Sukses

Berkat Kerja Keras, Populasi Harimau di Nepal Naik Dua Kali Lipat

Liputan6.com, Kathmandu - Para pejabat di Kathmandu, Nepal mengatakan bahwa jumlah harimau di hutan Nepal melesat hingga hampir dua kali lipat.

Dikutip dari laman VOA Indonesia, Selasa (9/10/2018), hal ini disebabkan atas inisiatif pemerintah, para pencinta lingkungan hidup dan otoritas lokal yang bekerja keras selama bertahun-tahun.

Usaha yang mereka lakukan untuk meningkatkan populasi harimau dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya lewat program pemeliharaan yang baik dan benar.

Gopal Prakash Bhattarai di Departemen Taman Nasional dan Pelestarian Satwa Liar hari Minggu (7/10) mengatakan, berdasarkan penghitungan terakhir jumlah harimau di hutan Nepal kini mencapai 235 ekor, atau naik dua kali lipat dibanding tahun 2009 yang hanya mencapai 121 ekor.

Para pemimpin negara yang memiliki populasi harimau telah mengadakan pertemuan pada tahun 2010 dan berjanji untuk melakukan berbagai upaya guna melipatgandakan jumlah harimau selambat-lambatnya pada tahun 2022.

Bhattarai mengatakan, Nepal bisa menjadi negara pertama yang memenuhi target itu.

 

* Update Terkini Asian Para Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru di Sini.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 2 halaman

Wanita Diterkam Harimau

Pada April lalu, seorang wanita muda di India masih diberi kesempatan kedua untuk tetap bertahan hidup setelah berhasil selamat dari adu kuat dengan seekor harimau.

Dikutip dari laman BBC, wanita yang diketahui bernama Rupali Meshram (23) itu terlibat perkelahian karena ia hendak menyelamatkan kambing miliknya.

Mulanya, Meshram mendengar embikan kambing dari luar rumah. Rupanya ada seekor harimau yang hendak memangsa hewan peliharaannya itu.

Meshram tak tinggal diam. Ia mengambil tongkat dan memukul harimau yang menyerang si kambing. Tak hanya Meshram, sang ibu juga terlibat dalam perkelahian itu.

Keduanya mengalami luka ringan dan telah mendapatkan perawatan di rumah sakit. Sementara kambingnya mati dan si harimau melarikan diri.

Untuk membuktikan bahwa ia sempat mengalami pertarungan hidup dan mati, Meshram menyempatkan diri untuk selfie setelah mengalami serangan. Wajahnya pun terlihat dipenuhi darah.

Seorang dokter yang merawatnya memuji keberanian yang dilakukan perempuan itu. Ia mengatakan bahwa keberanian Meshram patut ditiru.

Gadis asal India ini menderita luka di bagian kepala, pinggang, kaki, dan tangan.

"Saya pikir putri saya akan mati," ujar Jijabhai, ibu Meshram.

Sang ibu juga mengaku sempat merasa ngeri saat sang anak terlihat berlumuran darah kala menangkis serangan dari harimau dengan sebatang kayu.

Desa yang ditempati Meshram dan ibunya memang kerap didatangi hewan liar, salah satunya harimau. Hal ini terjadi karena desa itu dekat dengan taman margasatwa.

Artikel Selanjutnya
Fakta Menyedihkan di Balik Kematian Harimau Sumatera di Tepi Jurang Muara Lembu
Artikel Selanjutnya
Detik-Detik Kematian Datuk Belang di Tepi Jurang Muara Lembu