Liputan6.com, Baghdad: Pasukan AS dan koalisinya kembali mengebom Kota Baghdad, Ahad, menjelang Subuh atau sekitar pukul 04.30 waktu setempat atau pukul 09.30 WIB. Rudal-rudal tentara koalisi dilaporkan menghantam sejumlah kawasan di pinggiran Kota Baghdad. Serangan berlangsung sekitar lima menit dan kemudian berhenti menjelang kumandang adzan Subuh. Pejabat berwenang Irak belum dapat mengkalkulasi jumlah korban jiwa dalam serangan tersebut.
Sabtu kemarin, untuk pertama kali terjadi tentara koalisi menyerang Baghdad sore hari. Sedikitnya lima ledakan mengguncang jantung Ibu Kota Seribu Satu Malam ini. Sasaran utama serangan ini adalah markas intelijen dan istana Presiden Saddam Hussein. Serangan ini sangat tiba-tiba hingga sirene tanda serangan udara tidak sempat berbunyi memperingatkan warga.
Di tengah berkecamuk perang, 13 tentara AS dilaporkan luka-luka terkena ledakan dua granat yang dilemparkan temannya sendiri, hari ini. Personel tentara AS yang melemparkan granat kini ditahan dan identitasnya masih dirahasiakan.
Juru Bicara Militer AS di Kuwait mengatakan, dua granat dilemparkan ke dalam perkemahan di Kamp Pennsylvania di Pangkalan Divisi Airborne ke-101. Dari 13 serdadu yang cedera, sebelas orang dilarikan ke rumah sakit lapangan. Sedangkan dua lainnya dirawat tim medis di lokasi.
Kabar mutakhir, pasukan darat tentara koalisi sudah berada di lokasi sekitar 230 kilometer sebelah selatan Baghdad. Mereka nyaris memasuki Kota Najaf di dekat Sungai Efrat, namun dihadang pasukan Irak. Dalam pertemumpuran di sana seorang tokoh senior Partai Ba`ath Naef Shindaf Thammer, tewas.
Kota Najaf, berjarak 160 kilometer sebelah selatan Baghdad. Pertempuran koalisi dengan pasukan Irak terjadi di lokasi 70 kilometer sebelah tenggara Najaf. Sementara itu laporan tewasnya tokoh senior Partai Ba`ath dibenarkan oleh koresponden kantor berita Reuters serta televisi nasional Irak, Ahad dinihari.
Upaya tentara koalisi menuju Baghdad tidak semulus yang direncanakan. Laju konvoi kendaraan koalisi terus dihalangi oleh kebakaran-kebakaran sumur minyak di antaranya di Rumeila, dekat Kota Basra. Daerah ini adalah ladang minyak paling produktif di Irak dengan produksi rata-rata 1,3 juta barel per hari.
Serdadu AS mengklaim, pasukan darat koalisi saat ini telah melewati semenanjung Al-Faw, Kota Umm Qasr, Safwan, Basra, dan Kota Nasiriyah di tepi Sungai Efrat. Sebagian prajuritnya saat ini berpatroli di kota-kota tersebut. Tentara AS juga mengklaim ribuan warga kota tersebut telah menjadi tawanan perang dan dijaga tentara koalisi.(YYT/Nlg)
Sabtu kemarin, untuk pertama kali terjadi tentara koalisi menyerang Baghdad sore hari. Sedikitnya lima ledakan mengguncang jantung Ibu Kota Seribu Satu Malam ini. Sasaran utama serangan ini adalah markas intelijen dan istana Presiden Saddam Hussein. Serangan ini sangat tiba-tiba hingga sirene tanda serangan udara tidak sempat berbunyi memperingatkan warga.
Di tengah berkecamuk perang, 13 tentara AS dilaporkan luka-luka terkena ledakan dua granat yang dilemparkan temannya sendiri, hari ini. Personel tentara AS yang melemparkan granat kini ditahan dan identitasnya masih dirahasiakan.
Juru Bicara Militer AS di Kuwait mengatakan, dua granat dilemparkan ke dalam perkemahan di Kamp Pennsylvania di Pangkalan Divisi Airborne ke-101. Dari 13 serdadu yang cedera, sebelas orang dilarikan ke rumah sakit lapangan. Sedangkan dua lainnya dirawat tim medis di lokasi.
Kabar mutakhir, pasukan darat tentara koalisi sudah berada di lokasi sekitar 230 kilometer sebelah selatan Baghdad. Mereka nyaris memasuki Kota Najaf di dekat Sungai Efrat, namun dihadang pasukan Irak. Dalam pertemumpuran di sana seorang tokoh senior Partai Ba`ath Naef Shindaf Thammer, tewas.
Kota Najaf, berjarak 160 kilometer sebelah selatan Baghdad. Pertempuran koalisi dengan pasukan Irak terjadi di lokasi 70 kilometer sebelah tenggara Najaf. Sementara itu laporan tewasnya tokoh senior Partai Ba`ath dibenarkan oleh koresponden kantor berita Reuters serta televisi nasional Irak, Ahad dinihari.
Upaya tentara koalisi menuju Baghdad tidak semulus yang direncanakan. Laju konvoi kendaraan koalisi terus dihalangi oleh kebakaran-kebakaran sumur minyak di antaranya di Rumeila, dekat Kota Basra. Daerah ini adalah ladang minyak paling produktif di Irak dengan produksi rata-rata 1,3 juta barel per hari.
Serdadu AS mengklaim, pasukan darat koalisi saat ini telah melewati semenanjung Al-Faw, Kota Umm Qasr, Safwan, Basra, dan Kota Nasiriyah di tepi Sungai Efrat. Sebagian prajuritnya saat ini berpatroli di kota-kota tersebut. Tentara AS juga mengklaim ribuan warga kota tersebut telah menjadi tawanan perang dan dijaga tentara koalisi.(YYT/Nlg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5371798/original/091008600_1759721976-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran__84_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4147880/original/044633900_1662436165-WhatsApp_Image_2022-09-06_at_10.36.26_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9329639/original/025640700_1787286446-purbaya.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9340558/original/047338600_1788510282-cek_fakta_-_BNI.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/389528/original/230303bLnBaghdad.jpg)