Sukses

Penembakan di Selandia Baru Picu Penangguhan Operasional Bandara Christchurch

Liputan6.com, Christchurch - Menanggapi insiden penembakan di Masjid Al Noor di Kota Christchurch, Selandia Baru, maskapai Air New Zealand membatalkan semua jadwal penerbangan regional yang tersisa dari dan ke Christchurch, pada hari Jumat.

Atas alasan keamanan pasca-insiden penembakan di Selandia Baru, Air New Zealand dan Bandara Internasional Christchurch membatalkan 17 jadwal penerbangan regional yang tersisa pada malam hari, dengan rute dari dan ke kota terbesar di Pulau Selatan itu.

"Karena tidak mungkin untuk menyaring pelanggan dan bagasi yang masuk di tengah kondisi darurat ini," kata juru bicara Air New Zealand, sebagaimana dikutip dari Otago Daily Times pada Jumat (15/3/2019).

"Air New Zealand meminta maaf atas "ketidaknyamanan yang ditimbulkan, tetapi keselamatan pelanggan dan karyawan kami adalah yang terpenting," lanjut juru bicara terkait.

Tidak hanya Air New Zealand, berbagai maskapai lain yang memiliki rute ke Christchurch juga memberlakukan kebijakan serupa untuk sisa jadwal penerbangan hingga pergantian hari nanti.

Adapun jadwal penerbangan internasional untuk hari Jumat tidak terganggu, karena semua berada dalam jadwal terbang dan mendarat di siang hari.

Operasional Bandara Internasional Christchurch akan dilanjutkan sesegera mungkin setelah proses penyaringan keamanan selesai dilakukan, serta penyelidikan terhadap penembakan di Selandia Baru mendapat titik terang.

Sementara pesawat yang tengah terbang menuju Christchurch, dialihkan untuk mendarat di bandara terdekat. Penumpang diimbau untuk menunda perjalanan sementara waktu, dan kompensasi akan disalurkan sesuai aturan yang berlaku.

Terkait penembakan di Selandia Baru, polisi memperingatkan penduduk Kota Christchurch untuk tetap di dalam rumah dan bangunan, serta diminta segera menelepon layanan darurat 111 jika melihat perilaku dan hal mencurigakan di sekitar mereka.

 

Simak video pilihan berikut: 

2 dari 2 halaman

40 Orang Tewas

Sementara itu, Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan bahwa 40 orang tewas akibat insiden penembakan terhadap dua masjid di Christchurch, Selandia Baru. Selain korban meninggal, terdapat lebih dari 20 orang luka-luka.

Sedangkan menurut media Radio NZ, jumlah korban luka-luka mencapai 48 orang. Mereka telah mendapatkan penanganan medis saat ini, di Christchurch Hospital.

Menurut Kepala Eksekutif Dewan kesehatan Distrik Canterbury, pasien memiliki usia yang beragam dari anak-anak hingga dewasa.

Mengutip BBC News, PM Ardern mengutuk insiden penembakan, mengatakannya sebagai "serangan teroris" yang menjadi salah satu sejarah kelam bagi negaranya.

Saat ini, empat orang terduga pelaku telah ditangkap oleh pihak kepolisian, tiga orang berjenis kelamin laki-laki dan satu lainnya perempuan.

Tersangka yang telah ditahan, dikonfirmasi merupakan warga negara Selandia Baru yang dilahirkan di Australia. Ia disebut-sebut merupakan ekstremis sayap kanan.

Meskipun demikian, saat ini diketahui bahwa mereka tidak termasuk sebagai anggota kelompok teroris dari daftar yang dimiliki oleh pemerintah Selandia Baru.

Loading