Sukses

Dikira Tawas, Nelayan Myanmar Temukan Kantong Sabu Senilai Rp 281 Miliar

Liputan6.com, Myanmar - Nelayan Myanmar menemukan 23 karung yang mengapung di tengah laut. Para nelayan awalnya mengira itu adalah zat deodoran, namun ternyata isinya kristal metamfetamin atau sabu.

Seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (22/10/2019), karung itu senilai $ 20 atau sekitar Rp 281 miliar. Seorang pejabat mengatakan, itu diyakini sebagai sabuterbesar di dunia.

Obat yang tidak sengaja ditemukan di pantai Burma, wilayah Ayeyarwady.

Masing-masing kantong diberi label sebagai teh hijau China, yaitu kemasan yang biasa digunakan oleh kejahatan Asia Tenggara untuk menyelundupkan sabu ke tujuan yang jauh, termasuk Jepang, Korea Selatan dan Australia.

Warga setempat pun dibuat takjub oleh zat mengkristal di dalam karung. Zaw Win, seorang pejabat lokal dari Liga Nasional untuk Partai Demokrasi membantu para nelayan dan polisi dalam penemuan sabu ini, lapor AFP.

 

* Dapatkan pulsa gratis senilai jutaan rupiah dengan download aplikasi terbaru Liputan6.com mulai 11-31 Oktober 2019 di tautan ini untuk Android dan di sini untuk iOS

2 dari 3 halaman

Diduga Tawas

Pada awalnya, para nelayan menganggap itu adalah bahan kimia deodoran alami yang dikenal sebagai kalium tawas, yang banyak digunakan di Burma.

"Jadi mereka membakarnya hingga membuat beberapa nelayan hampir pingsan," ujar Zaw Win.

Ia menambahkan, tak pernah melihat hal ini sebelumnya. "Sepanjang hidup saya dan seumur hidup orang tua saya, kami belum pernah melihat narkoba mengapung di lautan sebelumnya," katanya.

Hasil tangkapan besar-besaran dikerahkan pada Minggu ke polisi distrik Pyapon, namun pihaknya menolak untuk memberi beberapa penjelasan.

Industri obat multi-miliar dolar Burma, berpusat di negara bagian Shan timur. Tempat itu terdapat sebuah laboratorium produksi telarang yang sangat tertutup.

3 dari 3 halaman

Diselundupkan ke Luar Negeri

Met kristal buatan Burma --lebih dikenal sebagai es-- diselundupkan ke luar negeri ke pasar yang lebih menguntungkan dengan menggunakan rute yang direncanakan geng narco melalui Laos, Thailand dan Kamboja.

Sebuah studi oleh kantor PBB untuk Narkoba dan Kejahatan mengatakan, kelompok-kelompok kejahatan Asia Tenggara menjadi lebih dari $ 60 miliar per tahun, perkiraan konservatif menurut para ahli.

Pada Maret, pihak berwenang Burma menyita lebih dari 1.700 kg sabu senilai $ 29 juta. Menurut polisi, pada saat itu adalah obat terlarang terbesar mereka tahun ini.

 

Reporter: Aqilah Ananda Purwanti

Loading
Artikel Selanjutnya
Myanmar Tolak Hasil Putusan ICJ Untuk Cegah Kejahatan Genosida
Artikel Selanjutnya
Kurir Narkoba Angkut Sabu dengan Mobil Mewah ke Pekanbaru