Liputan6.com, Jakarta Bagi banyak muslim, sholat sunnah sering menjadi ladang pahala tambahan sekaligus cara mendekatkan diri pada Allah di luar kewajiban sholat lima waktu. Namun, di antara gerakan dan bacaan yang dilakukan, muncul pertanyaan yang kerap terlontar: apakah doa iftitah juga disyariatkan dalam sholat sunnah sebagaimana dalam sholat fardhu? Pertanyaan ini menjadi menarik karena menyangkut ketepatan tata cara ibadah.
Doa iftitah merupakan bacaan pembuka yang biasa dilafalkan setelah takbiratul ihram. Sebagian orang memilih membacanya secara konsisten dalam setiap sholat, baik wajib maupun sunnah, sementara yang lain kadang-kadang melewatkannya. Perbedaan ini pun memicu diskusi di kalangan umat, terutama saat mendalami fikih ibadah dan tuntunan Rasulullah SAW. Maka dari itu, penting untuk mengetahui pendapat para ulama dari berbagai mazhab dalam menanggapi hal ini.
Melalui artikel ini, pembaca akan diajak memahami lebih dalam apakah doa iftitah dibaca saat sholat sunnah, disertai penjelasan dari dalil-dalil yang mendasarinya dan beragam pandangan dari para ulama terkemuka. Uraian ini diharapkan mampu memberikan pemahaman yang utuh dan ringan, sehingga ibadah bisa dijalankan dengan lebih yakin dan tenang.
Advertisement
Pengertian Doa Iftitah dalam Sholat
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4213817/original/036215300_1667476717-bacaan-sholat-dari-awal-sampai-akhir-lengkap-dengan-niatnya.jpg)
Doa iftitah secara etimologi berasal dari kata "iftitah" yang berarti pembukaan atau permulaan. Dalam konteks sholat, doa iftitah adalah doa yang dibaca untuk membuka atau memulai sholat setelah takbiratul ihram. Doa ini berisi pujian kepada Allah SWT dan pengakuan atas kebesaran-Nya, yang berfungsi sebagai pembuka sholat agar ibadah menjadi lebih khusyuk dan penuh ketundukan.
Sebagaimana dijelaskan dalam kitab Fikih Ibadah karya Syaikh Hasan Ayub, membaca doa iftitah merupakan salah satu kesunahan sholat yang sangat dianjurkan. Doa ini dibaca dengan suara pelan sesudah takbiratul ihram, dan lafazhnya telah ditetapkan berdasarkan hadits-hadits shahih dari Rasulullah ﷺ.
Advertisement
Dalil-Dalil Tentang Doa Iftitah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5155676/original/016684300_1741426528-ae5557642cc25be2efdb2787e3290c25.jpg)
Dalil dari Hadits Shahih
Landasan utama disyariatkannya doa iftitah adalah hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu:
"Rasulullah ﷺ ketika takbir dalam sholat, beliau diam sejenak sebelum membaca ayat Al-Quran. Kemudian aku bertanya, wahai Rasulullah, kutebus engkau dengan nama ayah dan ibuku, aku melihatmu berdiam antara takbir dan bacaan ayat Al-Quran. Apa yang engkau baca? Beliau menjawab:... (beliau membacakan doa istiftah/iftitah)" (Muttafaq 'alaih)
Hadits ini menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ memiliki kebiasaan membaca doa iftitah dalam sholat, yang kemudian menjadi sunnah bagi umatnya.
Hadits Tentang Kesempurnaan Sholat
Dalam hadits dari Rifa'ah bin Rafi, Nabi ﷺ bersabda:
إِنَّهُ لَا تَتِمُّ صَلاةٌ لِأَحَدٍ مِنَ النَّاسِ حَتَّى يُكَبِرَ وَيَحْمَدَ اللَّهَ جَلَّ وَعَزَّ وَيُثْنِيَ عَلَيْهِ وَيَقْرَأَ بِمَا تَيَسَّرَ مِنَ القُرْآنِ
"Sesungguhnya tidaklah sholat seseorang menjadi sempurna sampai ia bertakbir (Allahu Akbar), dan dia bertahmid memuji Allah SWT dan memuliakan-Nya, kemudian membaca Al-Quran yang mudah baginya" (HR Abu Dawud & Hakim)
Hadits ini menjadi sandaran para ulama dalam menganjurkan memuji Allah seperti membaca doa iftitah, sebab hadits tersebut memerintah untuk bertahmid dan memuliakan-Nya pada antara takbiratul ihram dengan membaca Al-Quran.
Hukum Membaca Doa Iftitah dalam Sholat Sunnah
Pendapat Mayoritas Ulama
Mayoritas ulama dari berbagai madzhab seperti Hanafi, Syafi'i, dan Hanbali berpendapat bahwa membaca doa iftitah dalam sholat hukumnya sunnah, baik dalam sholat fardhu maupun sholat sunnah. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin dalam bukunya Tuntunan Tanya Jawab, bahwa doa iftitah hukumnya sunnah, baik dalam sholat fardhu maupun sholat sunnah.
Imam Nawawi dalam Kitab Induk Doa dan Dzikir juga menyatakan pendapat yang sama, bahwa bacaan tawajuh (doa iftitah) disunnahkan dalam sholat wajib juga sholat sunnah. Beliau menambahkan bahwa doa iftitah disunnahkan untuk dibaca oleh setiap orang yang sholat, baik imam, makmum, munfarid, wanita, anak-anak, musafir, orang yang sholat wajib, orang yang sholat sunnah, dan lain sebagainya.
Konsekuensi Hukum Sunnah
Sebagaimana dijelaskan dalam kitab Fikih Ibadah, konsekuensi hukum sunnah adalah:
- Orang yang melakukannya diberikan pahala
- Yang meninggalkannya tidak disiksa akan tetapi ia tidak mendapatkan pahala
- Sholat tetap sah meskipun tidak membaca doa iftitah
Pendapat Madzhab Maliki
Berbeda dengan pandangan mayoritas, madzhab Maliki menilai bahwa membaca doa iftitah justru makruh. Pandangan ini berdasar pada riwayat dari sahabat Anas bin Malik yang menyatakan bahwa dirinya pernah sholat di belakang Rasulullah ﷺ, Abu Bakar, Umar, dan Utsman, dan mereka semua memulai sholatnya langsung dengan membaca "Alhamdulillahi Rabbil 'alamin."
Imam Malik berpendapat bahwa orang yang sholat tidak perlu membaca doa iftitah, tetapi langsung melakukan takbiratul ihram kemudian membaca Alhamdu lillahi rabbil 'alamin dan seterusnya.
Advertisement
Macam-Macam Doa Iftitah yang Shahih
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4990636/original/085541800_1730716640-tata-cara-sholat-dhuha.jpg)
Berdasarkan hadits-hadits shahih, terdapat beberapa redaksi doa iftitah yang dapat dibaca dalam sholat sunnah:
1. Doa Iftitah dari Hadits Abu Hurairah
اللَّهُمَّ بَاعِدْ بَيْنِي وَبَيْنَ خَطَايَايَ كَمَا بَاعَدْتَ بَيْنَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ اللَّهُمَّ نَقِّنِي مِنْ خَطَايَايَ كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الأَبْيَضُ مِنَ الدَّنَسِ اللَّهُمَّ اغْسِلْنِي مِنْ خَطَايَايَ بِالتَّلْجِ وَالْمَاءِ وَالْبَرَدِ
Allahumma baa'id baini wa baina khathaayaaya kamaa baa'adta bainal masyriqi wal maghribi Allahumma naqqinii min khathaayaaya kamaa yunaqqa ats-tsaubul abyadhu minad danasi Allahummaghsilnii min khathaayaaya bits tsalji wal maa'i wal baradi
Artinya: "Ya Allah, jauhkanlah antara diriku dengan kesalahan-kesalahanku (dosa-dosaku) seperti Engkau menjauhkan antara ufuk timur dan ufuk barat. Ya Allah sucikanlah diriku dari segala dosa dan kesalahan seperti kain putih yang disucikan dari noda. Ya Allah sucikanlah diriku dari dosa-dosaku dengan air, salju, dan embun." (HR Bukhari, Muslim, Abu Dawud, an-Nasa'i & Ahmad)
2. Doa Iftitah Singkat
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ وَتَبَارَكَ اسْمُكَ وَتَعَالَى جَدُّكَ وَلاَ إِلَهَ غَيْرُكَ
