Sukses

BERITA TERKINIPARA MENTERI JOKOWI-MA'RUF DI KABINET INDONESIA MAJU

Bisa Dicontoh, Ini 4 Rutinitas Pagi Orang Paling Sukses dalam Sejarah

Liputan6.com, Jakarta - Sebagian besar orang memiliki "panutan" dalam hidupnya. Entah itu seniman ulung, pemikir handal, hingga pemimpin hebat, umumnya memiliki rutinitas khas yang mereka lakukan setiap harinya.

Mungkin, aktivitas itulah yang mengantarkan mereka menjadi sosok yang sukses dan tangguh. Namun, apakah jika kita mengikuti jejak mereka, kita bisa mencapai hasil yang serupa?

Dalam mencari jawaban tersebut, kita sering terpaku pada rutinitas pagi hari dari orang-orang sukses dalam sejarah. Kebiasaan di pagi hari ini dan latihan lain, mungkin hanya satu sisi kecil dari kejeniusan mereka.

Tetapi, cara mereka dalam memulai hari, adalah sesuatu yang sangat penting untuk membentuk proses kreatif pribadi. Berikut adalah 4 rutinitas pagi sederhana dari beberapa orang sukses di dunia, yang bisa kita coba mulai sekarang.

 

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 5 halaman

1. Membuat Resolusi Setiap Pagi

Benjamin Franklin, Bapak Pendiri Amerika Serikat, dengan ketat berpegang pada 13 kebajikan yang ia tuangkan untuk dirinya sendiri, termasuk teratur, hemat, dan adil.

Dia juga mengikuti rutinitas harian dengan ketelitian dan disiplin yang sama. Setiap pagi, dia bangun jam 05.00 dan bertanya pada dirinya sendiri, "Apa yang harus saya lakukan hari ini?"

Dalam otobiografinya, dia menjabarkan jadwal paginya seperti: "Bangun tidur, cuci muka, berbuat hal baik, melakukan bisnis kecil dan sarapan.

"Begitu dia memiliki rencana dan perutnya sudah kenyang, dia mulai bekerja melakukan sesuatu yang khas ala Benjamin Franklin, seperti menciptakan kursi goyang atau membantu sesama dalam hal lain," menurut cataan otobiografinya.

3 dari 5 halaman

2. Bekerja dari Kasur

Mungkin ini terdengar kontraproduktif. Tetapi, beberapa pemikir terhebat dalam sejarah berhasil menerapkan metode ini, maka mungkin rutinitas ini ada manfaatnya.

Salah satu orang sukses yang gemar bekerja dari tempat tidur adalah penulis Prancis, Voltaire. Dia menulis lebih dari 50 sandiwara dalam masa hidupnya, termasuk Candide (1759) --sebagian besar ide isi buku didapatkan ketika ia menulis dari tempat tidurnya.

Namun, kemalasan bukanlah sifatnya. Dia sering menghabiskan 18 jam dari hari kerja, dengan diselingi bercangkir-cangkir kopi yang dia minum. Kadang bisa 40 hingga 50 gelas dalam sehari.

Sama halnya dengan penyair wanita asal Inggris, Edith Sitwell. Ia pernah berkata, "Semua wanita harus memiliki satu hari dalam seminggu untuk menghabiskan waktu di tempat tidur."

Begitu pula mantan Perdana Menteri Inggris, Winston Churchill. Setiap pagi, ia menghabiskan berjam-jam waktunya di tempat tidur, di mana ia sarapan, merokok, membaca koran, dan bekerja atau mendikte sekretaris pribadinya.

4 dari 5 halaman

3. Perlakukan Diri Sendiri dengan Baik

Jika Anda ingin memulai hari dengan tepat, lakukan sesuatu yang membuat Anda bahagia, sesuatu yang mampu meningkatkan kepercayaan diri Anda, atau membantu Anda rileks. Jangan ditunda atau mencoba menundanya.

Sigmund Freud, ahli saraf Austria dan pendiri psikoanalisis terkenal, punya tukang cukur andalan yang datang ke rumahnya untuk memotong janggutnya setiap hari.

Lain halnya dengan Napoleon Bonaparte dan Wolfgang Amadeus Mozart.

Napoleon sering menuangkan air lavender ke tubuhnya saat mandi dan keramas, sedangkan Mozart menghabiskan satu jam ketika berdandan.

Tentu saja, kebiasaan merawat diri bukan satu-satunya cara untuk memulai hari Anda dengan sikap positif, seperti yang ditulis oleh Adam Toren, salah satu pendiri YoungEntrepreneur.com.

Kita juga bisa mendengarkan podcast (file audio digital yang tersedia di internet untuk diunduh ke komputer atau pemutar media portabel) sembari jogging, atau menyeruput secangkir kopi sambil menikmati hujan di beranda rumah.

5 dari 5 halaman

4. Jalan Kaki

Charles Darwin biasanya memulai harinya dengan berjalan-jalan di jalan berkerikil di dekat rumahnya di Kent, Inggris. Selama berjalan kaki, ia selalu merenungkan pertanyaan-pertanyaan ilmiah.

Seringkali, ia mengajak serta anjing ras Fox Terrier peliharaannya.

Menurutnya, jalan kaki dapat merangsang motorik dan sensorik otak. Oleh karena itu, rutinitas ini cenderung memunculkan ide-ide baru di kepala Darwin.

"Namun, jalan kaki tidak memiliki peran atas teori evolusi Darwin. Tetapi, berjalan kaki merupakan bagian dari kerja kognitifnya dan masih berlaku bagi banyak orang saat ini,” tulis Damon Young dalam Psychology Today.

Georgia O'Keeffe, seniman Amerika Serikat, memiliki kebiasaan yang sama. Dia bangun pada subuh, ketika fajar belum terlihat, untuk menikmati secangkir teh hangat di ranjangnya.

Kemudian, dia akan keluar rumah untuk berjalan-jalan di sekitar lingkungan tempat tinggalnya, di New Mexico. Konon, dia selalu membawa tongkat saat berjalan-jalan yang berguna kapan saja atau untuk mengusir ular yang kerap dia temui sepanjang jalan tersebut.

Loading
Artikel Selanjutnya
Cara Daniel Zhang, CEO Baru Alibaba Mengukur Keberhasilan
Artikel Selanjutnya
Jaga Perasaan Orang Lain... Ini 4 Situasi Tepat untuk Jaga Lisan