Liputan6.com, Jakarta: Tujuh wanita asal Cina terjaring operasi yang digelar jajaran Imigrasi dan beberapa instansi lainnya di beberapa tempat hiburan malam di Jakarta, Kamis (6/1) malam. Mereka diduga menyalahi aturan izin tinggal di Indonesia, seperti menjadi pekerja seks komersial.
Menurut Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Timur Arwin Adityawarman, ketujuh wanita ini berasal dari beberapa provinsi di Cina. Dua di antaranya dipastikan melanggar aturan keimigrasian karena memanfaatkan izin kunjungan keluarga dengan bekerja sebagai PSK di sebuah diskotek di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat. Ini terbukti setelah tim terlebih dulu menyaru sebagai pelanggan dan mem-booking kedua wanita tersebut. Sedangkan lima lainnya masih dimintai keterangan.
Para wanita asal RRC tadi rata-rata masih berusia belasan dan baru lulus sekolah setingkat lanjutan tingkat pertama. Mereka mengaku kedatangannya ke Jakarta dibiayai agen dan tergiur dengan tawaran tarif yang tinggi, yaitu Rp 1,5 juta untuk sekali menemani tamu.
Razia wanita mancanegara yang menjadi pelacur di Ibu Kota bukan kali ini digelar. Desember silam, petugas Imigrasi juga telah menangkap 18 wanita asal Cina daratan di tempat kebugaran Beverly Hills Spa, Jakarta Barat, Desember silam. Di lokasi yang menyediakan layanan kolam rendam, pijat, dan sauna ini mereka berprofesi sebagai ahli terapi. Profesi ini diduga hanya menutupi kegiatan prostitusi mereka [baca: Belasan Wanita Cina Ditangkap]. Praktik prostitusi mereka terbongkar setelah seorang di antaranya tertangkap basah memberi jasa layanan seks pada petugas yang menyamar.(DEN/Vivi Waluyo dan Yulianus Kriswantoro)
Menurut Kepala Kantor Imigrasi Jakarta Timur Arwin Adityawarman, ketujuh wanita ini berasal dari beberapa provinsi di Cina. Dua di antaranya dipastikan melanggar aturan keimigrasian karena memanfaatkan izin kunjungan keluarga dengan bekerja sebagai PSK di sebuah diskotek di kawasan Mangga Besar, Jakarta Barat. Ini terbukti setelah tim terlebih dulu menyaru sebagai pelanggan dan mem-booking kedua wanita tersebut. Sedangkan lima lainnya masih dimintai keterangan.
Para wanita asal RRC tadi rata-rata masih berusia belasan dan baru lulus sekolah setingkat lanjutan tingkat pertama. Mereka mengaku kedatangannya ke Jakarta dibiayai agen dan tergiur dengan tawaran tarif yang tinggi, yaitu Rp 1,5 juta untuk sekali menemani tamu.
Razia wanita mancanegara yang menjadi pelacur di Ibu Kota bukan kali ini digelar. Desember silam, petugas Imigrasi juga telah menangkap 18 wanita asal Cina daratan di tempat kebugaran Beverly Hills Spa, Jakarta Barat, Desember silam. Di lokasi yang menyediakan layanan kolam rendam, pijat, dan sauna ini mereka berprofesi sebagai ahli terapi. Profesi ini diduga hanya menutupi kegiatan prostitusi mereka [baca: Belasan Wanita Cina Ditangkap]. Praktik prostitusi mereka terbongkar setelah seorang di antaranya tertangkap basah memberi jasa layanan seks pada petugas yang menyamar.(DEN/Vivi Waluyo dan Yulianus Kriswantoro)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262299/original/014349800_1781777647-Tugas__37_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5226996/original/003118400_1747799527-Putin.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/429932/original/070105aWna.jpg)

:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8584006/original/084196900_1782546499-AP26178201151443.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8583299/original/047451600_1782545178-AP26178061252747.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8526854/original/004442800_1782457565-Hong_Myung-bo.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8384804/original/025311600_1782263854-kroasia.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8581680/original/086573300_1782542126-AP26178050808259.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8208033/original/056349800_1781066890-063_2280813255.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8293308/original/041888100_1782155517-AP26173640031261.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8322380/original/064889600_1782191323-063_2282870058.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578726/original/087210500_1782537285-063_2283517405.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8578725/original/075292300_1782537284-063_2283517529.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8513111/original/058658300_1782436597-063_2283345627.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261509/original/095684300_1781725548-RD_Kongo_s_Yoane_Wissa.jpg)