Korea Utara Luncurkan Rudal di Tengah Pandemi Corona COVID-19

Proyektil diluncurkan dari kota Munchon, diyakini sebagai rudal jelajah, demikian dikatakan militer Korea Selatan dalam sebuah pernyataan.

Diterbitkan 15 April 2020, 07:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Pyongyang - Korea Utara menembakkan beberapa rudal jarak pendek di lepas pantai timurnya pada hari Selasa, 14 April 2020 di tengah mewabahkan Corona COVID-19 dan sehari sebelum Korea Selatan dijadwalkan mengadakan pemilihan untuk Parlemen dengan 300 kursi.

Dikutip dari laman New York Times, Rabu (15/4/2020) Proyektil diluncurkan dari kota Munchon, diyakini sebagai rudal jelajah, demikian dikatakan militer Korea Selatan dalam sebuah pernyataan.

Di bawah serangkaian resolusi PBB, Korea Utara dilarang menguji coba rudal balistik - tetapi bukan rudal jelajah.

Dengan demikian, peluncurannya pada hari Selasa dianggap kurang provokatif daripada tes sebelum-sebelumnya.

Namun warga Korea Selatan tetap peka terhadap langkah apa pun yang diambil oleh Korea Utara untuk meningkatkan ketegangan.

Terutama pada masa pemilihan umum karena khawatir hal itu mungkin mempengaruhi cara pemilih memberikan suara mereka.

Korea Selatan telah memutuskan untuk melanjutkan pemungutan suara pada hari ini meskipun banyak negara lain, termasuk Inggris dan Prancis, telah menunda pemilihan umum karena pandemi Virus Corona.

Korea Selatan tidak lockdown dan Partai Demokrat yang memerintah berharap bahwa upaya negara yang berhasil untuk mengatasi virus lebih awal akan membantu para kandidat pada hari Rabu, memperkuat cengkeraman kekuasaan Presiden Moon Jae-in pada kekuasaan.

Korea Utara memulai latihan militer dengan skala besar pada bulan lalu ketika pandemi Virus Corona berkecamuk di banyak negara di belahan dunia, termasuk di negara tetangga, China dan Korea Selatan.

Korea Utara mengklaim tidak memiliki kasus Virus Corona. Meski demikian banyak ahli menyatakan bahwa virus telah menyebar di negara tersebut.

Simak video berikut ini:

Korsel Tetap Adakan Pemilu

Pemeriksaan suhu pada pemilih, bilik suara yang terpisah untuk mereka yang demam, tempat pemungutan suara khusus untuk yang dikarantina adalah serba serbi pemilihan umum di Korea Selatan di tengah pandemi Corona COVID-19.

Warga Korea Selatan menuju ke tempat pemungutan suara pada hari Rabu, 15 April dengan jumlah partisipasi yang diprediksi jauh besar, meskipun ada ancaman Virus Corona.

Korea Selatan adalah negara pertama yang mengadakan pemilihan umum di tengah pandemi global COVID-19, demikian dikutip dari laman Channel News Asia.

Pemungutan suara parlemen dimulai hari ini sejak pada pukul 6 pagi, dengan 43,9 juta pemilih memenuhi syarat untuk memberikan suara mereka.

Semua warga negara harus mengenakan masker pelindung dan menjalani pemeriksaan suhu di tempat pemungutan suara.

Mereka yang ditemukan mengalami demam akan memberikan suara mereka di bilik terpisah.

Para pemilih juga diminta untuk mengenakan sarung tangan plastik setelah membersihkan tangan mereka dengan sanitiser di tempat pemungutan suara, dan menjaga jarak setidaknya satu meter.