Sukses

9 Orang di India Diduga Tewas Terinfeksi Virus Nipah

Liputan6.com, Kerala - Sebanyak sembilan orang dilaporkan meninggal dunia terinfeksi virus di Kerala, India Selatan. Para pejabat kesehatan setempat menduga kuat mereka terpapar virus Nipah.

Tiga korban di India Selatan itu terbukti positif terinfeksi virus Nipah dalam dua pekan terakhir. Sementara status enam orang lainnya masih dalam pemeriksaan dan hasilnya baru rampung pada Senin 21 Mei 2018 waktu setempat.

"25 orang lainnya dirawat di rumah sakit dengan gejala infeksi virus tersebut di Kozhikode," kata para pejabat seperti dikutip dari BBC, Senin (21/5/2018).

Nipah adalah infeksi yang dapat ditularkan ke manusia dari hewan. Tidak ada vaksinasi untuk virus yang memiliki tingkat kematian 70 persen ini.

Virus Nipah juga berada dalam daftar teratas dari 10 penyakit prioritas yang WHO identifikasi berpotensi memicu wabah besar.

Sekretaris Kesehatan Kerala, Rajeev Sadanandan mengatakan kepada BBC bahwa seorang perawat yang menangani pasien terinfeksi virus Nipah juga dilaporkan meninggal dunia.

"Kami telah mengirim sampel darah dan cairan tubuh dari semua kasus yang dicurigai terinfeksi virus Nipah untuk meminta konfirmasi dari National Institute of Virology di Pune. Sejauh ini, kami mendapat kabar bahwa tiga kasus kematian benar akibat Nipah," papar Rajeev Sadanandan.

"Kami sekarang berkonsentrasi pada tindakan pencegahan untuk mencegah penyebaran penyakit, karena perawatan terhadap infeksi virus tersebut masih terbatas pada perawatan suportif saja."

Binatang yang dianggap sebagai biang alamiah virus Nipah terutama adalah kelelawar buah.

Para pejabat kesehatan mengatakan mereka menemukan mangga yang digigit kelelawar di sebuah rumah warga di India selatan, di mana tiga orang meninggal akibat infeksi yang diduga dari virus Nipah.

 

 

Saksikan juga video berikut ini:

2 dari 2 halaman

Cara Mencegah Tertular Virus Nipah

Infeksi virus Nipah (NiV) adalah penyakit baru yang dapat ditularkan ke manusia dari hewan. Biang alamiah virus itu adalah kelelawar buah.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit WHO, infeksi Virus Nipah pertama kali diidentifikasi pada tahun 1999. Saat itu terjadi wabah ensefalitis dan penyakit pernafasan di antara peternak babi dan orang-orang yang kontak dekat dengan babi di Malaysia dan Singapura.

Hampir 300 kasus terjadi pada manusia yang mengakibatkan lebih dari 100 kematian.

Untuk menghentikan wabah itu, lebih dari satu juta babi disuntik mati. Hal itu menyebabkan kerugian perdagangan luar biasa bagi Malaysia.

Infeksi virus Nipah sejatinya dapat dicegah dengan menghindari paparan terhadap babi dan kelelawar yang sakit di daerah endemik, dan tidak minum getah kurma mentah.

Gejala infeksi virus Nipah termasuk demam, sakit kepala, mengantuk, penyakit pernapasan, disorientasi dan kebingungan mental. Tanda-tanda dan gejala ini dapat berkembang menjadi koma dalam 24 hingga 48 jam.

Sejauh ini tak ada vaksin untuk manusia atau hewan yang terinfeksi virus Nipah.