Sukses

Sebelum Memilih Mundur, Ini Prestasi Internasional Najwa Shihab

Liputan6.com, Jakarta - Publik dikejutkan dengan kabar berhentinya tayangan Mata Najwa di Metro TV. Tidak hanya program talkshow yang setop, namun Najwa Shihab (39) selaku tuan rumah juga mengumumkan akan mengakhiri kariernya di stasiun televisi berita tersebut.

Nana, panggilan akrab Najwa, menyampaikan kabar tersebut langsung melalui akun pribadinya di sejumlah media sosial, salah satunya Instagram.

"'Eksklusif Bersama Novel Baswedan' menjadi episode live terakhir Mata Najwa. Sudah 7 tahun Mata Najwa mengudara. Sejak episode perdana 'Dunia dalam Kotak Ajaib' yang tayang pada 25 November 2009 hingga wawancara eksklusif Novel Baswedan pada 26 Juli 2017, total sudah 511 episode Mata Najwa," tulis Najwa dalam sebuah postingan di akun pribadi Instagramnya.

Selama tiga pekan ke depan, Mata Najwa akan menayangkan kolase berbagai episode lama hingga akhirnya tiba pada episode final: "Catatan Tanpa Titik".

Sepanjang berkarier sebagai jurnalis atau memandu program talkshow, Najwa telah banyak meraih penghargaan baik berskala lokal maupun internasional.

Sejak tahun 2006, Najwa telah masuk nominasi kategori pembaca berita terfavorit dalam ajang Panasonic Gobel Awards. Namun, baru pada tahun 2015, putri dari cendekiawan muslim Quraish Shihab ini berhasil mengenggam piala tersebut.

Oleh Badan Pengawas Pemilu, pada tahun 2015, Najwa dinobatkan sebagai Presenter Pemilukada Terbaik.

Adapun oleh Elle Magazine, perempuan cantik ini diberi penghargaan sebagai The Influential Woman of The Year pada tahun 2016. Sementara, tahun 2015, Forbes Magazine mengumumkan sosoknya sebagai Most Progressive Figure.

Pada tahun 2011, ibu satu anak ini dianugerahi Young Global Leader oleh the World Economic Forum. Masih pada tahun yang sama, Najwa juga meraih Highly Commended dalam kategori Best Current Affairs Presenter pada ajang Asian TV Awards.

Sebelumnya, pada tahun 2007 dan 2009, Najwa juga meraih Highly Commended dalam kategori Best Current Affairs Presenter pada ajang serupa.

Najwa telah 17 tahun menjadi bagian dari Metro TV. Perempuan jebolan Fakultas Hukum Universitas Indonesia tahun 2000 itu mendunia berkat laporan-laporannya saat bencana gempa dan tsunami melanda Aceh pada Desember 2004.

"Tujuh belas tahun bukan waktu yang singkat. Rasa bangga menjadi reporter pertama Metro TV, sebagai pemilik kode reporter 01 dalam istilah teman-teman di Kedoya, sampai kapan pun tak akan luntur," ungkap Najwa melalui postingan bertajuk Menuju Catatan Tanpa Titik.

 

Saksikan video berikut: