Katrina Mendekat, Ratusan Ribu Warga Mengungsi

Pemerintah Kota New Orleans, AS, meminta ratusan ribu warganya untuk mengungsi. Seruan ini menyusul akan datangnya badai Katrina dengan kencangnya angin 284 kilometer per jam.

Diterbitkan 29 Agustus 2005, 08:43 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, New Orleans: Pemerintah Kota New Orleans, Negara Bagian Louisiana, Amerika Serikat, belum lama ini, memerintahkah ratusan ribu warganya untuk mengungsi. Instruksi ini dikeluarkan sehubungan dengan badai Katrina yang kemungkinan melanda kota itu [baca: Badai Katrina Menewaskan Empat Warga Florida].

Wali Kota New Orleans Ray Nagin memperingatkan, badai tropis itu dapat menimbulkan gelombang pasang hingga mencapai tinggi 8,5 meter. Kondisi itu bisa mengakibatkan tanggul-tanggul kota jebol serta menimbulkan banjir di French Quarter, salah satu tempat bersejarah di New Orleans. Sehubungan adanya ancaman badai Katrina, Presiden AS George Walker Bush juga mengumumkan pemberlakuan keadaan darurat di Louisiana dan Mississippi.

Pada pukul dua waktu setempat, Katrina dikategorikan sebagai topan berskala lima dengan membawa angin berkekuatan 284 kilometer per jam. Ini menjadikan Katrina sebagai badai terdahsyat setelah topan hari buruh yang menerjang Florida tahun 1935. Setelah New Orleans, badai Katrina juga diperkirakan akan menerjang perbatasan Florida-Alabama sebelum menuju Mississippi dan ke barat menuju Morgan City di Lousiana. Katrina juga akan mengakibatkan hujan dengan curah tinggi yaitu mencapai 38 sentimeter.

Topan berkategori lima yang paling akhir menerjang wilayah itu adalah topan Camille di tahun 1969. Camille meluluhlantakkan Negara Bagian Louisiana dan Alabama serta menewaskan ratusan orang. Sedangkan angin topan Andrew yang melanda Miami tahun 1992, tercatat sebagai bencana alam yang menimbulkan kerugian terbesar dalam sejarah AS.(BOG/Ijx)