Arak-arakan Pengantin Tebu di Cirebon Meriah

Sepasang tebu diberi pakaian pengantin dan diarak dari Kebun Sindang Huludayeuh menuju Pabrik Gula Sindang Laut, Cirebon. Tradisi ini sekaligus menandai awal musim panen tebu dan musim giling.

Diterbitkan 20 Mei 2003, 14:11 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Cirebon: Ada pemandangan unik di awal musim panen tebu di Sindang Laut Cirebon, Jawa Barat, baru-baru ini. Sejumlah warga di kawasan itu memanjatkan doa, berharap hasil panen tebu tahun ini bisa melimpah. Mereka juga berharap musim giling bisa berjalan lancar. Selain memanjatkan doa, mereka juga menggelar ritual khusus, yang sudah menjadi tradisi sejak 1896. Tradisi ini adalah mengarak tebu indung yang sudah diberi pakaian pengantin dari Kebun Sindang Huludayeuh menuju Pabrik Gula Sindang Laut.

Untuk menyemarakkan upacara, berbagai bentuk kesenian, seperti sisingaan, buraq, dan barongsai juga turut mengiringi pengantin tersebut. Sebelum memasuki areal pabrik, terlebih dahulu dilakukan upacara penyambutan dan acara sawer. Kemudian dilanjutkan dengan serah terima tebu pengantin dari petani tebu ke pengelola pabrik gula. Acara ini diiringi kidung tentang doa dan harapan agar musim giling berjalan dengan baik dan lancar. Kemudian tebu pengantin dibawa ke dalam pabrik dan dimasukkan ke dalam mesing penggiling. Acara ini sekaligus menandai dimulainya musim panen tebu dan musim giling di Pabrik Gula Sindang Laut Cirebon.(ULF/Ridwan Pamungkas)

Baca berita terkini dan terpercaya di Berita Liputan6