Swedia dan Norwegia juga ikut kena getah karena juga membiarkan koran lokal setempat memuat karikatur sejenis. Khawatir terjadi penganiayaan terhadap warganya, Denmark diikuti Swedia dan Norwegia, belakangan menutup kedutaan besar dan konsulat jenderal di negara-negara yang mengecam mereka. Pemerintah ketiga negara itu juga mengeluarkan travel warning agar menghindari kunjungan ke negara-negara berpenduduk mayoritas penganut Islam.
Gambar nabi Muhammad awalnya dilansir pada September 2005. Sosok nabi Muhammad, salah satunya digambarkan mengenakan sorban berbentuk bom. Duta besar negara-negara berpenduduk mayoritas Islam termasuk Indonesia di Kopenhagen melayangkan surat protes kepada pemerintah Denmark. Tetapi, Perdana Menteri Denmark Anders Fogh Rasmussen menolak meminta maaf karena negaranya menganut paham kebebasan pers. Sementara redaksi Jyllands-Posten meski meminta maaf menjelaskan, karikatur itu bukan untuk menghina umat Islam, tetapi upaya komunikasi, informasi, dan penerangan.(KEN/Nlg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9337193/original/082818200_1788236451-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-09-01T111508.347.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3552918/original/093561000_1630045352-cek_fakta_kpk_2.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5552691/original/021118100_1775819655-Dedi_Mulyadi_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9333506/original/017979900_1787792443-ev9.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/453235/original/010206alnkarikatur.jpg)