TNI Menambah Pasukan di Aceh

Kekuatan TNI di Nanggroe Aceh terus bertambah. Terakhir, sebanyak 875 tentara dari Kostrad dan Kopassus mendarat di Pelabuhan Krueng Geukeuh, Aceh Utara.

Diterbitkan 16 Juni 2003, 05:27 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Arun: TNI menambah kekuatan di Nanggroe Aceh Darusalam dengan mendatangkan 875 serdadu masing-masing 434 personel dari Batalyon Infanteri 509 Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat dan 441 personel Para Komando Grup II Kopassus. Pasukan yang tiba di Pelabuhan Krueng Geukueh, Aceh Utara, Ahad (15/6) ini selanjutnya akan diangkut ke Pelabuhan Malahayati, Banda Aceh. Pasukan yang selanjutnya akan memperkuat kekuatan lain di Aceh Besar ini disambut langsung Panglima Komando Operasi Aceh Brigadir Jenderal TNI Bambang Dharmono.

Sementara itu, dari Kabupaten Bireun dilaporkan, jumlah pengungsi di Kecamatan Juli mencapai 16 ribu orang. Mereka ditampung di Stadion Cot Gapuh. Stadion berkapasitas 10 ribu orang ini tentu saja tak mampu menampung pengungsi yang terus bertambah. Untuk itu pemerintah daerah setempat kemudian membuat penampungan tambahan sekitar 100 meter dari stadion [baca: Warga Bireun Terus Mengungsi].

Banyaknya pengungsi juga menyebabkan pasokan air dan makanan terbatas serta sanitasi terganggu. Akibatnya banyak pengungsi terutama para lanjut usia dan anak-anak mulai menderita gangguan pernapasan, demam, dan diare.

Masih di Bireun, kemarin, Pasukan Pemukul IV Batalyon 5 Marinir terus menyisir sejumlah lokasi. Dalam penyisiran tersebut tentara menemukan sebuah tempat tidak berpenghuni yang diduga menjadi tempat pertemuan anggota GAM. Di tempat itu pula polisi menemukan sumber listrik bertenaga matahari. Alat itu diduga sebagai sumber listrik untuk alat komunikasi GAM. TNI juga menemukan sebuah pistol dan sejumlah atribut GAM. Tak jauh dari tempat itu tentara kemudian memusnahkan ladang ganja yang siap panen.(YYT/Tim Liputan 6 SCTV)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6