Sukses

9-3-1776: Adam Smith Merilis Pedoman Ekonomi Paling Berpengaruh di Dunia

Liputan6.com, Washington DC - Selain kemerdekaan Amerika Serikat, tahun 1776 juga menandai sebuah peristiwa paling bersejarah lainnya di dunia, yakni dirilisnya buku "The Wealth of Nations" karya Adam Smith.

Pada 9 Maret 1776, buku yang memiliki dampak global tersebut awalnya dirilis dengan judul "An Inquiry into the Nature and Causes of the Wealth of Nations", di mana sedikit banyak menjungkirbalikkan sistem merkantilisme.

Sebagaimana Today in History dikutip dari Investopedia.com pada Jumat (8/3/2019), sistem merkantilisme percaya bahwa kekayaan itu bersifat tetap dan terbatas, di mana satu-satunya cara untuk makmur adalah dengan menimbun emas dan tarif produk dari luar negeri.

Menurut teori ini, negara-negara harus menjual barang-barang mereka ke negara lain, namun tidak membeli apa pun sebagai imbalan. Bisa ditebak, negara jatuh ke putaran tarif pembalasan yang menghambat ekonomi dan perdagangan internasional.

Inti dari tesis Smith adalah bahwa kecenderungan alami manusia terhadap kepentingan diri sendiri menghasilkan kemakmuran.

Smith berpendapat bahwa dengan memberikan setiap orang kebebasan untuk memproduksi dan menukar barang sesuka hati (perdagangan bebas), serta membuka pasar hingga kompetisi domestik dan asing, kepentingan pribadi manusia akan meningkatkan kesejahteraan yang lebih besar daripada dengan peraturan pemerintah yang ketat.

Smith percaya manusia pada akhirnya mempromosikan kepentingan publik melalui pilihan ekonomi sehari-hari mereka.

"Orang pada umumnya, memang, tidak bermaksud untuk mempromosikan kepentingan publik atau tahu berapa banyak mereka mempromosikannya. Dengan lebih memilih dukungan domestik daripada industri asing, mereka hanya menginginkan keamanannya sendiri, sehingga produksinya mungkin memiliki nilai terbesar," ujar Smith dalam bab awal buku fenomenalnya itu.

 

Simak video pilihan berikut:

2 dari 2 halaman

Teori Tangan Tidak Terlihat

Mekanisme penetapan harga dan distribusi otomatis dalam perekonomian --yang oleh Adam Smith disebut sebagai "tangan tak terlihat"-- berinteraksi secara langsung dan tidak langsung dengan otoritas perencanaan terpusat.

Namun, ada beberapa kekeliruan konseptual yang bermakna dalam argumen yang dibingkai sebagai tangan tak terlihat versus pemerintah.

Tangan yang tidak terlihat sebenarnya bukan entitas yang dapat dibedakan. Sebaliknya, itu adalah jumlah dari banyak fenomena yang terjadi ketika konsumen dan produsen terlibat dalam perdagangan.

Wawasan Smith tentang gagasan tangan tak terlihat adalah salah satu yang paling penting dalam sejarah ekonomi, dan tetap menjadi sebuah pembenaran utama untuk ideologi pasar bebas.

Teorema tangan tak kasat mata, setidaknya dalam interpretasi modern, menunjukkan bahwa alat produksi dan distribusi harus dimiliki secara pribadi dan bahwa jika perdagangan terjadi tanpa terkekang oleh peraturan.

Pada gilirannya, masyarakat akan berkembang secara organik. Argumen-argumen ini secara alami bersaing dengan konsep dan fungsi pemerintahan.

Sementara itu, di tanggal yang sama pada 1497, Nicolaus Copernicus pertama kali mencatatkan observasi astronominya.

Lalu pada 1552, Martin Luther mulai mengabarkan "Khotbah Invocavit"-nya di kota Wittenberg, Jerman, di mana mengingatkan warga untuk mempercayai firman Tuhan daripada kekerasan.