Subhaanakallahumma wa bi hamdika wa tabaarokasmuka wa ta'aalaa jadduka wa laa ilaha ghoiruk
Artinya: "Maha suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu, Maha berkah Nama-Mu. Maha tinggi kekayaan dan kebesaran-Mu, tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi dengan benar selain Engkau." (HR. Muslim, Abu Daud, Tirmidzi, Ibnu Majah)
3. Doa Iftitah Panjang dari Hadits Ali bin Abi Thalib
وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِى فَطَرَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا مُسْلِمًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لاَ شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا مِنَ الْمُسْلِمِينَ
Wajjahtu wajhiya lilladzi fathara as-samaawaati wal ardha haniifan musliman wa maa anaa minal musyrikiin inna shalaatii wa nusukii wamahyaaya wa mamaatii lillahi rabbil 'aalamiin laa syariika lahu wa bidzalika umirtu wa anaa minal muslimiina
Artinya: "Aku menghadapkan wajahku kepada Zat Yang menciptakan langit dan bumi dalam keadaan lurus [dan berserah diri], dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya sholatku, ibadah-ibadahku, hidupku, dan matiku, kupersembahkan hanya untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya. Demikianlah aku diperintahkan, dan aku termasuk orang yang berserah diri."
Tata Cara dan Adab Membaca Doa Iftitah dalam Sholat Sunnah
Waktu dan Tempat Membaca
Berdasarkan sumber-sumber fiqih yang shahih, berikut adalah tata cara membaca doa iftitah dalam sholat sunnah:
- Doa iftitah hanya dibaca pada rakaat pertama saja
- Dibaca setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca surat Al-Fatihah
- Jika lupa membaca doa iftitah di rakaat pertama, boleh membacanya di rakaat berikutnya
- Bagi makmum masbuk yang datang terlambat dan tertinggal bacaan Al-Fatihah oleh imam, diperbolehkan untuk tidak membacanya
Adab dalam Membaca Doa Iftitah
- Dibaca dengan suara pelan dan tidak boleh mengganggu kekhusyukan ibadah orang lain
- Jika khawatir akan tertinggal bacaan surat Al-Fatihah bersama imam, disunnahkan untuk membaca doa iftitah versi pendek
- Makruh untuk dibaca keras
- Sunnah untuk menggabungkannya dengan bacaan takbiratul ihram
- Boleh digabungkan dengan beberapa versi doa iftitah, selama memenuhi syarat tertentu
Advertisement
Aplikasi Doa Iftitah dalam Berbagai Jenis Sholat Sunnah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4992858/original/011986900_1730875016-shalat1.jpg)
Sholat Sunnah Rawatib
Dalam sholat sunnah rawatib (sunnah qabliyah dan ba'diyah), doa iftitah disunnahkan untuk dibaca pada setiap memulai sholat. Sebagaimana dijelaskan dalam Risalah Tuntunan Sholat Lengkap, doa iftitah termasuk dalam sunah hai'at yang dianjurkan dalam setiap sholat.
Sholat Sunnah Mutlak
Untuk sholat sunnah mutlak seperti sholat dhuha, tahajjud, dan lainnya, doa iftitah juga disunnahkan untuk dibaca. Dalam Tuntunan Sholat Menurut Al-Quran dan As-Sunnah, disebutkan bahwa doa iftitah disunnahkan untuk merendahkan suara apabila dilaksanakan pada siang hari dan disunnahkan mengeraskan suara jika sholat sunnah itu dilaksanakan pada waktu malam hari, kecuali jika takut mengganggu orang lain.
