Sukses

Pandemi Corona Ancam Hewan di Kebun Binatang Indonesia Kelaparan Jadi Sorotan Media Asing

Liputan6.com, Jakarta - Upaya pencegahan penyebaran penyakit Virus Corona COVID-19 yang dilakukan pemerintah adalah termasuk menutup sejumlah tempat wisata seperti kebun binatang. 

Namun ternyata, kebijakan ini justru berimbas langsung kepada para hewan yang tinggal di dalamnya. Lantaran tidak ada pemasukan karena nihilnya pengunjung, tak ada dana juga untuk memenuhi kebutuhan pangan para binatang. 

Hal ini pun kemudian menjadi sorotan sejumlah media asing.

Media asal Singapura, Channel News Asia misalnya memberitakan dengan judul "COVID-19 pushes Indonesia zoo animals to brink of starvation".

"Ribuan hewan, termasuk harimau Sumatra yang terancam punah dan orangutan Kalimantan, menghadapi kelaparan di kebun binatang Indonesia ketika pandemi global mendorong fasilitas tertutup dan menuju kehancuran," tulis artikel tersebut. 

Dengan serupa, media asal Prancis yaitu RFI menulis artikel bertajuk "Virus pushes Indonesia zoo animals to brink of starvation."

Media asal Amerika Serikat, Barrons pun juga melaporkan berita ini dengan judul yang sama. 

Sama halnya, media VICE juga menyorot hal ini dalam artikelnya berjudul "Thousands of Indonesia’s Zoo Animals Face Starvation Amid Pandemic."

2 dari 3 halaman

Tak Hanya di Indonesia

Hal ini rupanya juga tak hanya terjadi di Indonesia. 

Bulan ini, seorang direktur kebun binatang Jerman memperingatkan beberapa hewan mungkin harus dikorbankan untuk memberi makan yang lain, dan asosiasi kebun binatang Indonesia mengakui "skenario terburuk" yang serupa.

Di Thailand, beberapa kebun binatang bergantung pada dana sumbangan pribadi untuk menjaga agar para binatang bisa diberi makan.

"Setiap kebun binatang pribadi terkena dampaknya," kata Nantakorn Phatnamrob, pemilik Taman Chang Siam yang sekarang ditutup di Pattaya, tempat para wisatawan biasa menaiki gajah, mengambil foto narsis dengan anak harimau, dan melihat gertakan buaya.

Di negara tetangga Malaysia, asosiasi kebun binatang telah meminta dana untuk mencoba dan menghindari pilihan drastis tentang hewan mana yang hidup atau mati.

"Jika (penutupan) berlanjut hingga Juni atau Juli, akan ada beberapa masalah," kata Kevin Lazarus, ketua Asosiasi Taman Zoologi dan Aquaria Malaysia.

"Tapi kita belum ada pada saat itu. Kita sedang mencoba untuk mengurangi ... jadi kita tidak sampai pada skenario seperti itu."

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: