Sukses

Perdana Ikut Pemilu di Luar Negeri, WNI di Jepang Rela Antre 12 Jam

Liputan6.com, Tokyo - Warga Negara Indonesia di Tokyo ramai-ramai mengikuti pemilihan umum yang digelar di kota tersebut pada hari ini, Minggu (14/4/2019). Lokasi untuk mencoblos ada di Sekolah Republik Indonesia Tokyo (SRIT).

Menurut seorang WNI bernama Willy Keraf, antrean panjang sudah terjadi saat pukul 08.00 waktu setempat. Sedangkan tempat pemungutan suara (TPS), yang berada di lantai 2 SRIT, ditutup pada pukul 18.00.

Dirinya bercerita bahwa ia bersama 100-an WNI yang masuk dalam daftar pemilih khusus luar negeri (DPKLN), rela menanti hingga 12 jam demi bisa menyalurkan hak suaranya.  

Nama Willy masuk ke dalam DPKLN lantaran ia baru saja pindah ke Tokyo pada bulan ini dan belum melaporkan diri sebelumnya. Sedangkan pemilih WNI di ibu kota Negeri Sakura itu dibedakan menjadi 3 jenis, yakni kategori pemilih tetap, pemilih khusus dan pemilih pindahan.

"Saya pemilih khusus, karena saya baru ditransfer kerja ke Jepang, belum lapor diri. Makanya, saya diperbolehkan untuk nyoblos, tapi harus daftar dulu dari jam 8 pagi," aku Willy yang dihubungi Liputan6.com pada Minggu (14/4/2019).

"Kemudian jam 11, saya baru dapat izin pencoblosannya. Saya makan siang dulu setelah itu. Sebelumnya, panitia meminta saya untuk balik lagi ke TPS jam 4 sore," lanjutnya. 

Akan tetapi, saat sudah kembali ke SRIT dan menunggu di parkir bawah SRIT sejak pukul 16.00 hingga 18.30 waktu Jepang, Willy dan 100-an pemilih DPKLN lain belum juga dipanggil ke lantai 2 --tempat di mana 5 bilik suara disediakan dan jadi lokasi pencoblosan.

Padahal pemungutan suara berakhir pada pukul 18.00, namun Panitia Pemilih Luar Negeri (PPLN), kata Willy, memastikan bahwa WNI yang sudah terdaftar tetap bisa memberikan hak pilihnya dalam Pemilu tahun ini.

"PPLN kasih keterangan, kami disuruh bersabar. Mereka menjamin kami tetap bisa nyoblos dan TPS masih terus dibuka untuk yang masih mengantre. Tapi sudah ditutup untuk yang baru (datang)," ungkapnya.

Sementara itu, ini adalah kali pertamanya Willy melaksanakan pencoblosan pemilu Indonesia di luar negeri.

2 dari 3 halaman

Mencoblos Jam 20.00 Waktu Setempat

Akhirnya, sekitar pukul 20.54 waktu Jepang, Willy dan pemilih yang masuk dalam DPKLN dipanggil ke lantai 2 SRIT untuk melakukan pencoblosan surat suara. 

Dengan demikian, ia telah menghabiskan 12 jam demi bisa memilih presiden dan wakil presiden idamannya. Alasan ia rela melakukan semua hal tersebut lantaran ia menginginkan Indonesia yang lebih maju.

"Optimis demi Indonesia Maju!," tulisnya melalui pesan singkat kepada Liputan6.com.

3 dari 3 halaman

Jumlah TPS di Kuala Lumpur Dipangkas

Panitia Pemilihan Luar Negeri (PPLN) Kuala Lumpurmemangkas 255 Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri (TPSLN) yang didirikan menjadi tinggal tiga tempat pemungutan suara seperti rencana sebelumnya.

Sebanyak 255 TPSLN yang rencananya sempat akan didirikan, tersebar di 89 lokasi. Jumlah masing-masing lokasi TPS-nya bervariasi mulai satu TPS, dua TPS, hingga 25 TPS.

Ketua PPLN Kuala Lumpur, Agung Cahaya Sumirat di Kuala Lumpur, Minggu 14 April 2019, mengatakan pemangkasan tersebut untuk mengikuti Peraturan KPU (PKPU) bahwa TPSLN hanya bisa didirikan di gedung perwakilan Republik Indonesia di luar negeri, demikian seperti dikutip dari Antara (14/4/2019).

Agung mengatakan tiga TPSLN yang kini didirikan merupakan tiga premis utama perwakilan RI yakni KBRI Kuala Lumpur di Jalan Tun Razak, Sekolah Indonesia Kuala Lumpur dan di Wisma Duta tempat kediaman Dubes Rusdi Kirana di Jalan U Thant.

PPLN awalnya ingin memperbanyak TPSLN di banyak tempat terutama di kantong-kantong TKI untuk meningkatkan partisipasi pemilih, namun terbentur aturan dan perijinan dari Pemerintah Malaysia.

Untuk pembukaan TPS yang jumlahnya besar berada di KBRI Kuala Lumpur Jalan Tun Razak sebanyak 25 TPS, Sekolah Indonesia Kuala Lumpur (SIKL) sebanyak 23 TPS dan Hotel Desaria Villa Condominium, Kampung Batu 9, Puchong Selangor sebanyak tujuh TPS.

Untuk masing-masing TPS terdapat 510 surat suara Capres dan Cawapres dan 510 Calon Anggota DPR RI.

Loading
Artikel Selanjutnya
Jepang Perbanyak Visa Pekerja Asing, Warga Lokal Khawatirkan Proses Integrasi
Artikel Selanjutnya
Merasa Lalai, Menteri Olimpiade Jepang Mundur dari Jabatannya