Sukses

Tabrak Remaja Hingga Tewas di Bali, Wanita Asal Sydney Divonis 3 Bulan Penjara

Liputan6.com, Denpasar - Seorang pekerja amal asal Sydney, New South Wales, Australia divonis penjara tiga setengah bulan karena menabrak dan menewaskan seorang remaja Bali dengan mobilnya.

Susan Leslie O'Brien berusia 49 tahun, sudah menjalani dua bulan di balik jeruji besi ketika dia dijatuhi hukuman di pengadilan karena kelalaian mengemudi yang mengakibatkan kematian.

Dilansir dari ABC Indonesia, Rabu (6/11/2019), terungkap dalam pengadilan Susan O'Brien mencoba menyalip sebuah truk di Jembrana, Denpasar, pada 14 Agustus 2019.

Dia menabrak Rizqi Akbar Putra, 19 tahun, yang mengendarai sepeda motor. Korban meninggal dunia di tempat kejadian.

2 dari 3 halaman

Diberikan Keringanan Hukuman

Wanita asal Eastwood itu menghadapi hukuman maksimum penjara enam tahun dan denda Rp 12.000.000.

Namun, tiga hakim yang mengadili O'Brien memberikan keringanan hukuman mengingat dia tidak memiliki riwayat kriminal sebelumnya, dan memperhitungkan pekerjaannya yang mengajar bahasa Inggris kepada anak-anak setempat.

Pengadilan juga mengungkap Susan O'Brien telah mencapai sepakat membayar kompensasi kepada keluarga korban dengan jumlah yang tidak diungkapkan yang turut meringankan hukumannya.

Berbicara di pengadilan, Susan O'Brien mengaku menyesal atas kematian pemuda itu.

"Sekali lagi saya meminta maaf atas semua masalah akibat perbuatan saya," katanya.

Setelah dijatuhi hukuman, perempuan 49 tahun itu dikembalikan ke sel tahanan dengan ditemani oleh staf konsuler Australia.

Tidak jelas kapan dia akan dibebaskan, tetapi mengacu pada periode penahanannya diperkirakan dia akan bebas dari penjara sebelum Natal, pada Desember 2019.

Berdasarkan postingan di akun media sosialnya, Susan O'Brien rutin berkunjung ke Bali dan menjalankan pusat pendidikan di sana dan juga seorang pendukung kuat program sterilisasi anjing.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Loading
Artikel Selanjutnya
Perjuangan Pande Putu Bawa 'Lentera' Ilmu di Kintamani
Artikel Selanjutnya
Alat Medis Bekas Senilai Rp 4 M Dikirim Australia Bantu Pasien di Irak Utara