Sukses

Donald Trump Incar Bantuan Alat Kesehatan untuk Corona COVID-19 dari Korea Selatan

Liputan6.com, Washington, D.C - Korea Selatan mengatakan akan mengirim peralatan medis ke Amerika Serikat untuk memerangi Virus Corona COVID-19 jika memiliki cadangan.

Pernyataan ini disampaikan setelah adanya permintaan mendesak dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump, demikian dikutip dari laman Channel News Asia, Rabu (25/3/2020).

Trump berjanji akan membantu perusahaan Korea mendapatkan persetujuan pemerintah AS agar bisa melakukan pengiriman bantuan.

Korsel dinilai mampu mengatasi wabah besar Virus Corona COVID-19. Pemerintah di Negeri Gingseng itu menerapkan pengujian secara luas dalam beberapa hari.

Pemerintah Korea Selatan dengan cepat meluncurkan program agresif untuk mengisolasi kasus yang dikonfirmasi dan melacak kontak mereka.

Cara ini dinilai efektif karena memperlambat penyebaran Virus Corona COVID-19 dengan relatif sedikit gangguan dan angka kematian 125 orang.

AS awalnya telah melakukan sedikit pengujian dan akhirnya menutup sebagian negara secara massal, karena wabah yang berkembang cepat di sejumlah negara bagian dan ribuan kasus baru per hari.

Dalam panggilan telepon 23 menit, Trump mengatakan kepada Presiden Moon Jae-in bahwa dia akan membantu produsen Korea mendapatkan persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk peralatan mereka, kantor Blue House Korea Selatan mengatakan dalam sebuah pernyataan Selasa malam.

Moon mengatakan kepada Trump bahwa Korea Selatan "akan memberikan dukungan sebanyak mungkin, jika ada peralatan medis cadangan di Korea".

Saham produsen alat tes Seegene melonjak sebanyak 27 persen sementara SugenTech naik sebanyak 23 persen dibandingkan dengan kenaikan 4,5 persen untuk indeks patokan KOSPI.

2 dari 2 halaman

Tanpa Lockdown

Korea Selatan menjadi salah satu negara dengan kasus positif Virus Corona COVID-19 terbanyak di luar China. Namun, kasus COVID-19 di Korea Selatan kini terus menurun.

Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, mengakui negaranya mengalami tren penurunan infeksi baru COVID-19. Namun, ia mengingatkan agar jangan puas dulu.

"Total jumlah kasus baru terkonfirmasi mengalami penurunan, tapi ada perhatian terhadap sejumlah kasus infeksi massal," kata Deputi Direktur CDC, Kwon Jun-wook.

Karena di antara beberapa kasus baru, lebih dari 60 orang terinfeksi saat bekerja berdekatan satu sama lain di pusat panggilan perusahaan asuransi.

Penurunan tajam ini disebabkan faktor beragam, termasuk tes massal, peningkatan komunikasi publik dan penggunaan teknologi. Tes ekstensif jemaat Gereja Yesus Shincheonji yang dikaitkan dengan lebih dari 60 persen kasus Virus Corona COVID-19 di negara itu juga telah rampung.

Loading
Artikel Selanjutnya
Bertambah 1, Kini Ada 25 Kasus WNI Positif Corona COVID-19 di Singapura
Artikel Selanjutnya
Kasus Corona COVID-19 di Wuhan Terus Turun, Status Lockdown Bakal Dicabut