Liputan6.com, Madiun - Muk (29) warga Gemarang, Kabupaten Madiun, pasien yang dicurigai atau 'suspect' terjangkit virus ebola yang dirawat di RSUD dr Seodono, Madiun, Jawa Timur, mengalami penurunan jumlah trombosit.
"Hasil uji laboratorium menunjukkan bahwa pasien bersangkutan mengalami penurunan jumlah trombosit. Tidak hanya itu, pasien juga mengalami gangguan fungsi ginjal. Namun, sejauh ini kondisinya masih stabil," ujar Kepala Pelayanan Medik RSUD dr Soedono, Madiun, dr Sjaiful Anwar SpJP, Sabtu (1/11/2014).
Menurut dia, hasil diagnosis sejauh ini positif penyakit malaria. Namun, karena yang bersangkutan pernah berada di daerah endemis, maka dicurigai atau suspect ebola.
Karena dicurigai ebola, maka perawatan yang diberikan merupakan perawatan standar Badan Kesehatan Dunia (WHO). Antara lain, perawat wajib mengenakan penutup kepala, kacamata pelindung, masker jenis N95, serta baju rangkap tiga.
Selain itu, perawat juga harus memakai sarung tangan dan sepatu bot. Pakaian rangkap tiga itu meliputi, bahan linen, gaun pelindung, dan gaun pelindung plastik sekali pakai. Setelah dipakai pakaian itu langsung dibuang.
"Penerapan SOP tersebut agar pasien tidak menularkan virus ke orang lain, terutama tenaga medis yang menanganinya," terang dia.
Pihaknya terus berkoordinasi dengan RSUD dr Soetomo, Surabaya untuk melakukan pemantauan kondisi pasien bersangkutan. Jika kondisinya tidak membaik akan dirujuk ke Surabaya.
Sementara, Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Kabupaten Madiun Suyadi membenarkan ada seorang mantan TKI asal daerahnya yang dicurigai terjangkit ebola.
"Saat ini yang bersangkutan masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr Soedono, Madiun. Kami terus memantau kasusnya," ungkap Suyadi.
Berdasarkan penelusuran, Muk bersama 34 TKI lainnya dari berbagai wilayah di Indonesia bekerja di daerah hutan di Liberia, Afrika. Ia bekerja di Liberia sejak Maret 2014.
Kemudian, pria itu pulang bersama 31 TKI lainnya karena berbagai alasan. Delapan di antaranya berasal dari Kecamatan Pilangkenceng, Mejayan, Gemarang, dan Saradan, Kabupaten Madiun. Namun, hanya Muk yang mengalami demam tinggi.
Sebelum dipulangkan ke Tanah Air, pasien mengalami demam dan sempat dikarantina di Liberia selama sepekan. Sepulang ke Indonesia, Muk juga sempat dikarantina di Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Namun hanya sehari dan akhirnya pulang ke Madiun.
Setelah lima hari berada di kampung halamannya, Muk kembali demam hingga akhirnya dirujuk ke RSUD dr Soedono.
Sedangkan, mantan TKI asal Kabupaten Madiun lainnya yang tidak demam, terus dipantau keadaannya oleh petugas Dinas kesehatan setempat.
Sebelumnya diberitakan BBC, Wuk bersama sekitar 27 orang TKI asal Madiun lainnya meninggalkan Liberia setelah negeri itu dilanda endemik virus Ebola yang menewaskan lebih dari 4.000 orang di sejumlah negara di wilayah Afrika timur.
