Sukses

Kapal Rakitan Pembawa Tim Selam Terbalik di China, 10 Orang Tewas

Liputan6.com, Beijing - Sebuah kapal yang membawa penumpang terbalik saat melintasi sungai di barat daya China. Sedikitnya 10 orang tewas dalam kejadian nahas tersebut. 

Sebanyak 12 penyelam merupakan beberapa di antara penumpang kapal tersebut. Sejauh ini delapan orang masih dinyatakan hilang, demikian penyiar stasiun televisi CCTV melaporkan, sebagaimana dilaporkan oleh Associated Press dikutip dari portal berita daring The Star pada Sabtu (25/5/2019).

Sang kapten penyelam termasuk di antara 11 orang yang berhasil diselamatkan setelah kapal terbalik di Desa Banrao di Provinsi Guizhou, China.

Polisi saat ini telah menahan kapten tim penyelam, meski dirinya masih terluka dan dirawat di rumah sakit.

"Kapal itu adalah kapal logam bertenaga motor yang "dibuat sendiri" alih-alih membeli dari produsen industri," kata Kementerian Manajemen Darurat China dalam sebuah pernyataan.

Kecelakaan transportasi di sungai-sungai China dan saluran air lainnya menjadi lebih jarang dalam beberapa tahun terakhir karena pemerintah menekankan keselamatan.

2 dari 3 halaman

Dua Perahu Naga Juga Terbalik di China

Insiden kapal terbalik juga terjadi di China pada April tahun lalu. Tragedi nahas itu menimpa dua perahu naga di Sungai Taohuajiang, Kota Gulin, China selatan, pada Sabtu, 21 April 2018 waktu setempat. Akibatnya, 17 orang dipastikan tewas.

Kedua perahu naga sepanjang 18 meter, yang masing-masing mengangkut 30 orang tersebut tengah menjalani latihan sebagai persiapan menghadapi lomba kala insiden itu terjadi. Demikian seperti dikutip dari The Times of India.

Belum semua jenazah berhasil ditemukan oleh otoritas. Pencarian jasad korban pun masih terus berlanjut pada Minggu pagi waktu setempat, kata media pemerintah China Xinhua.

Sekitar 200 orang otoritas China dikerahkan untuk mencari jasad korban yang masih belum ditemukan akibat insiden perahu naga itu.

3 dari 3 halaman

Dua Orang Ditahan

Dua orang penyelenggara dari Desa Dunmu diamankan pihak kepolisian untuk dimintai pertanggungjawaban atas peristiwa maut yang menimpa dua perahu naga tersebut, tulis Kantor Berita Xinhua seperti dikutip dari The Times of India.

Perahu naga atau "longchuan" memiliki bentuk memanjang dan sempit yang digerakkan oleh tenaga manusia dan digunakan pada olahraga dayung. Pada beberapa versi, perahu itu dilengkapi personel penabuh genderang sebagai pembangkit semangat para pendayung. 

Balapan perahu naga sudah menjadi tradisi dan sebagai hari libur nasional di China, Hong Kong, dan Taiwan. Festival perahu naga biasanya jatuh pada bulan Juni sebagai penanda masuknya musim panas.

Loading
Artikel Selanjutnya
Terjerat Utang, Anak Miliarder China Dilarang Berfoya-foya oleh Pengadilan
Artikel Selanjutnya
Demo di Kampus Hong Kong, Mahasiswa Indonesia Pilih Pulang, TKI Tetap Bertahan