Sholat Eid (Hari Raya)
Dalam sholat Eid, doa iftitah juga dibaca setelah takbiratul ihram. Sebagaimana dijelaskan dalam Risalah Tuntunan Sholat Lengkap, pada rakaat pertama sholat Eid: "Sesudah niat mula-mula membaca takbiratul ihram kemudian membaca doa iftitah, selanjutnya takbir 7 kali..."
Sholat Sunnah Tasbih
Dalam sholat sunnah tasbih, doa iftitah juga dibaca setelah takbiratul ihram. Sebagaimana dijelaskan dalam tata caranya: "Selesai membaca doa iftitah membaca surah Al-Fatihah, lalu membaca surah mana saja yang dihafal."
Syarat-Syarat Sunnahnya Doa Iftitah
Berdasarkan kajian para ulama, terdapat beberapa syarat agar membaca doa iftitah mendapat pahala sunnah:
1. Sholat yang Dikerjakan Selain Sholat Jenazah
Doa iftitah disunnahkan dalam semua jenis sholat kecuali sholat jenazah. Hal ini karena sholat jenazah memiliki karakteristik khusus yang berbeda dengan sholat-solat lainnya.
2. Waktunya Cukup untuk Mengerjakan Sholat
Jika waktu sholat sudah sangat sempit, maka lebih baik langsung membaca Al-Fatihah daripada membaca doa iftitah yang panjang.
3. Ketika Menjadi Makmum Tidak Khawatir Ketinggalan
Bagi makmum yang khawatir akan ketinggalan bacaan imam, diperbolehkan untuk tidak membaca doa iftitah atau membaca yang versi singkat.
4. Kondisi yang Memungkinkan
Dalam kondisi tertentu seperti dalam perjalanan atau keadaan darurat, fleksibilitas dalam membaca doa iftitah dapat diterapkan sesuai dengan kemudahan yang diberikan syariat.
Advertisement
Keutamaan dan Hikmah Membaca Doa Iftitah
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4990579/original/002548400_1730716350-cara-sholat-dhuha.jpg)
Keutamaan Spiritual
Membaca doa iftitah memiliki beberapa keutamaan spiritual yang penting:
- Meningkatkan kekhusyukan dalam sholat dengan memulai ibadah dengan pujian kepada Allah
- Mendapat pahala sunnah dari Allah SWT
- Mengikuti sunnah Rasulullah ﷺ dalam menjalankan sholat
- Mempersiapkan hati untuk menghadap Allah dengan penuh ketundukan
Hikmah Psikologis
Dari segi psikologis, doa iftitah berfungsi sebagai:
- Transisi mental dari aktivitas duniawi menuju ibadah
- Pemusatan perhatian kepada Allah SWT
- Pembersihan jiwa dari gangguan pikiran lain
- Persiapan batin untuk menjalankan sholat dengan sempurna
Panduan Praktis untuk Berbagai Situasi
Ketika Menjadi Imam
Sebagai imam dalam sholat sunnah berjamaah:
- Pilih doa iftitah yang singkat agar tidak memberatkan makmum
- Baca dengan suara pelan sesuai sunnah
- Perhatikan kondisi makmum yang mungkin beragam kemampuannya
Ketika Menjadi Makmum
Sebagai makmum dalam sholat sunnah:
- Tetap membaca doa iftitah meskipun imam sudah mulai membaca Al-Fatihah
- Pilih versi singkat jika khawatir ketinggalan
- Fokus pada kekhusyukan daripada terburu-buru
Ketika Sholat Sendirian (Munfarid)
Ketika sholat sunnah sendirian:
- Bebas memilih versi doa iftitah yang disukai
- Dapat membaca dengan lebih tenang tanpa terburu-buru
- Menghayati makna setiap kalimat yang dibaca
Advertisement
Doa Iftitah dalam Konteks Sholat Sunnah Khusus
Sholat Tahajjud
Dalam sholat tahajjud, doa iftitah memiliki keistimewaan tersendiri karena dibaca di waktu yang mustajab. Rasulullah ﷺ sering memperpanjang bacaan dalam sholat malam, termasuk doa iftitah.
Sholat Witir
Untuk sholat witir, doa iftitah juga disunnahkan, terutama jika dilakukan secara terpisah dari sholat tahajjud. Dalam beberapa riwayat, Rasulullah ﷺ membaca doa iftitah dalam sholat witir.
