Sukses

AS Sukses Uji Senjata Laser yang Bisa Hancurkan Drone dan Pesawat

Liputan6.com, Washington DC - Kapal perang Angkatan Laut AS telah berhasil menguji senjata laser berenergi tinggi yang dapat menghancurkan pesawat di tengah penerbangan, kata Armada Pasifik Angkatan Laut dalam sebuah pernyataan, Jumat 22 Mei 2020.

Gambar dan video yang disediakan oleh Angkatan Laut menunjukkan kapal dermaga amfibi USS Portland yang mengeksekusi "implementasi sistem tingkat pertama dari kelas laser padat berenergi tinggi" untuk melumpuhkan pesawat drone di udara, kata pernyataan itu.

Gambar-gambar menunjukkan senjata laser yang berasal dari dek kapal perang. Klip video pendek menunjukkan apa yang tampaknya merupakan drone yang terbakar.

Angkatan Laut tidak memberikan lokasi tertentu dari tes sistem senjata laser (LWSD), dan hanya mengatakan bahwa itu terjadi di Pasifik pada 16 Mei 2020, demikian seperti dikutip dari CNN, Sabtu (23/5/2020).

Kekuatan senjata itu tidak diungkapkan, tetapi sebuah laporan tahun 2018 dari International Institute for Strategic Studies mengatakan, senjata itu diharapkan menembakkan laser berkekuatan 150 kilowatt.

"Dengan melakukan uji lanjutan di laut terhadap UAV dan pesawat kecil, kami akan memperoleh informasi berharga tentang kemampuan Demonstrator Sistem Senjata Laser Solid State terhadap potensi ancaman," Kapten Karrey Sanders, komandan USS Portland, mengatakan dalam pernyataan itu.

"Dengan kemampuan canggih baru ini, kami mendefinisikan kembali perang di laut untuk Angkatan Laut."

Angkatan Laut mengatakan, senjata laser itu, yang disebutnya senjata energi terarah (directed energy weapons, DEW), bisa menjadi pertahanan efektif terhadap drone atau kapal kecil bersenjata.

"Pengembangan DEWs Angkatan Laut seperti LWSD memberikan manfaat perang langsung dan memberikan komandan peningkatan keputusan dan opsi respons," kata pernyataan itu.

2 dari 3 halaman

Uji Coba Senjata Laser di Teluk Persia

Pada 2017, CNN menyaksikan latihan menembak langsung senjata laser 30 kilowatt di atas kapal pengangkut amfibi USS Ponce di Teluk Persia.

Pada saat itu, Letnan Cale Hughes, seorang perwira sistem senjata laser, menjelaskan cara kerjanya.

"Itu melemparkan sejumlah besar foton ke objek yang masuk," kata Hughes. "Kami tidak khawatir tentang angin, kami tidak khawatir tentang jarak, kami tidak khawatir tentang hal lain. Kami dapat melibatkan target dengan kecepatan cahaya."

USS Ponce pensiun dari layanan militer akhir tahun itu.

3 dari 3 halaman

Simak juga video pilihan berikut: