Karikatur Nabi Muhammad Terbitan Harian Denmark Dikecam

Perdana Menteri Denmark Anders Fogh Rasmussen menolak meminta maaf atas nama harian Jyllands-Posten karena negaranya menganut paham kebebasan pers. Sentimen anti-Denmark pun merebak.

Diterbitkan 01 Februari 2006, 01:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Kopenhagen: Kenekatan harian lokal Denmark Jyllands-Posten menyebarluaskan 12 karikatur Nabi Muhammad S.A.W menuai kritik. Sentimen anti-Denmark pun marak. Umat Islam dari Palestina, Irak, dan Arab Saudi bersuara paling keras. Selain menggelar unjuk rasa, baru-baru ini, mereka juga sepakat memboikot semua produk dari Denmark.

Swedia dan Norwegia juga ikut kena getah karena juga membiarkan koran lokal setempat memuat karikatur sejenis. Khawatir terjadi penganiayaan terhadap warganya, Denmark diikuti Swedia dan Norwegia, belakangan menutup kedutaan besar dan konsulat jenderal di negara-negara yang mengecam mereka. Pemerintah ketiga negara itu juga mengeluarkan travel warning agar menghindari kunjungan ke negara-negara berpenduduk mayoritas penganut Islam.

Gambar nabi Muhammad awalnya dilansir pada September 2005. Sosok nabi Muhammad, salah satunya digambarkan mengenakan sorban berbentuk bom. Duta besar negara-negara berpenduduk mayoritas Islam termasuk Indonesia di Kopenhagen melayangkan surat protes kepada pemerintah Denmark. Tetapi, Perdana Menteri Denmark Anders Fogh Rasmussen menolak meminta maaf karena negaranya menganut paham kebebasan pers. Sementara redaksi Jyllands-Posten meski meminta maaf menjelaskan, karikatur itu bukan untuk menghina umat Islam, tetapi upaya komunikasi, informasi, dan penerangan.(KEN/Nlg)