Sukses

10 Nama 'Mengejutkan' dalam Skandal Panama Papers

Liputan6.com, Jakarta - Panama Papers, bocoran 11,5 juta dokumen dari pusat data firma hukum Mossack Fonseca yang bermarkas di Panama diyakini bakal memicu skandal besar, bahkan lebih dahsyat dari apa yang pernah disebabkan WikiLeaks.

Bocoran tersebut didapatkan surat kabar Jerman, Süddeutsche Zeitung, yang membagikan data-data tersebut dengan International Consortium of Investigative Journalists (ICIJ).

Dokumen itu memberi gambaran bagaimana para orang kaya dunia melakukan pencucian uang dan menghindari pajak atau sanksi internasional.


Mereka menggunakan Mossack Fonseca, firma hukum Panama yang beroperasi secara global -- khususnya di wilayah yang dijuluki sebagai 'surga pajak' termasuk Swiss, Siprus, British Virgin Islands, dan sejumlah wilayah Independen Kerajaan Inggris di Guernsey, Jersey, dan Isle of Man.

Ada banyak nama yang tertera dalam dokumen tersebut, di antaranya 12 pemimpin negara -- yang ada di antara daftar 143 politikus dunia. Juga ada keluarga para penguasa dan orang-orang dekat mereka.

Beberapa di antara nama-nama tersebut juga dinilai mengejutkan, karena merupakan atau terkait dengan tokoh-tokoh besar.

Berikut 10 di antaranya seperti Liputan6.com kutip sebagian dari Sydney Morning Herald, Senin (4/4/2016):

1. Petro Poroshenko, Presiden Ukraina

Presiden Ukraina Petro Poroshenko saat berpidato di Sidang Umum PBB ( Reuters/Carlo Allegri)


Petro Oleksiyovych Poroshenko adalah miliarder yang akhirnya terpilih sebagai Presiden Ukraina.

'Raja Cokelat' itu menduduki kursi kekuasaan pada 2014. Ia kerap melabeli dirinya sebagai 'lawan oligarki kekuasaan yang korup'. Tahun lalu, pria yang lahir pada 26 September 1965 tersebut menjanjikan, 'akan mencegah pengaruh yang tidak pantas dari kepentingan pribadi atas negara'.

Menurut International Consortium of Investigative Journalists  (ICIJ), saat tentara Rusia memasuki wilayah Timur Ukraina pada Agustus 2014, Poroshenko menjadi pemegang saham tunggal atas Prime Asset Partners Ltd, yang didirikan di British Virgin Islands.

Seorang juru bicara Poroshenko mengatakan, meski Prime Asset Partners belum disebutkan dalam laporan kekayaan sang Presiden, perusahaan itu didirikan untuk membantu penjualan gula-gula Grup Roshen.

2. Salman bin Abdulaziz bin Abdulrahman Al Saud, Raja Arab Saudi

Raja Arab Saudi Salman Bin Abdulaziz Al Saud saat melihat lokasi jatuhnya crane di Masjidil Haram, Kota Mekah, Arab Saudi. Raja akan terus menginvestigasi dan menyelidiki jatuhnya crane. (REUTERS/ Bandar al-Jaloud)


Raja Salman mewarisi takhta setelah saudaranya meninggal pada Januari 2015. Menurut bocoran data Mossack Fonsec, ia memiliki "peran yang tidak ditentukan" dalam jaringan perusahaan di British Virgin Islands.

Perusahaan-perusahaan tersebut diduga digunakan untuk membeli rumah-rumah mewah bernilai jutaan dolar di London.

Raja Salman juga menjadi 'pengguna prinsip' motor yacht, Erga, yang didaftarkan oleh sebuah perusahaan di British Virgin Islands -- yang bisa ditelusuri keterkaitannya dengan sang penguasa negeri petro dolar itu.

3. Li Xiaolin, putri mantan Perdana Menteri China Li Peng

Li, yang memegang jabatan vice-president China Power Investment Corporation, dijuluki sebagai "Power Queen".

ICIJ melaporkan, ia dan suaminya menjadi beneficial owners dari Lichtenstein foundation yang dimiliki perusahaan di British Virgin Islands, yang menerima keuntungan ekspor mesin-mesin berat dari Eropa ke China.

4. Sergey Roldugin, teman dekat Presiden Rusia Vladimir Putin

 Vladimir Putin, politikus Rusia yang berhasil menjabat Presiden sejak 7 Mei 2012 silam.