Sholat Istikharah
Dalam sholat istikharah, doa iftitah dibaca sebagaimana sholat sunnah lainnya, kemudian dilanjutkan dengan doa istikharah setelah salam.
Mengajarkan Doa Iftitah kepada Keluarga
Untuk Anak-Anak
Dalam mengajarkan doa iftitah kepada anak-anak:
- Mulai dengan versi singkat yang mudah dihafal
- Jelaskan makna dengan bahasa yang mudah dipahami
- Berikan contoh praktik dalam sholat sehari-hari
- Bersabar dalam proses pembelajaran
Untuk Keluarga
Sebagai kepala keluarga:
- Jadilah teladan dalam membaca doa iftitah
- Ajarkan dengan hikmah tanpa memaksa
- Hormati perbedaan pendapat jika ada anggota keluarga yang mengikuti madzhab berbeda
- Fokus pada substansi yaitu kekhusyukan dalam sholat
Advertisement
Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)
1. Apa hukum membaca doa iftitah dalam sholat sunnah?
Menurut mayoritas ulama dari madzhab Hanafi, Syafi'i, dan Hanbali, hukum membaca doa iftitah dalam sholat sunnah adalah sunnah. Artinya, jika dilakukan akan mendapat pahala, namun jika ditinggalkan sholat tetap sah dan tidak berdosa.
2. Apakah sholat sunnah tetap sah jika tidak membaca doa iftitah?
Ya, sholat sunnah tetap sah meskipun seseorang tidak membaca doa iftitah. Doa iftitah termasuk sunnah hai'at, yang tidak membatalkan sholat jika ditinggalkan.
3. Kapan waktu yang tepat untuk membaca doa iftitah?
Doa iftitah dibaca setelah takbiratul ihram dan sebelum membaca surat Al-Fatihah pada rakaat pertama sholat. Disunnahkan membacanya dengan suara pelan.
4. Ada berapa macam redaksi doa iftitah yang shahih?
Terdapat beberapa redaksi doa iftitah yang shahih berdasarkan hadits Nabi ﷺ, di antaranya adalah versi dari hadits Abu Hurairah, versi singkat ("Subhanakallahumma..."), dan versi panjang dari hadits Ali bin Abi Thalib ("Wajjahtu wajhiya...").
5. Apakah makmum masbuk perlu membaca doa iftitah?
Bagi makmum masbuk (yang datang terlambat) dan khawatir akan tertinggal bacaan Al-Fatihah oleh imam, diperbolehkan untuk tidak membaca doa iftitah atau membaca versi yang sangat singkat agar bisa segera mengikuti imam.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9375276/original/040735700_1792137600-cek_fakta_-_ustaz_wijayanto_-bantuan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374518/original/013435400_1792054116-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-10-15T154739.817.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5495483/original/029586100_1770372285-sherly_tjoanda_klaim_giveaway.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374732/original/043919300_1792061733-Screenshot_2026-10-15_173215.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4990653/original/076197600_1730716732-tata-cara-sholat-sunnah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5447736/original/015145700_1765962219-Vertical_500x656_-_SIXtainability.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9374953/original/008947000_1792115215-1.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5312560/original/060717400_1754968440-WhatsApp_Image_2025-08-12_at_09.48.53_5f3125cb.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9373598/original/035832400_1791969676-Mesin_Pencacah_Sampah_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9372965/original/088403400_1791939609-WhatsApp_Image_2026-10-13_at_2.07.21_PM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9355267/original/005978200_1790095519-Menagg.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9371001/original/004173100_1791721798-WhatsApp_Image_2026-10-11_at_6.54.17_AM.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5582945/original/056926200_1778132999-1.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4192232/original/046280400_1665758549-IMG_20221014_193652.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4953473/original/059895800_1727324477-Screenshot__199_.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/3439060/original/027890100_1619331962-WhatsApp_Image_2021-04-25_at_08.18.15.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5501317/original/009183900_1770893383-Foto_Ilustrasi__1_.jpg)