"Masih suspect Ebola. Karena berdasarkan klasifikasi Badan Kesehatan Dunia (WHO), pasien dengan demam tinggi dari negara endemik Ebola, dimasukkan sebagai suspect Ebola," kata Kepala bidang pelayanan medik RS Soedono, Dr Syaiful Anwar kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan. (Ant/Ans)
Dikarantina, Trombosit Pasien Suspect Ebola Madiun Turun
Diagnosis sejauh ini positif penyakit malaria. Namun karena yang bersangkutan pernah berada di daerah endemik virus Ebola.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/732526/original/010979100_1409825724-Ebola-Virus-aji-140904-7.jpg)
Perbesar
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
Sixtainability
- Pulihkan Habitat Macan Tutul, 325 Hektare Hutan di Halimun Salak Direstorasi14 jam yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4653599/original/043466900_1700279714-WhatsApp_Image_2023-11-18_at_10.51.59.jpeg)
- Seperti Manusia, AI Juga Bisa Brain Rot Akibat Konten Receh1 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355055/original/082772300_1790070742-roman-budnikov-LrmVfNfhFOw-unsplash.jpg)
- Menakar Masa Depan Sustainable Fashion, dari Upcycling hingga Merawat Karya Perajin Lokal3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9387840/original/049454400_1793576292-S__73179165.jpg)
- Merawat Keanekaragaman Hayati Sumatera Lewat Konservasi Tanaman Langka3 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5437037/original/069686000_1765195130-WhatsApp_Image_2025-12-08_at_16.01.33.jpeg)
- Subholding Gas Tekan Emisi 29 Ribu Ton CO2 dari Efisiensi Energi5 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3559193/original/024993600_1630573027-vlcsnap-2021-09-02-11h09m01s068__2_.jpg)
- RPTRA Kebon Sirih, Oase Hijau di Tengah Padatnya Jakarta6 hari yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385978/original/063727200_1793288759-IMG-20261029-WA0009.jpg)
- Sektor Kelistrikan Bidik Hidrogen dan Amonia untuk Tekan Emisi1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9385027/original/054806600_1793210212-WhatsApp_Image_2026-10-27_at_8.55.27_PM.jpeg)
- BRI Salurkan KUR Rp144,59 Triliun ke 2,76 Juta Debitur, Sektor Produksi Mendominasi1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9384251/original/014376200_1793163977-WhatsApp_Image_2026-10-26_at_16.11.48.jpeg)
- Cegah Perubahan Iklim, Badan Geologi Petakan Lokasi Penyimpanan Karbon1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5193655/original/000476600_1745236051-ChatGPT_Image_Apr_21__2025__06_46_46_PM.jpg)
- BRILink Agen Fillio Jangkau Pinggiran Dumai, Layani Kebutuhan Masyarakat lewat 4 Outlet1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9382249/original/070234100_1792985471-WhatsApp_Image_2026-10-25_at_09.42.1222.jpeg)
- Ketika Antibiotik Tak Lagi Mempan, AI Bikin Virus untuk Bunuh Infeksi Kronis1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4058765/original/090496100_1655735658-Vaksinasi_Flu.jpg)
- Abrasi dan Rob Ancam 400 Hektare di Batang, 1.000 Mangrove Ditanam1 minggu yang lalu
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9381694/original/075241200_1792850777-IMG-20261023-WA0078.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2925355/original/035083300_1569813395-20190930-Apel-Pelantikan-Presiden-10.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9390616/original/018537700_1793860521-WhatsApp_Image_2026-11-05_at_1.34.50_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5389018/original/062498400_1761184750-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__95_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5573660/original/028626000_1777948829-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-05-05T093819.531.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328470/original/098769400_1787196258-eb4.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/952561/original/035761200_1439286339-ebola-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2863165/original/013425200_1564030339-ebolita.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9328467/original/059403600_1787196258-eb1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/thumbnails/8260133/original/034892500_1781575945-wabah-ebola-mengganas-di-kongo-181-orang-tewas-dalam-sebulan-1b292d.jpg)
![[Kolom Pakar] Prof Tjandra Yoga Aditama: Harapan untuk Ebola](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/wF8URfnt7HTBaMSpz-AwATdqsVc=/200x113/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5363781/original/020508200_1758964473-WhatsApp_Image_2025-09-27_at_14.47.09.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/7605258/original/043665800_1780389546-budi_gunadi__4_.jpeg)