Sukses

Pesawat Jatuh di Iran, Seluruh Awak dan Penumpang Tewas

Liputan6.com, Teheran - Sebuah pesawat maskapai Asema Airlines penerbangan domestik relasi Teheran - Yasuj, Provinsi Isfahan, jatuh di kawasan pegunungan Zagros di Semirom, Isfahan Iran pada Minggu 18 Februari 2018 pagi waktu setempat.

Juru bicara untuk pihak maskapai mengonfirmasi kabar itu.

Ia juga menyatakan bahwa seluruh awak (6 orang) dan penumpang (60 orang) tewas akibat kecelakaan nahas tersebut.

"Usai pencarian di area jatuhnya pesawat, dengan sangat menyesal bahwa semua orang terkasih kita tewas dalam insiden itu," kata Juru Bicara Asema Airlines, Mohammad Tabatai kepada media pemerintah Iran IRIB, seperti dikutip dari media India NDTV (18/2/2018).

Mojtaba Khaledi, Juru Bicara Badan SAR Nasional Iran mengatakan kepada kantor berita ISNA bahwa sebuah helikopter telah dikirim ke lokasi jatuhnya pesawat.

"Mengingat fakta bahwa daerah tersebut bergunung-gunung, maka tidak mungkin bagi kami untuk mengirim mobil ambulans biasa. Maka, kami mengerahkan helikopter untuk mengangkut jenazah," katanya.

Seorang pejabat setempat mengatakan cuaca buruk telah menghambat pencarian helikopter.

"Semua petugas tanggap darurat sedang waspada," kata seorang juru bicara pemerintah.

Pesawat yang jatuh itu diketahui tipe ATR-72 twin-engine turboprop berusia 20 tahun yang digunakan untuk penerbangan jarak pendek.

Ia terbang meninggalkan Teheran pada pukul 05.00 waktu setempat dan menghilang dari radar beberapa saat kemudian.

Hingga kini, belum diketahui penyebab jatuhnya pesawat.

Aseman Airlines adalah maskapai semi-swasta yang berkantor pusat di Teheran, mengkhususkan diri untuk penerbangan relasi domestik dengan destinasi kota terpencil di penjuru Iran. Maskapai itu juga melayani beberapa relasi destinasi internasional.

Hingga berita ini turun, otoritas Iran tengah menyelidiki penyebab kecelakaan itu.

 

Saksikan juga video pilihan berikut ini:

Artikel Selanjutnya
Iran Perkenalkan Rudal Balistik yang Bisa Memicu Perang Dunia III
Artikel Selanjutnya
Konflik Israel dan Iran di Suriah Berujung pada Perang Terbuka?