Sukses

Ini 5 Bukti Bahwa Ratu Elizabeth Adalah 'Bos Besar' di Pernikahan Harry dan Meghan?

Liputan6.com, London - Belum terhapus dalam ingatan kita tentang acara pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle yang sempat jadi sorotan masyarakat dunia.

Tampilan keduanya begitu menawan dan seolah-olah pernikahan itu terjadi seperti di negeri dongeng. Namun, terlepas dari mewahnya pesta pernikahan itu, ada hal lain yang cukup menarik untuk disimak.

Ratu Elizabeth yang saat ini menduduki kursi tertinggi dalam monarki Inggris menunjukkan bahwa ia adalah "bos besar" sesungguhnya dalam setiap acara yang diselenggarakan pihak istana.

Sejumlah fakta-fakta ini menunjukkan bahwa ia adalah orang yang paling berkuasa dan tak ada yang bisa membantahkan posisinya. Meski usianya tak lagi muda, Ratu Elizabeth masih punya kendali besar, sehingga mampu berbuat apa pun yang ia inginkan.

Seperti di pernikahan Pangeran Harry dan Meghan Markle, Ratu Elizabeth menunjukkan hal itu semua. Dikutip dari laman Townandcountrymag.com, Rabu (25/7/2018), berikut lima bukti bahwa Ratu Elizabeth adalah bos besar di pernikahan sang cucu:

 

Saksikan video pilihan di bawah ini:

2 dari 6 halaman

1. Ratu Elizabeth Datang Paling Terakhir Sebelum Pengantin Tiba

Biasanya para tamu undangan--baik biasa atau VIP--akan hadir terlebih dahulu sehingga tidak menggangu persiapan datangnya kedua mempelai dalam sebuah acara pernikahan.

Namun, apa yang dilakukan oleh Ratu Elizabeth sungguh berbeda. Ia datang setelah kursi tamu undangan terisi penuh. Bahkan, kehadirannya hanya selisih beberapa menit sebelum Meghan Markle tiba.

Kala itu, Ratu Elizabeth datang bersama Pangeran Philip sesaat sebelum Meghan Markle melangkahkan kakinya menuju St. George Chapel untuk menemui pasangannya.

3 dari 6 halaman

2. Pakai Baju dengan Warna Mencolok

Dalam acara pernikahan Meghan Markle dan Pangeran Harry yang berlangsung beberapa waktu lalu terlihat bahwa Ratu Elizabeth mengenakan pakaian berwarna hijau--sangat mencolok.

Sophie, Countess of Wessex, menjelaskan kecenderungan ibu mertuanya untuk mengenakan warna-warna pelangi di pakaiannya dalam sebuah film dokumenter berjudul The Queen at 90.

"Dia harus menonjol dari orang lain, sehingga semua bisa tahu bahwa dia adalah ratu," ujar Sophie.

Penulis biografi The Queen, Robert Hardman, pernah mengutip ucapannya, "Saya tidak pernah bisa memakai krem ​​karena tidak ada yang tahu siapa saya."

 

4 dari 6 halaman

3. Sudah Telat, Duduk di Kursi Terbaik

Meski sudah datang terlambat, ia masih saja dapat kursi terbaik. Posisinya sangat strategis untuk melihat cucunya mengikat janji suci.

Padahal, jika Putri Diana masih hidup, dialah yang berhak duduk di kursi itu. Seorang jurnalis melaporkan bahwa pihak protokoler istana sengaja membiarkan kursi itu kosong, sehingga dia bisa memiliki pemandangan yang bagus.

 

5 dari 6 halaman

4. Tidak Pernah Bernyanyi Lagu 'GOD SAVE THE QUEEN'

God Save The Queen adalah lagu kebangsaan rakyat Inggris. Dalam lagu itu menjelaskan bahwa besar harapan masyarakat agar ratu di negaranya selalu diberi kesehatan dan umur yang panjang.

Sehingga, dalam kasus ini Ratu Elizabeth II terlihat sekali bahwa ia adalah bos besar. Sungguh aneh rasanya jika ia turut bernyanyi lagu itu.

 

6 dari 6 halaman

5. Saat Ratu Selesai Makan, Semua Harus Berhenti

Semua orang tentu tahu, saat tengah makan bersama keluarga kita harus mendahulukan orang yang lebih dewasa. Di Indonesia sendiri, hal itu dianggap sebagai sebuah penghormatan.

Di Inggris ada sesuatu hal yang berbeda. Seluruh anggota kerajaan harus berhenti mengunyah ketika Ratu Elizabeth telah selesai makan.