Kontak Tembak di Bireun, Tiga GAM Tewas

Tiga anggota GAM tewas dalam baku tembak dengan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat Yonif 502 Kompi Cobra di Kecamatan Gandapura, NAD. Sebanyak 28 tank Scorpion di Aceh diganti dengan 14 unit angkutan personel ringan.

Diterbitkan 20 Januari 2004, 08:26 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Bireun: Palang Merah Indonesia Cabang Gandapura mengevakuasi tiga jenazah anggota Gerakan Aceh Merdeka yang tewas dalam sebuah penyergapan di Desa Dama Kawan, Kecamatan Gandapura, Bireun, Nanggroe Aceh Darussalam, baru-baru ini. Ketiga anggota GAM tewas setelah terlibat baku tembak dengan Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) Batalyon Infanteri 502 Kompi Cobra. Setelah diidentifikasi, jenazah kemudian diambil keluarga masing-masing.

Kontak senjata terjadi setelah warga Kecamatan Gandapura melaporkan keberadaan anggota GAM yang bersembunyi di wilayah ini. Lantas, pasukan PPRC Yonif 502 Kompi Cobra menyisir kawasan Kecamatan Gandapura dan berakhir dengan pertempuran dengan sekelompok anggota GAM. Seorang warga Desa Tanjung yang mengaku anggota GAM juga menyerahkan diri. Dari rumah personel GAM itu disita sepucuk pistol, puluhan amunisi, dan faktur pajak Nanggroe ala GAM, serta sejumlah dokumen.

Empat hari silam, Pasukan Komando Operasional TNI juga menembak enam warga yang diduga sebagai anggota GAM di Kecamatan Gandapura [baca: Enam Orang Tewas dalam Penyergapan TNI]. Mereka ditembak di Desa Raya Krueng dalam sebuah penyergapan. Setelah kejadian, keenam jenazah langsung dievakuasi ke Puskesmas Gandapura. Tiga di antaranya ternyata tak memiliki identitas.

Penembakan terjadi dalam sebuah penyergapan. Saat itu 23 personel TNI menyisir Desa Raya Krueng. Sebab, berdasarkan informasi dari masyarakat, ada beberapa orang yang tinggal di sebuah gubuk di desa itu. Mereka diduga sebagai anggota GAM. Kecurigaan warga terbukti. Enam jenazah tersebut teridentifikasi anggota kelompok separatis GAM.

Saat ini, sarana tempur buat pasukan TNI di Bumi Serambi Mekah pun semakin dilengkapi. Buktinya, TNI telah memberangkatkan 14 unit angkutan personel ringan ke NAD, untuk berbagai operasi penumpasan GAM. Belasan kendaraan itu akan menggantikan 28 unit tank Scorpion yang selama ini telah bertugas di Aceh. Jumlah tersebut akan ditambah menjadi 40 unit pada akhir bulan ini.

Kendaraan tempur terbaru buatan Pindad dan Markas Besar TNI tersebut mampu memuat 13 personel yang terdiri dari regu tembak, tenaga komunikasi, dan pengemudi. Keunggulan kendaraan ini di antaranya adalah mampu menanjak hingga kemiringan tertentu yang sejauh ini tidak dimiliki tank Scorpion.(KEN/Muhamad Nasier, Christiyanto, dan Doni Indradi)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6