Liputan6.com, Jakarta: Departemen Kesehatan dan Palang Merah Indonesia Pusat menandatangani kesepakatan bersama tentang pengadaan dan pembiayaan darah bagi penderita demam berdarah dengue (DBD), Kamis (26/2). Kesepakatan ini untuk menanggulangi kemungkinan terjadinya kekurangan pasokan darah yang saat ini sangat dibutuhkan penderita demam berdarah. Dalam acara tersebut juga dilakukan donor darah yang dipelopori Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat Jusuf Kalla dan Ketua Umum PMI Mar`ie Muhammad.
Menurut pihak PMI, pengadaan darah sejauh ini masih dapat tercukupi. Tapi, pengadaannya cukup mahal sehingga pembiayaan pengadaan darah akan ditanggung pemerintah. Berdasarkan data Depkes hingga Rabu kemarin, penderita DBD seluruh Indonesia telah mencapai 13.700 orang lebih dengan korban jiwa sekitar 255 orang.
Sementara itu Depkes juga telah menyepakati dana untuk penanggulangan "Kejadian Luar Biasa" (KLB) demam berdarah sebesar Rp 150 miliar [baca: Depkes Meminta Anggaran Tambahan Penanggulangan DB]. Menurut Menteri Kesehatan Achmad Sujudi, dana tersebut digunakan buat sejumlah kejadian darurat, termasuk penanggulangan demam berdarah. Namun, Menko Kesra menjelaskan, dana yang sudah siap baru Rp 50 miliar. Dana ini akan digunakan untuk pembiayaan perawatan demam berdarah di seluruh Indonesia. Dana tersebut juga sudah bisa langsung dicairkan, terutama bagi rumah sakit yang sangat membutuhkan dana tambahan.
Di sisi lain, korban meninggal akibat demam berdarah di Jakarta terus bertambah. Di Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih, Cawang, Jakarta Timur, seorang bocah berumur enam tahun bernama Norma meninggal dunia. Ironisnya, warga Petamburan, Jakarta Pusat ini baru masuk rumah sakit pagi tadi. Kematian Norma menambah daftar panjang korban jiwa deman berdarah yang hingga saat ini tercatat mencapai 51 jiwa dan sebagian besar anak-anak [baca: Demam Berdarah Telah Menewaskan 245 Orang].
Sementara bertambahnya pasien baru demam berdarah hingga siang ini juga membuat tim medis RSUD Budhi Asih tampak sibuk. pihak rumah sakit sejauh ini terpaksa menempatkan sejumlah pasien di koridor sebagai tempat perawatan. Selain itu, pihak rumah sakit mulai juga mengeluhkan kekurangan cairan seperti ringer-laktat yang persediaannya terus menipis.
Kondisi serupa dialami sejumlah rumah sakit di Jawa Tengah. Berdasarkan data di beberapa rumah sakit di Tegal, Brebes, dan Slawi, hingga pekan ini tercatat 350 kasus demam berdarah. Sebanyak 37 orang di antaranya meninggal dunia. Dari ketiga daerah endemis demam berdarah ini, Kota Tegal paling memprihatinkan dengan jumlah penderita 200 orang, 17 di antaranya meninggal. Kondisi yang nyaris sama terjadi di Brebes dengan korban meninggal mencapai 14 orang.
Ironisnya, meski kondisnya sudah masuk kategori luar biasa pemerintah daerah setempat hingga kini belum memberikan bantuan kepada korban. Apalagi, semua pasien harus membayar penuh sebelum mendapat pelayanan. Menanggapi kondisi ini, Wali Kota Tegal Adi Winarso menyatakan, pihaknya memang belum menganggarkan bantuan untuk korban demam berdarah karena masih dalam pembahasan dengan DPRD setempat.
Kondisi serupa juga terjadi di Indramayu, Jawa Barat. Berdasarkan data di Dinas Kesehatan setempat, sejak Januari telah 220 orang dirujuk ke rumah sakit, delapan di antaranya meninggal. Hingga hari ini masih 20 pasien dirawat di rumah sakit. Seorang di antaranya termasuk kategori demam berdarah dengue shock syndrome yang membutuhkan perawatan khusus.
Di Jawa Timur, jumlah korban demam berdarah juga terus bertambah. Di Probolinggo, jumlah penderita sudah mencapai 174 orang, enam di antaranya meninggal. Hingga kini masih ada sebelas pasien yang dirawat di dua rumah sakit di sana. Sejauh ini biaya perawatan juga masih ditanggung pihak keluarga korban. Umumnya, mereka yang sebagian besar buruh tani ini memperoleh uang dari hasil meminjam.
