Sukses

Aya Sofya, Peninggalan Arsitektur Kristen dan Islam

Liputan6.com, Istanbul: Berkunjung ke Istanbul, Turki, belum lengkap tanpa melihat kemegahan Aya Sofya. Museum paling bersejarah di Kota Istanbul itu sebelumnya merupakan Gereja Hagia Sophia yang kemudian berubah menjadi Masjid Aya Sofya.

Aya Sofya dibangun pada abad ke-4, berupa gedung Gereja Katedral. Namun Hagia Sophia sempat hancur akibat perang. Bangunan itu akhirnya direnovasi dan selesai dibangun pada tahun 537 Masehi, atau hampir 1.500 tahun lalu. Seribu tahun kemudian, Konstantinopel ditaklukkan oleh Sultan Mehmed II, tepatnya pada tahun 1453. Sultan kemudian mengubah gerega itu menjadi masjid.

Pada tahun 1932, penguasa Turki saat itu, Kemal Attaturk mengalihfungsikan Masjid Aya Sofya menjadi museum. Kemegahan bangunan masa lalu pun semakin terasa ketika kubah raksasa berdiameter 31 meter yang berada di tengah dihiasi kaligrafi. Budaya Kristen dan Islam bercampur menghiasi dinding dan pilar berbahan marmer ini. Ruangan di lantai dua dikelupas hingga mozaik peninggalan masa gereja Hagia Sophia kembali terlihat, sementara peninggalan Masjid Aya Sofya di ruangan lainnya.

Usai mengunjungi Museum Aya Sofya, wisatawan biasanya menghabiskan waktu di taman yang berada di samping museum. Biasanya, pengunjung akan menikmati jus delima Turki yang biasa disebut jus naar. Hal unik yang ditawarkan, penjual jus di pojok taman ini mengenakan pakaian tradisional negara tersebut. Para pembeli pun menyukai rasa buah lokal ini.(OMI/Aryo Adi Prabowo)