Sukses

NASA Menemukan Planet Asing yang Bersembunyi di Luar Tata Surya

Liputan6.com, New York - NASA melaporkan bahwa para ilmuwannya telah menemukan planet misterius yang "duduk" di luar tata surya kita. Benda antariksa ini disebut memiliki permukaan yang sejuk dan bentuknya kecil. Dua karakteristik tersebut membuatnya menjadi terlihat sangat aneh bagi para ilmuwan.

Planet kecil yang dikenal sebagai HD 21749b adalah planet asing ketiga yang ditemukan oleh TESS, teleskop pemburu planet baru milik NASA. Wahana itu mengitari bintangnya dalam orbit yang panjang.

Meskipun jarak HD 21749b dan matahari cukup dekat, namun suhu di dalam planet mungil ini disebut lumayan dingin, yaitu sekitar 300 derajat Fahrenheit.

"Ini adalah planet kecil paling dingin yang mengitari sekitar bintangnya dengan cahaya seterang ini," kata Diana Dragomir, seorang postdoc di MIT's Kavli Institute for Astrophysics and Space Research, seperti dikutip dari The Independent, Kamis (10/1/2019).

"Kami tahu banyak tentang atmosfer di planet-palnet panas, tetapi karena sangat sulit untuk menemukan planet kecil yang mengorbit lebih jauh dari bintang-bintang mereka, dan karena suhunya lebih dingin, kami belum dapat mempelajari lebih jauh tentang HD 21749b," imbuhnya.

Meskipun disebut kecil oleh para ilmuwan NASA yang menemukannya, planet itu masih sangat besar bila dibandingkan dengan Bumi. Ukurannya diameternya tiga kali Bumi dan luasnya 23 kali Bumi. Oleh karenanya, peneliti menempatkannya dalam kategori "sub-Neptunus", dan berarti bahwa planet tersebut akan menjadi planet seukuran Bumi pertama yang ditemukan oleh TESS.

"Kami pikir planet ini tidak ada gas seperti di Neptunus atau Uranus," ucap Dragomir. "Planet ini kemungkinan memiliki air atau atmosfer yang tebal."

 

Saksikan video pilihan berikut ini:

2 dari 2 halaman

Planet Beku Raksasa Mengorbit Bintang Barnard, Jaraknya Dekat dengan Bumi

Sementara itu, menurut temuan baru yang ditemukan oleh tim peneliti internasional, sistem bintang kedua yang paling dekat dengan matahari, Bintang Barnard, menjadi rumah bagi sebuah planet berukuran super besar dan bersuhu beku. Jaraknya hanya 6 tahun cahaya dari Bumi.

Bintang Barnard adalah jenis matahari kuno kecil yang disebut katai merah. Meski tidak mudah dilihat tanpa teleskop, Bintang Barnard telah lama menarik perhatian para astronom karena menjadi bintang yang bergerak paling cepat di langit malam.

Ahli astronomi juga mengatakan, Bintang Barnard menjadi rumah bagi sebuah eksoplanet (planet di luar tata surya) beku dan ukurannya tiga kali lebih besar dari Bumi, sehingga menjadikannya tampak seperti Bumi super.

Sebuah tim peneliti kolaboratif dari Red Dots dan proyek CARMENES sedang berupaya menemukan planet yang lokasinya berada di dekat katai merah.

Mereka menggunakan berbagai teleskop untuk menemukan eksoplanet tersebut --yang dikenal sebagai Bintang B milik Barnard-- dan mengeksplorasi keistimewaannya.

Tim dari Red Dots juga pernah terlibat dalam penemuan planet baru-baru ini di sekitar sistem tata surya terdekat Bumi, Proxima Centauri. Temuan terbaru tersebut diterbitkan pada Rabu, 14 November, di jurnal Nature.

Planet Super Beku

Bintang Barnard mempunyai beberapa perbedaan besar dari Bumi. Eksoplanet itu mengorbit bintangnya dalam waktu sekitar 233 hari --jauh lebih sedikit dari orbit Bumi, yakni 365 hari-- tetapi lebih lama dari eksoplanet lain yang pernah ditemukan.

Bintang Barnard B pun jauh lebih dekat dengan bintangnya (Bintang Barnard), hanya 0,4 kali jarak antara Bumi dan Matahari.

Namun, meskipun sangat dekat dengan bintangnya, cahaya dari Bintang Barnard hanya mampu menyinari eksoplanet sebesar 2% energi yang disediakan Matahari untuk Bumi.

Itu artinya, meskipun eksoplanet dekat dengan bintangnya, namun keadaan di planet tersebut sangat dingin. Para peneliti menemukan bahwa eksoplanet kemungkinan memiliki suhu sekitar -274 derajat Fahrenheit (-170 derajat Celcius).

"Saya pikir, misteri yang belum terpecahkan adalah apakah eksoplanet itu punya atmosfer atau tidak," kata Johanna Teske, peneliti dan penulis studi Carnegie Science.

"Jika planet ini memiliki atmosfer, mungkin itu bisa menjaga suhu permukaan lebih hangat," tambahnya, sebagaimana dikutip dari laman Astronomy.com, Kamis 14 September 2018.

Loading
Artikel Selanjutnya
17-2-1998: Voyager 1 Jadi Pesawat Antariksa Terjauh Meninggalkan Bumi
Artikel Selanjutnya
Kirim Buah dan Sayur, NASA Luncurkan Roket ke Stasuin Antariksa Internasional