Meluasnya wabah demam berdarah ini juga terjadi di daerah Mojokerto. Berdasarkan data Rumah Sakit Islam Sakinah, Mojokerto, sampai akhir Februari, sudah menangani 16 kasus demam berdarah. Sementara dari 18 kecamatan di sana, 16 di antaranya sudah mendapatkan fogging atau pengasapan. Kebijakan ini dilakukan mengingat baru satu kecamatan yang dinyatakan bebas demam berdarah yakni Kecamatan Terawas.(ORS/Tim Liputan 6 SCTV)
Menurut pihak PMI, pengadaan darah sejauh ini masih dapat tercukupi. Tapi, pengadaannya cukup mahal sehingga pembiayaan pengadaan darah akan ditanggung pemerintah. Berdasarkan data Depkes hingga Rabu kemarin, penderita DBD seluruh Indonesia telah mencapai 13.700 orang lebih dengan korban jiwa sekitar 255 orang.
Sementara itu Depkes juga telah menyepakati dana untuk penanggulangan "Kejadian Luar Biasa" (KLB) demam berdarah sebesar Rp 150 miliar [baca: Depkes Meminta Anggaran Tambahan Penanggulangan DB]. Menurut Menteri Kesehatan Achmad Sujudi, dana tersebut digunakan buat sejumlah kejadian darurat, termasuk penanggulangan demam berdarah. Namun, Menko Kesra menjelaskan, dana yang sudah siap baru Rp 50 miliar. Dana ini akan digunakan untuk pembiayaan perawatan demam berdarah di seluruh Indonesia. Dana tersebut juga sudah bisa langsung dicairkan, terutama bagi rumah sakit yang sangat membutuhkan dana tambahan.
Di sisi lain, korban meninggal akibat demam berdarah di Jakarta terus bertambah. Di Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih, Cawang, Jakarta Timur, seorang bocah berumur enam tahun bernama Norma meninggal dunia. Ironisnya, warga Petamburan, Jakarta Pusat ini baru masuk rumah sakit pagi tadi. Kematian Norma menambah daftar panjang korban jiwa deman berdarah yang hingga saat ini tercatat mencapai 51 jiwa dan sebagian besar anak-anak [baca: Demam Berdarah Telah Menewaskan 245 Orang].
Sementara bertambahnya pasien baru demam berdarah hingga siang ini juga membuat tim medis RSUD Budhi Asih tampak sibuk. pihak rumah sakit sejauh ini terpaksa menempatkan sejumlah pasien di koridor sebagai tempat perawatan. Selain itu, pihak rumah sakit mulai juga mengeluhkan kekurangan cairan seperti ringer-laktat yang persediaannya terus menipis.
Kondisi serupa dialami sejumlah rumah sakit di Jawa Tengah. Berdasarkan data di beberapa rumah sakit di Tegal, Brebes, dan Slawi, hingga pekan ini tercatat 350 kasus demam berdarah. Sebanyak 37 orang di antaranya meninggal dunia. Dari ketiga daerah endemis demam berdarah ini, Kota Tegal paling memprihatinkan dengan jumlah penderita 200 orang, 17 di antaranya meninggal. Kondisi yang nyaris sama terjadi di Brebes dengan korban meninggal mencapai 14 orang.
Ironisnya, meski kondisnya sudah masuk kategori luar biasa pemerintah daerah setempat hingga kini belum memberikan bantuan kepada korban. Apalagi, semua pasien harus membayar penuh sebelum mendapat pelayanan. Menanggapi kondisi ini, Wali Kota Tegal Adi Winarso menyatakan, pihaknya memang belum menganggarkan bantuan untuk korban demam berdarah karena masih dalam pembahasan dengan DPRD setempat.
Kondisi serupa juga terjadi di Indramayu, Jawa Barat. Berdasarkan data di Dinas Kesehatan setempat, sejak Januari telah 220 orang dirujuk ke rumah sakit, delapan di antaranya meninggal. Hingga hari ini masih 20 pasien dirawat di rumah sakit. Seorang di antaranya termasuk kategori demam berdarah dengue shock syndrome yang membutuhkan perawatan khusus.
Di Jawa Timur, jumlah korban demam berdarah juga terus bertambah. Di Probolinggo, jumlah penderita sudah mencapai 174 orang, enam di antaranya meninggal. Hingga kini masih ada sebelas pasien yang dirawat di dua rumah sakit di sana. Sejauh ini biaya perawatan juga masih ditanggung pihak keluarga korban. Umumnya, mereka yang sebagian besar buruh tani ini memperoleh uang dari hasil meminjam.
Meluasnya wabah demam berdarah ini juga terjadi di daerah Mojokerto. Berdasarkan data Rumah Sakit Islam Sakinah, Mojokerto, sampai akhir Februari, sudah menangani 16 kasus demam berdarah. Sementara dari 18 kecamatan di sana, 16 di antaranya sudah mendapatkan fogging atau pengasapan. Kebijakan ini dilakukan mengingat baru satu kecamatan yang dinyatakan bebas demam berdarah yakni Kecamatan Terawas.(ORS/Tim Liputan 6 SCTV)
Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5523300/original/073953200_1772800710-IMG_0778.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8228972/original/000657200_1781089339-cek_fakta_-_bantuan_traktor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2141080/original/044539900_1525361942-spbu_pertamina_palembang.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9324106/original/075794500_1786690114-cek_fakta_-_alat_pertanian_tanam_padi_hingga_traktor.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/410166/original/26010204bDonorDarah.jpg)