Sukses

Penari Erotis hingga James Bond Asli, Ini 5 Mata-Mata Paling Terkenal di Dunia

Liputan6.com, Jakarta - Seorang mata-mata atau agen rahasia lebih dikenal oleh orang biasa melalui literatur dan film. Namun di dunia nyata, kehidupan dan pekerjaan mereka jauh lebih rumit, menarik dan berbahaya daripada versi fiksi.

Mata-mata sangat penting bagi negara-negara yang saling bertarung. Banyak dari mereka melakukan pekerjaan untuk mendapatkan uang sementara yang lain didorong oleh rasa patriotisme.

Sejumlah nama yang terungkap ini merupakan beberapa agen rahasia yang mendapat hukuman akibat perbuatan mereka. Kebanyakan dari para mata-mata ini dihukum mati tanpa ampun.

Meski begitu, nama mereka begitu terkenal. Lewat peran yang mereka mainkan bisa mengelabui sejumlah pihak dan mendapat informasi penting. Seperti dikutip dari berbagai sumber, Sabtu (6/10/2018), berikut 5 mata-mata paling terkenal di dunia:

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 6 halaman

1. Sidney Reilly

Sidney Reilly diketahui sebagai agen Badan Layanan Rahasia (cikal bakal MI6) yang diduga menginspirasi Ian Fleming dalam menciptakan karakter fiksi James Bond. Reilly punya ikatan erat dengan Rusia, dan mendedikasikan hidupnya untuk mengalahkan rezim yang mulai berkuasa sejak 1917 meski sayangnya, ia gagal.

Ia membenci komunisme. Hal tersebut menjadi salah satu dari sedikit hal diketahui tentang hidupnya. Bahkan, tidak ada yang tahu di mana ia lahir dan bagaimana ia menjadi warga negara Inggris.

Reilly menceritakan kisah yang berbeda-beda mengenai hidupnya kepada orang lain. Ia mengaku pastor Irlandia, atau keturunan keluarga bangsawan Rusia -- tergantung dengan siapa ia berbicara.

Seperti yang dikatakan para sejarawan, Reilly tidak dapat dipercaya -- ia dilaporkan memata-matai baik Inggris mau pun Jepang pada Perang Rusia-Jepang (1904-1905).

Pada September 1925, Reilly menyeberangi perbatasan Uni Soviet-Finlandia untuk bertemu dengan jaringan antikomunis dari organisasi bernama Trust. Nyatanya, organisasi tersebut palsu, diciptakan oleh OGPU (penerus Cheka) untuk menjebak musuh-musuh Uni Soviet dari luar negeri.

Reilly, kendati licik dan berpengalaman, terkena jebakan tersebut bersama dengan musuh-musuh Soviet lainnya. Ia dieksekusi di sebuah hutan di dekat Moskow pada November 1925.

 

3 dari 6 halaman

2. Mata Hari

Mata Hari, seorang perempuan cantik kelahiran Belanda yang menjadi mata-mata. Wanita itu dieksekusi mati Prancis karena tertangkap melakukan spionase.

Dalam eksekusinya, Mata Hari yang saat itu menginjak usia 41 tahun menolak ditutup matanya saat regu tembak menghujam peluru ke tubuhnya. Sebelumnya, dia juga sempat melayangkan cium jauh ke para algojo tembak.

Saat diminta mengucapkan sepatah kata atau pun mengungkapkan perasaannya, dia menolak. "Tidak ada yang perlu saya ungkapkan. Jika ada pun aku akan menjaganya, ini cukup aku yang tahu," ujar Mata Hari, seperti dimuat The Star.

Mata Hari lahir di Belanda dengan nama asli Margaretha Geeruida Zelle. Ia pernah menikah dengan seorang tentara yang saat itu bertugas sebagai prajurit Belanda di Indonesia. Semasa itu, ia pernah tinggal di tanah air, mengikuti sang suami. Nama Mata Hari pun diambil dari kosakata Indonesia yang merujuk pada Matahari. Sang Surya. 

Takdir Margaretha menjadi mata-mata diawali kepindahannya ke Paris, Prancis.

Setelah jadi pemain sirkus, Margaretha banting setir jadi penari erotis. Di panggung dia memakai nama Mata Hari.

Dengan daya tarik sensualnya, Mata Hari menjelma jadi sosok yang dikenal. Dia punya hubungan intim dengan pejabat militer, politisi, dan orang-orang berpengaruh, bahkan jadi 'simpanan' putra mahkota Jerman saat itu -- koneksinya ini memungkinkan dia bepergian melintasi batas-batas negara.

Saat jadi penari telanjang di Berlin, Mata Hari dikabarkan direkrut agen rahasia Jerman. Beberapa penulis biografi, misalnya, Erika Ostrovsky yakin bahwa Mata Hari pernah menjalani pelatihan di sekolah mata-mata Jerman di Antwerp, Belgia. Oleh Jerman, dia disebut dengan kode 'H21'.

Selain jadi mata-mata Jerman, Mata Hari juga direkrut menjadi mata-mata Prancis -- yang dia lakukan demi uang agar bisa hidup bersama kekasihnya yang asal Rusia, Vladmir Masloff.