Roldugin adalah pemain cello kelas dunia sekaligus direktur artistik St Petersburg House of Music. Pada akhir tahun 1970-an, hubungannya dengan Putin bak saudara.

Ia juga menjadi ayah baptis putri sulung Putin.

Menurut ICIJ, ia memiliki perusahaan offshore. Salah satunya mendapatkan 'pengaruh besar' atas perusahaan pembuat truk terbesar di Rusia. Lainnya mengendalikan pembeli iklan televisi di Negeri Beruang Merah.

5. Arkady dan Boris Rotenberg, teman-teman Vladimir Putin

Dua bersaudara miliarder tersebut adalah teman kecil Putin. Hubungan ketiganya dikuatkan dengan kegemaran mereka terhadap seni bela diri.

Keduanya mengumpulkan kekayaan bernilai miliaran dolar melalui kontrak dengan negara maupun perusahaan pelat merah. Nama mereka bahkan ada dalam daftar sanksi AS.

Menurut data ICIJ, mereka setidaknya memiliki 7 perusahaan yang terdaftar di  British Virgin Islands -- yang terlibat dalam berbagai proyek termasuk konstruksi pipa dan pembangunan sebuah villa Italia.

2 dari 2 halaman

PM Islandia hingga Lionel Messi

6. Juan Pedro Damiani, anggota komite etik FIFA

Juan Pedro Damiani adalah orang terkaya sekaligus ketua organisasi sepak bola di Uruguay.

Ia menjadi salah satu klien terbesar Mossack Fonseca. Suddeutsche Zeitung melaporkan, Damiani mengendalikan sejumlah perusahaan -- yang diduga menjadi penerima suap untuk anggota FIFA.

Damiani adalah seorang pengacara yang memiliki firma hukum yang membela tiga terdakwa dalam skandal FIFA.

BBC melaporkan, Damiani dan firmanya menyediakan bantuan hukum untuk setidaknya 7 perusahaan offshore yang terkait pejabat sepak bola, Eugenio Figueredo yang ditahan Mei lalu atas tuduhan penipuan dan pencucian uang.

7. Sigmundur David Gunnlaugsson, Perdana Menteri Islandia

Panama Papers menguak Gunnlaugsson dan istrinya menyembunyikan tumpukan uang mereka di 'surga pajak' yang belum diketahui persisnya, sementara negaranya nyaris tenggelam sebagai akibat krisis finansial.

Sebuah perusahaan di British Virgin Islands yang dimiliki oleh istrinya kini mengklaim jutaan dolar dari harta pailit bank Islandia yang bangkrut.

Gunnlaugsson, yang menjadi perdana menteri pada 2013, terlibat erat dalam negosiasi dengan pengadu aset bank, demikian dilaporkan MBL.is -- tindakan yang bisa mempengaruhi nilai obligasi perusahaan mlik istrinya.

8. Ian Cameron, ayah Perdana Menteri Inggris David Cameron

Ian Cameron, yang meninggal pada 2010 mendapatkan pundi-pundi harta sebagai pialang saham dan investor.

Menurut ICIJ, perusahaan Blairmore Holdings miliknya di Panama memiliki jutaan dolar dengan tidak dikenakan pajak penghasilan atau keuntungan modal.

9. Mauricio Macri, Presiden Argentina

Presiden Argentina Mauricio Macri diduga menjadi seorang direktur di Bahama yang didirikan pada tahun 1998.

Ayah dan saudaranya juga dilaporkan menjabat sebagai direktur.

ICIJ melaporkan, ia tidak melaporkan keterkaitannya dengan perusahaan tersebut dalam laporan harta kekayaan pada 2007 dan 2008, saat ia menjabat Wali Kota Buenos Aires.

Juru bicara Presiden, Ivan Pavlosky, dalam pernyataannya menyebut, Macri tak pernah punya saham dalam perusahaan yang disebut.

"Macri secara tidak tetap ditunjuk sebagai direktur dalam perusahaan hanya karena kaitan perusahaan tersebut dengan bisnis keluarga," kata juru bicara tersebut.

10. Lionel Messi, pemain sepak bola

Kapten Timnas Argentina, Lionel Messi (101 Great Goals / Liputan6)

Pemain sepak bola Lionel Messi dan ayahnya terdaftar dalam dokumen itu melakukan sejumlah pencucian uang.