Sukses

Lawan Corona COVID-19, Begini Aksi Brand Ternama Dukung Physical Distancing

Liputan6.com, Jakarta - Berbagai merek internasional mengubah tampilan produk mereka untuk mempromosikan physical distancing atau jaga arak fisik yang sedang digalakkan. Gerakan jaga jarak ini bertujuan meredam penyebaran Virus Corona (COVID-19) yang bisa menular via kontak fisik jarak dekat. 

Mengutip CNN, Selasa (31/3/2020), logo McDonald's di Brasil menampilkan sesuatu yang unik, yakni memisahkan logo "M" mereka yang berwarna kuning. Saat ini industri restoran seperti McDonald's amat terdampak oleh Virus Corona. 

Merek ternama mendukung social distancing. Dok: McDonald's

Perusahaan olaharaga Nike memberikan inspiratif untuk mendorong masyarakat beraktivitas di dalam ruangan. Mereka meminta kepada penggemar agar beraksi untuk seluruh dunia, yakni dengan di rumah saja.

Merek ternama mendukung social distancing. Dok: Nike

Akibat merebaknya Virus Corona, masyarakat memang jadi sulit olahraga. Alhasil, olahraga dalam ruangan menjadi pilihan agar tubuh tetap fit.

"Jika kamu pernah bermimpin untuk bermain bagi dunia, sekarang kesempatanmu. Bermainlah di rumah, bermainlah untuk dunia," tulis Nike.

Perusahaan otomotif seperti Volkswagen dan Audi turut memisahkan logo mereka dari satu sama lain. 

Merek ternama mendukung social distancing. Dok: VolkswagenMerek ternama mendukung social distancing. Dok: Audi

Coca Cola yang biasanya menampilkan tulisan sambung, kini memberi jarak antar huruf-hurufnya. Mereka turut menambahkan tulisan terkait pentingnya physical distancing saat melawan Virus Corona baru.

Merek ternama mendukung social distancing. Dok: Coca Cola

"Hari ini, saling menjauh adalah cara terbaik untuk bersatu," tulis Coca Cola.

 

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 3 halaman

McDonald's di Inggris Tutup Sementara

Sebelumnya, McDonald's menutup seluruh gerai di Inggris. Penutupan ini diambil saat Virus Corona (COVID-19) sedang menyebar di seluruh dunia. Total ada 1.270 gerai yang tutup.

Pihak McDonald's mengumumkan ini di akun Twitter resmi mereka demi melindungi pegawai dan pelanggan. Semua gerai di Inggris dan Irlandia ditutup sampai batas waktu yang tak ditentukan pada Senin ini.

"Kami telah mengambil keputusan sulit untuk menutup semua restoran McDonald's di Inggris Raya dan Irlandia paling lambat pada jam tujuh malam, Senin 23 Maret. Ini bukan keputusan yang kami ambil dengan mudah, tetapi dibuat dengan memikirkan kesejahteraan pegawai kami serta kepentingan terbaik bagi pelanggan," tulis McDonald's pekan lalu.

McDonald's tidak memberi tanggal jelas kapan gerai mereka akan kembali buka. Mereka hanya menyebut akan buka ketika sudah aman.

Ada sekitar 135 ribu pegawai McDonald's di Inggris. Pegawai yang direkrut langsung oleh perusahaan akan mendapat bayaran hingga 5 April mendatang.

Industri makanan, seperti kafe dan restoran, terkena dampak dari COVID-19. Hal ini terjadi tak hanya di Inggris, tetapi di Amerika Serikat dan negara-negara Eropa lain.

Lebih lanjut, McDonald's turut berkata akan mendistribusikan makanan-makanan di restoran mereka pada beberapa hari ke depan. Kegiatan ini akan didukung kelompok masyarakat.

"Kami akan bekerja dengan kelompok masyarakat lokal untuk mendistribusikan makanan dan minuman secara bertanggung jawab dari restoran-restoran kami dalam beberapa hari ke depan," tulis McDonald's.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: