Cerita Susanto, Koki MBG yang Tetap Bekerja Meski Kaki Tak Bisa Ditekuk

Susanto adalah koki MBG difabel yang tetap bekerja meski kaki tak bisa ditekuk sejak 2005. Tetap semangat bantu orang tua dan jalani hidup.

Diterbitkan 05 April 2026, 13:34 WIB
Share
Copy Link
Batalkan

Liputan6.com, Jakarta - Kecelakaan yang dialaminya tak membuat Susanto, 37 tahun, larut dalam kesedihan. Meski kaki kanannya belum bisa ditekuk sejak peristiwa nahas pada 2005, ia tetap memilih melanjutkan hidup dengan penuh semangat. Berkat pengalamannya sebagai koki di sebuah kedai di Karanganyar, Jawa Tengah, Susanto kini bekerja di dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Susanto ditempatkan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pojok, Mojogedang, Karanganyar. Di sana, Susanto dipercaya sebagai streamer nasi, yakni koki yang bertanggung jawab menanak nasi. Dia mengaku bersyukur karena diperlakukan setara oleh seluruh tim di SPPG Pojok.

"Alhamdulillah, dengan kondisi seperti ini saya masih bisa bekerja dan diterima di SPPG Pojok. Lingkungannya sangat ramah, dari atasan hingga rekan kerja semuanya menerima kondisi saya," ujar Susanto pada Sabtu, 4 April 2026.

Susanto mengenang, cedera pada kakinya terjadi saat dirinya dibonceng teman menggunakan sepeda motor. Meski peristiwa itu terjadi lebih dari 20 tahun lalu, dampaknya masih dirasakannya hingga kini. Namun, hal tersebut tidak mematahkan semangatnya untuk terus berusaha.

Pria yang belum berkeluarga ini menjalani hari-harinya dengan disiplin. Sebelum berangkat kerja, Susanto menyempatkan diri memberi makan kambing dan ikan peliharaannya di rumah.

Setelah itu, Susanto bersiap menuju tempat kerja yang jaraknya tidak jauh. Dia mengendarai sepeda motor dengan kaki kanan tetap selonjoran karena tidak bisa ditekuk.

"Penghasilan dari sini untuk membantu keluarga. Walaupun saya belum berkeluarga, saya punya orang tua yang tidak bekerja. Alhamdulillah, bisa sedikit meringankan beban mereka dan memenuhi kebutuhan hidup," katanya.

Dia pun menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden RI Prabowo Subianto atas program MBG. Bagi Susanto, kesempatan bekerja di tengah keterbatasan adalah sebuah berkah besar.

"Terima kasih Bapak Presiden Prabowo. Dengan kondisi difabel seperti saya, masih bisa diterima dan bekerja di program ini. Ini sangat berarti bagi saya," pungkas Susanto.