Sukses

Di Gedung Putih, Kim Kardashian Kampanye Bantu Eks Tahanan Dapat Kerja

Liputan6.com, Washington DC - Bintang reality show sekaligus aktivis, Kim Kardashian West, kembali menyambangi Gedung Putih pada Kamis 12 Juni 2019. Kali ini misinya untuk mengkampanyekan upaya advokasi bagi eks tahanan meraih pekerjaan di Amerika Serikat (AS).

Selama hampir tiga tahun terakhir, istri dari rapper Kanye West itu telah berkali-kali menggaungkan upaya bantuan bagi eks narapidana selepas dari penjara untuk mendapat pekerjaan secara legal.

"Semua orang ingin komunitas menjadi aman, dan semakin banyak kesempatan yang mereka miliki, serta dukungan yang kami upayakan, semua orang akan merasa lebih aman," kata Kim Kardashian West di East Room, salah satu ruang tamu di Gedung Putih, sebagaimana dikutip dari The Guardian pada Jumat (14/6/2019).

Dia juga mengusulkan program berbagi perjalanan untuk membantu eks tahanan mendapatkan transportasi ke lokasi wawancara kerja, tempat kerja mereka, dan berbagai agenda lain yang mengarah pada upaya mendapatkan lapangan kerja legal.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengaku menyukai upaya advokasi yang dilakukan oleh Kim Kardashian West, dan mengatakan: "Saya pikir dia cukup populer untuk membawa isu ini."

2 dari 3 halaman

Telah Beberapa Kali ke Gedung Putih

Kim Kardashian West, yang telah mengadvokasi isu reformasi peradilan pidana, mengunggah video dirinya di Twitter, yang menceritakan perjalanan menuju Gedung Putih pada Kamis sore waktu setempat.

"Saya menuju ke Gedung Putih untuk berbicara pada kesempatan kedua dalam membahas reformasi peradilan pidana," katanya.

Kim menambahkan dalam twit lain, bahwa ia "merasa terhormat untuk menjadi bagian dari pengumuman bahwa pemerintah dan sektor swasta sedang melangkah bersama menciptakan peluang bagi pria dan wanita ini (eks-tahanan) untuk kembali mendapat hak bekerja sebagaimana mestinya".

Anak kedua dari klan Kardashian-Jenner itu telah beberapa kali menyambangi Gedung Putih untuk membahas masalah reformasi peradilan pidana.

Dia berhasil melobi Donald Trump untuk mengampuni Alice Marie Johnson, seorang tahanan yang mendekam di penjara tanpa pembebasan bersyarat, karena dugaan pelanggaran narkoba.

 

3 dari 3 halaman

Janji Pemerintah AS

Sementara itu, pejabat Gedung Putih telah bekerja untuk memastikan bahwa tahanan dibebaskan dengan kadar hukum seadil-adilnya.

Mereka juga berjanji segera mensahkan Undang-Undang Langkah Pertama, yang memberi dukungan ketrampilan dna lapangan pekerjaan yang dibutuhkan eks tahanan, guna menyesuaikan diri dengan kehidupan di luar penjara.

Lebih dari 1.000 narapidana federal dikurangi hukumannya karena undang-undang tersebut, menurut laporan baru-baru ini oleh Komisi Hukum AS.

Loading
Artikel Selanjutnya
15-12-2011: AS Akhiri Perang dengan Irak
Artikel Selanjutnya
China Sebut Fase Pertama Perang Dagang Telah Selesai