Gedung Putih Berjanji Menyelidiki Pelecehan di Guantanamo

Pemerintah AS berjanji pula mengambil tindakan tegas terhadap para pelaku bila terbukti bersalah. Sementara unjuk rasa anti-AS semakin luas di sejumlah negara Islam, bahkan telah memakan korban jiwa.

Diterbitkan 14 Mei 2005, 13:37 WIB
Share
Copy Link
Batalkan
Liputan6.com, Washington DC: Penghinaan terhadap Alquran yang dilakukan serdadu Amerika Serikat di Penjara Guantanamo, Kuba, beberapa waktu silam, kian menuai kecaman. Lantaran itulah, pihak Gedung Putih berjanji akan menyelidiki perbuatan sejumlah tentara AS yang meletakkan Alquran di kloset di pusat tahanan AS di Teluk Guantanamo tersebut. Janji ini disampaikan Menteri Luar Negeri AS Condoleezza Rice di Washington DC, AS, baru-baru ini.

Pernyataan itu dikemukakan Rice saat menggelar pertemuan dengan anggota Kongres. Dalam kesempatan ini, Rice juga mengatakan, tindakan tegas bakal diambil bila para pelaku terbukti melakukan perbuatan tak terpuji tersebut.

Bila terbukti, perbuatan tentara AS itu memang bisa dianggap merendahkan martabat kaum muslim. Tengok saja demonstrasi anti-AS yang terus meluas di sejumlah negara yang mayoritas penduduknya memeluk agama Islam.

Di Afghanistan, misalnya. Belum lama ini, aksi menentang perbuatan prajurit AS yang digelar di Kota Kabul, berakhir dengan bentrokan. Paling tidak tiga orang dilaporkan tewas. Insiden ini hanya berselang sehari setelah demonstrasi serupa di Kota Jalalabad, yang menelan empat korban jiwa serta 71 orang luka-luka [baca: Demonstrasi Anti-AS Rusuh].

Kemarin, unjuk rasa serupa berlangsung di Pakistan. Berbeda dengan di Afghanistan, demonstrasi di Kota Islamabad itu hanya diikuti sedikit orang. Mereka menuntut pemerintahan George Walker Bush untuk menghukum para pelaku pelecehan kitab suci umat Islam itu. Demonstran juga mendesak pemerintah Gedung Putih meminta maaf kepada seluruh kaum muslim atas insiden tersebut.

Demonstrasi juga merebak di Kota Gaza, Jalur Gaza, Palestina. Sekitar 4.000 orang turun ke jalan menentang pelecehan terhadap Alquran yang terjadi di Penjara Guantanamo. Unjuk rasa yang diprakarsai kelompok Hamas ini diwarnai pembakaran bendera AS dan israel. Mereka juga menuntut Uncle Sam untuk meminta maaf kepada umat Islam atas insiden yang memalukan itu.(ANS/Ijx)