Sukses

Taliban Tembak Mati 14 Milisi Pro Pemerintah Afghanistan

Liputan6.com, Afghanistan - Milisi pro-pemerintah di Afghanistan dibunuh oleh kelompok bersenjata Taliban di Afghanistan pada Rabu 28 Agustus 2019. 

Hal tersebut terjadi ketika pejabat Taliban dan Amerika Serikat mendekati kesepakatan dengan tujuan mengakhiri perang yang telah terjadi 18 tahun antara kedua belah pihak. 

Juru bicara polisi, Abdul Ahad Walizada menyatakan bahwa 14 orang tersebut tewas di Distrik Herat Rubat-e-Sangi setelah milisi Taliban menyerang pos pemeriksaan keamanan daerah Chahardara, demikian seperti dilansir abcnews.go.com.

"Setidaknya sembilan orang lainnya cedera dalam bentrokan", ujar Walizada. 

2 dari 3 halaman

Upaya Memukul Mundur Militan Taliban

Berdasarkan penuturan jubir polisi itu, pasukan Taliban dipaksa mundur setelah adanya penguatan militer Afghanistan pada daerah tersebut. 

"Gerilyawan Taliban didesak mundur setelah pasukan Afghanistan memperkuat daerah tersebut (distrik Rubat-e-Sangi)," pungkas Abdul Ahad Walizada.

Sejauh ini pihak Taliban sudah mengklaim sebagai dalang serangan di Herat.

3 dari 3 halaman

Perjanjian Damai

Seperti diketahui, pejabat Amerika Serikat dan Taliban dalam proses untuk mendekati sebuah perjanjian damai. 

Dalam perjanjian tersebut dikatakan Amerika Serikat akan menarik pasukan dari Afghanistan. Sebagai gantinya adalah imbalan janji Taliban untuk tidak memperbolehkan negara Afghanistan menampung kelompok-kelompok ekstremis Islam lainnya.

Proses negosiasi yang dilakukan antara kedua belah pihak sejatinya telah dilakukan selama berbulan-bulan untuk mencapai kesepakatan perjanjian.

 

Penulis: Hugo Dimas

Loading
Artikel Selanjutnya
5 Makna Kunjungan Perdana Donald Trump ke India
Artikel Selanjutnya
Indonesia Masih Butuh Dukungan AS meski Sudah Jadi Negara Maju