Sukses

Presiden Filipina Tegaskan Dukungan bagi Komunitas LGBT

Liputan6.com, Manila - Presiden Filipina Rodrigo Duterte menegaskan hak-hak komunitas lesbian, gay, bisexual dan transgender (LGBT) akan dilindungi selama masa kepemimpinannya. Hal tersebut diungkapkan Duterte melalui pidatonya pada Minggu, 17 Desember 2017 waktu setempat.

"Anda mendapat jaminan saya bahwa setiap orang, setidaknya pada masa kepresidenan saya, akan dilindungi dan dipelihara sebagai manusia," kata Duterte dalam sebuah konferensi LGBT di Davao City, seperti dilansir kantor berita PNA dan dikutip dari CNN pada Senin (18/12/2018).

"Tidak ada penindasan dan kami akan mengakui peran penting Anda di tengah masyarakat," ujarnya.

Duterte, pemimpin kontroversial yang dituduh melakukan pelanggaran hak asasi manusia (HAM), terpilih pada 2016. Ia dinilai berhasil mencuri hati rakyat Filipina dengan sikapnya yang tidak toleran terhadap isu narkotika di negara itu.

Akibat perang melawan narkoba yang dilancarkan Duterte, ribuan pengguna dan penjual barang haram tersebut dilaporkan tewas. Tak sedikit dari mereka kehilangan nyawa di tangan warga sipil.

Pada bulan lalu, Duterte sempat membuat pengakuan kontroversial. Ia mengatakan pernah membunuh seseorang saat masih remaja. Kemudian pada saat menjabat sebagai Wali Kota Davao, ia juga mengaku menewaskan sejumlah pelaku kriminal.

1 dari 2 halaman

Perwakilan LGBT di Pemerintahan

Saat berpidato di Davao City yang merupakan kota kelahirannya, Duterte juga mengundang komunitas LGBT menunjuk perwakilan untuk duduk di pemerintahannya.

"Saya ingin ada perwakilan gay atau lesbian," tutur Duterte.

Seperti dikutip dari Channel News Asia, Duterte lebih lanjut mengatakan, "Bagi saya pernikahan sejenis adalah tren zaman modern. Jika itu membuat Anda bahagia, maka saya mendukungnya".

"Silahkan calonkan seorang yang jujur dan pekerja keras. Saya beri Anda waktu hingga minggu kedua bulan Januari untuk mengusulkan seseorang," tegas pria yang akrab disapa Digong tersebut.

Dukungan Duterte terhadap komunitas LGBT dinilai menunjukkan perubahan sikap. Sebelumnya pada Maret lalu, di hadapan warga Filipina di Myanmar ia mengatakan menentang pernikahan sesama jenis.

Duterte menegaskan bahwa pernikahan selain yang dilakukan pria dan wanita tidak dapat diterima di Filipina. Mayoritas penduduk negara itu merupakan penganut Katolik.

Artikel Selanjutnya
Wamenlu RI: Wanita Berperan Penting dalam Menjaga Perdamaian Dunia
Artikel Selanjutnya
Hadir di Konferensi Kepemudaan Islam Azerbaijan, Ini yang Disuarakan PMII