4 dari 6 halaman

3. Klaus Emil Julius Fuchs

Seorang ilmuwan nuklir papan atas, Klaus Emil Julius Fuchs, dijatuhi hukuman 14 tahun penjara di Old Bailey pada 1 Maret 1950 karena berperan sebagai mata-mata untuk Uni Soviet.

Dilansir BBC On This Day, Fuchs yang kala itu berusia 38 tahun mengaku bersalah atas empat pelanggaran di bawah Official Secrets Act atau UU Rahasia Negara.

Fuchs yang merupakan kelahiran Jerman, melarikan diri dari negara asalnya untuk menghindari kekejaman Nazi pada 1933. Ia pun datang di tanah Ingris dan dianggap sebagai salah satu ilmuwan nuklir papan atas.

Namun di balik itu, ia telah berkomiten untuk membocorkan sejumlah rahasia kepada Uni Soviet selama sepuluh tahun.

Jaksa Agung Sir Hartley Shawcross KC yang membuka kasus untuk penuntutan, mengatakan bahwa Fuchs tak diragukan lagi telah menyampaikan informasi kepada Uni Soviet lebih dari empat kali, meski dirinya diadili karena empat pelanggaran tertentu.

Menurut Shawcross, motivasi Fuchs adalah pengabdian teguh untuk komunisme.

 

5 dari 6 halaman

4. Dusan Popov

Pria asal Serbia kelahiran tahun 1912 ini sempat bekerja sebagai mata-mata untuk sejumlah badan intelijen beberapa negara di dunia di era masa Perang Dunia II. Di antaranya adalah, badan intelijen Inggris, MI5 dan MI6, Jerman, Abwehr dan Amerika Serikat, FBI.

Sebelumnya, ia tercatat sebagai mahasiswa S3 di University of Freiburg, Jerman. Popov diasingkan dari negara tersebut di tengah upayanya mengejar gelar doktor untuk jurusan hukum, lantaran nekat mengkritik pemerintahan Reich ketiga Jerman atau Nazi.

Pengasingan Popov dari Jerman tidak sepenuhnya membawa dampak buruk. Ia tetap menguasai setidaknya 4 bahasa yaitu, Jerman, Inggris, Prancis dan Italia.

Meski pada saat itu Popov lebih diketahui sebagai seorang agen ganda yang mengabdi hanya kepada Inggris dan sekutunya, dirinya juga diketahui pernah bekerja untuk badan intelijen Yugoslavia.

Saat mengemban profesi menjadi seorang mata-mata, Popov mengadopsi berbagai macam nama samaran. Mulai dari ‘Dusko’ untuk agen rahasia Yugoslavia, ‘Agent Scoot’ atau yang lebih populer 'Tricycle' untuk MI5, MI6 dan AS, hingga ‘Ivan’ untuk Abwehr Jerman.

 

6 dari 6 halaman

5. Aldrich Ames

Pria kelahiran 1941 ini tadinya adalah seorang analis CIA yang kemudian menjadi mata-mata bagi KGB. Pada 1994, Aldrich Hazen Ames didapati bersalah telah melakukan spionase melawan negerinya sendiri dan dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tanpa kesempatan pengampunan di lapas tingkat keamanan tinggi di Allenwood.

Ia memiliki masalah dengan alkohol dan penilaian buruk untuk kinerjanya, tapi tetap melangkah hingga akhirnya menjadi kepala kontra-intelijen divisi Soviet untuk CIA. Namun demikian, selagi berada dalam proses perceraian yang menguras biaya, Ames melangkah masuk ke dalam kedubes Soviet di Washington D.C. dan mencoba menjual rahasia-rahasia dagang.

Sewaktu menjadi pejabat kasus di CIA, dengan kemampuan bahasa Rusia dan spesialisasi dalam dinas intelijen Rusia (termasuk KGB), ia dikirim berdinas di Ankara, Turki, dengan tugas membidik para pejabat Rusia untuk rekrutmen.

Selama musim panas 1985, Ames beberapa kali bertemu dengan seorang diplomat Rusia dan memberikan informasi rahasia tentang orang-orang yang menjadi sumber bagi CIA dan FBI, dan juga tentang operasi-operasi teknis yang membidik Uni Soviet.

Selama 9 tahun kemudian, ia mengumpulkan bayaran hingga sekitar $2,7 juta dengan membeberkan jatidiri hampir semua agen rahasia dalam Uni Soviet yang bekerja bagi Amerika. Setidaknya ada 10 agen rahasia yang dihukum mati.

Para pejabat AS telah lama mencurigai adanya mata-mata, tapi Ames selalu lolos hingga 1994. Akhirnya, FBI menemukan bukti keterlibatan dalam tempat sampah dan komputernya.

Loading
Artikel Selanjutnya
Iran Klaim Tangkap 17 Mata-Mata CIA, Beberapa Dihukum Mati
Artikel Selanjutnya
10 Mata-Mata dan Agen Ganda Perempuan yang Bikin Geger Dunia