Liputan6.com, Jakarta Menteri Keuangan Sri Mulyani kembali tampil ayu dalam kebaya rancangan desainer Indonesia Didiet Maulana. Kali ini ia merikues warna kebaya yang melambangkan kesucian tersebut.
"Ibu memang mau pakai warna putih," ujar sang desainer saat dihubungi Liputan6.com, Jumat (17/8/2018).
Kebaya putih dari Svarna by Ikat Indonesia dengan model kerah kartini tersebut dipadukan dengan Batik Lasem yang memiliki makna sakral dan mendalam. Terlebih, batik tulis tersebut dikerjakan oleh para seniman batik di Lasem, Jawa Tengah.
Advertisement
Â
ÂÂÂView this post on InstagramSiMbok pewarna kain Lasem Menyiapkan perlengkapan sebelum mulai mewarnai kain Sebuah proses indah menuju terjadinya batik Lasem penuh romansa
"Kain Lasem membawa pesan kedamaian dalam keberagaman. Motif kainnya menyerap banyak akulturasi budaya," tambahnya.
Â
* Update Terkini Asian Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Pesta Olahraga Terbesar Asia di Sini.
Makna Kain Lasem
Corak kain Lasem terdiri dari warna sogan (cokelat) melambangkan kesuburan dan kerendahan hati. Warna latar putih melambangkan kesucian hati.
Sementara itu biru melambangkan langit atau cita-cita mulia, dan hijau melambangkan hubungan manusia dengan penciptanya.
"Kain batiknya kami buat selama tiga minggu," imbuhnya lagi.
ÂÂÂView this post on InstagramSketsa Kebaya Putih Kemerdekaan Ibu @smindrawati Lasem menjadi konsep rancangan dan tampilan Ibu @smindrawati kali ini. Kebaya Ibu yang menampilkan bentuk klasik kecantikan kebaya sesuai pelajaran dan hasil riset saya dari tahun 2012 mendalami kebaya. Belajar membuat kebaya di Solo dan dari memecah pola kebaya kebaya klasik milik nenek, membuat saya senang untuk melakukan modifikasi kebaya sesuai dengan pakem yang saya tahu. Lasem kali ini dipilih sebagai pelengkap tampilan busana dengan latar belakang kekayaan motif yang melambangkan kedamaian keberagaman. Salam Cinta Indonesia Didiet Maulana
Â
Advertisement
Selendang Perdamaian
Kebaya putih yang terinspirasi dari model lawas tahun 1920-an yang penuh bordiran, dipasangkan dengan selendang organdi sulam tangan motif Buketan. Motif tersebut terinspirasi dari bunga di batik Lasem dari kain yang juga menandakan perdamaian.
Sri Mulyani terlihat semakin ayu dengan sanggul Jawa Klasik lengkap dengan sasak dan melati. Serta aksesori bros antik Jawa yang tersemat di bahu bagian kanan.
"Mari kita sambut dan rayakan kemerdekaan RI ke-73 dengan hati bahagia, merangkul saudara sebangsa dengan keberagamannya," tutup Didiet.
Â
ÂÂÂView this post on InstagramIbu Sri Mulyani mengenakan Kebaya Putih @svarna_byikatindonesia dengan model kerah Kartini. Terinspirasi dari kebaya lawas tahun 1920an penuh bordiran. Kebaya dipasangkan dengan selendang organdi sulam tangan dengan model Buketan yang terinspirasi dari motif bunga di batik Lasem yang dikenakan. Batik Lasem yang dipakai Ibu Sri Mulyani adalah batik tulis tangan yang dikerjakan oleh para seniman batik di Lasem, Jawa Tengah. Bertema Kain Lasem Tiga Negeri Buketan yang klasik. Kain Lasem membawa pesan kedamaian dalam keberagaman. Motif kainnya menyerap banyak akulturasi budaya. Yang menyatu dalam sebuah harmoni yang indah. Warna merah melambangkan kehangatan dan optimisme, warna Sogan(coklat) melambangkan kesuburan dan kerendahan hati yang selalu menginjak bumi, warna latar putih melambangkan kesucian hati, warna biru melambangkan langit atau cita cita mulia, dan hijau melambangkan hubungan manusia dengan Penciptanya. Dengan aksesoris bros antik Jawa, sanggul Jawa Klasik lengkap dengan sunggar (sasak) dan melati, Ibu siap menjelang harinya. Mari kita sambut dan rayakan kemerdekaan RI ke 73 dengan hati bahagia, merangkul saudara sebangsa dengan keberagamannya.
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9310889/original/017316800_1785380146-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-30T095434.257.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9312077/original/024885800_1785478974-indomaret.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316854/original/006178900_1785992062-Screenshot_2026-08-06_113022.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9316905/original/064384100_1785995980-cek_fakta_luhut.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/1299914/original/005792400_1469612632-sri-mulyani.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528276/original/060137100_1782459682-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-06-26T143742.924.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9309917/original/099505800_1785297828-Cek_Fakta_Tidak_Benar_Ini_Link_Pendaftaran_-_2026-07-29T105932.156.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/9305798/original/030195100_1784803071-sri_mulyani_cek_fakta.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4919749/original/034086800_1723781524-000_36EC7XK.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/4360739/original/034777500_1678955496-Menteri_keuangan_Sri_Mulyani-Herman_Zakharia__3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/6294861/original/017407400_1779169390-Cek_Fakta_-_Sri_Mulyani_Dana_hibah.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5568807/original/024897200_1777374667-IMG_2810.jpeg)