun penjara olehnya.

Sebuah rilis dari Departemen Kehakiman AS mengatakan, bahwa Roland adalah pemimpin South Side Cartel, yang merupakan "salah satu geng jalanan paling kejam di Newark."

Sementara suami Salas, Mark Anderl, berprofesi sebagai pengacara pertahanan kriminal dengan Anderl & Oakley, PC, yang berspesialisasi dalam pertahanan kriminal negara bagian dan federal dan masalah remaja dan pengadilan kota, demikian menurut situs web mereka.

Walikota Brunswick Utara Francis "Mac" Womack bahkan menceritakan kepada CNN tentang Mark Anderl, dimana ia merupakan "salah satu pengacara jujur ​​yang paling jujur" yang ia kenal.

"Dia orang yang sangat, sangat bersemangat, seratus persen menyenangkan," ungkap Womack.

Jaksa Agung AS, William Barr pun turut memberikan belasungkawanya lewat Departemen Kehakiman untuk pihak keluarga Salas.

"Tindakan kejahatan dan pelanggaran hukum semacam ini yang dilakukan terhadap seorang anggota peradilan federal tidak akan ditoleransi, dan saya telah memerintahkan sumber penuh dari FBI dan US Marshals untuk menyelidiki kasus ini," jelas Barr.

4 dari 4 halaman

Daniel Anderl Dikenal Baik dan Berprestasi

Esther Salas dalam artikel yang dimuat New Jersey Monthly pernah mengatakan bahwa putranya, Daniel juga mungkin memiliki masa depan di bidang hukum.

"Saya tidak ingin menghalangi dia, tetapi saya juga mendukungnya bila ingin menjadi dokter," kata Salas dalam artikel yang dimuat pada 2018 itu.

"Dia sudah mampu menyampaikan argumennya dengan kami sejak dia bisa bicara, dan mempraktikkan keterampilan advokasi," ungkap Salas dalam artikel tersebut.

Daniel merupakan seorang mahasiswa baru di Catholic University di Washington, DC, dan terdaftar untuk kelas yang dimulai untuk beberapa pekan ke depan, menurut universitas itu.

Direktur hubungan eksternal di sekolah Daniel, Jack Timko, mengatakan bahwa ia bahwa lulus dengan predikat cumlaude dari Sekolah Menengah St. Joseph pada tahun 2018. 

"Dia disukai oleh rekan-rekannya dan fakultas," kata Timko.

Ia juga mengatakan, bahwa Daniel "Memberikan conton yang baik di sekolah menengah St. Joseph dengan bersiap baik, penuh hormat, dan profesional."