Liputan6.com, Jakarta Cita-cita menjadi guru seolah terasa lebih nyata setelah Khomairoh mendapat kesempatan untuk menimba ilmu di Sekolah Rakyat.
Khomairoh adalah gadis asal Malang, Jawa Timur yang lahir dari orangtua penyandang disabilitas netra. Ia sendiri, sejak kecil mengalami masalah tulang yang tak diketahui betul nama penyakitnya. Namun, tulang dan tubuhnya kerap dilanda nyeri.
Khomairoh dan kedua orangtuanya tinggal di sebidang rumah kontrakan sederhana di Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Belimbing, Kota Malang, Jawa Timur. Ayahnya, Jumadil Akhir mengais rezeki sebagai tukang pijat netra. Begitu pula sang ibu, Sri Minarsih yang menyandang disabilitas netra dan ikut membuka jasa pijat di rumah untuk menopang perekonomian keluarga.
Advertisement
"Saya bercita-cita menjadi guru, supaya bisa berbagi ilmu dengan banyak orang,” kata Khomairoh mengutip laman Kementerian Sosial (Kemensos), Kamis (18/9/2025).
Cita-cita itu lahir dari keyakinannya bahwa pendidikan menjadi jalan untuk mengubah masa depan. Khomairoh selalu dilanda kecemasan ketika memikirkan masa depannya di tengah keterbatasan ekonomi keluarga.
Tak ayal, ketika dinyatakan lolos sebagai siswa Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 22 Kota Malang, perasaannya lega karena bisa belajar dengan tenang. Hidupnya lebih berwarna, dikelilingi teman, guru, dan wali asrama yang peduli, tanpa lagi khawatir soal biaya.
"Saya lebih senang dan nyaman (di Sekolah Rakyat). Karena saya mempunyai banyak teman, guru, wali asuh yang sangat perhatian sama saya," kata Khomairoh.
Cahaya Penuntun Keluarga
Sedangkan bagi ibu Khomairoh, Sekolah Rakyat adalah jawaban dari doa-doa panjangnya. “Saya ingin anak saya tumbuh mandiri, salatnya lebih disiplin, dan bisa mencapai cita-citanya,” kata Sri Minarsih.
Meski sedari melahirkan ia tak bisa melihat wajah putrinya, Sri merasakan betapa Khomairoh adalah cahaya yang menuntun keluarga.
"Terima kasih kepada Presiden Prabowo atas program Sekolah Rakyatnya. (Program ini) bisa membantu (meringankan) beban keluarga,” tuturnya.
Advertisement
Sekolah Rakyat Gunakan Sistem Asrama
Seperti diketahui, Sekolah Rakyat dirancang dengan sistem asrama. Menurut Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf, hal ini diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan mendukung tumbuh kembang anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Dalam sejumlah kunjungan lapangan, ia kerap menjumpai anak-anak yang tinggal di rumah tidak layak huni atau bahkan diajak bekerja. Termasuk mengemis dan melakukan pekerjaan berat sejak usia dini. Situasi ini dinilai tidak kondusif untuk tumbuh kembang anak dan bukan lingkungan yang nyaman untuk belajar.
Pernyataan ini Saifullah Yusuf sampaikan saat menerima kunjungan Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias dan Wakil Bupati Ogan Komering Ulu Timur Adi Nugraha Purna Yudha di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (7/8/2025).
Ia menegaskan, Sekolah Rakyat hadir untuk mengintervensi secara utuh situasi anak-anak yang sebelumnya tidak tersentuh oleh sistem pendidikan maupun perlindungan sosial.
“Makanya dibuat berasrama untuk menciptakan lingkungan yang sehat,” ujar pria yang akrab disapa Gus Ipul.
Sekolah Rakyat dirancang sebagai satuan pendidikan yang dilengkapi asrama dengan pendekatan terintegrasi. Setiap siswa menerima layanan pemeriksaan kesehatan secara berkala yang mencakup tinggi dan berat badan, kesehatan gigi, mata, jantung, hingga pemeriksaan darah.
Mereka juga mendapatkan konsumsi makanan bergizi sebanyak tiga kali sehari, ditambah dua kali makanan ringan.
Lingkungan Layak, Bersih, dan Aman
Seluruh siswa tinggal di asrama dengan lingkungan yang layak, bersih, dan aman, sambungnya.
Seragam sekolah diberikan lengkap dalam delapan set, meliputi jas almamater, seragam harian, pakaian olahraga, batik, pramuka, laboratorium, hingga piyama. Siswa juga menerima perlengkapan belajar lengkap dan laptop sebagai sarana pendukung pembelajaran digital.
Untuk mendukung pengembangan potensi, Sekolah Rakyat melakukan pemetaan minat dan bakat menggunakan teknologi DNA Talent Mapping berbasis kecerdasan buatan.
Selain itu, siswa juga diuji kompetensi dasarnya dalam bidang literasi, numerasi, dan keterampilan digital. Penguatan kedisiplinan dan kebiasaan hidup sehat menjadi bagian penting dari kehidupan sehari-hari di asrama.
Advertisement
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8968722/original/090452400_1782980277-cek_fakta_-_tenaga_pendamping_masyarakat.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562012/original/067915900_1776772441-Cek_fakta_Anies_baswedan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8810983/original/080616100_1782907341-cek_fakta_-_bibit_ayam_dan_ikan.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2559129/original/026504800_1546249540-vietnam.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5353016/original/058585100_1758165095-Screenshot_2025-09-18_101028.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8256534/original/027399300_1781161052-Vertical_500x656_-_Pentas_Bola_Dunia_2026__3_.png)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776148/original/089087200_1782856721-France_s_Kylian_Mbappe__left__celebrates_with_his_teammate_ousmane_dembele.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8776140/original/038104800_1782846348-063_2284057834.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8711662/original/096717100_1782792792-korsel_3.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8864051/original/078185200_1782929110-063_2284211401.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8933715/original/054098500_1782962062-AP26183008148565.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8929510/original/065051700_1782959692-bos7.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8920532/original/092816500_1782954338-AP26183030266108.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8262489/original/072589900_1781818934-Switzerland_s_Johan_Manzambi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8888290/original/030850900_1782938816-Senegal_s_Habib_Diarra__21__scores_their_first_goal_against_Belgium_goalkeeper_Thibaut_Courtois.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8898171/original/047299800_1782942914-Belgium_s_Romelu_Lukaku_senegal.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8896227/original/086707700_1782942096-Belgium_s_Romelu_Lukaku.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782402/original/009814100_1782885154-belanda.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8782357/original/057831900_1782883984-Cek_fakta-_disabilitas.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5460317/original/093831200_1767244905-akses_pks.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8675019/original/069826800_1782717168-gabriel.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8343931/original/025487100_1782216594-Arief__2_.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8528998/original/044771700_1782460758-mandiri.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5393796/original/064028000_1761614138-Pesantren_Rauhul_Mudi_Al_Aziziyah_Aceh.jpeg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8464541/original/094182000_1782365325-transformasi_digital.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/2853426/original/065706300_1563172222-anggota-polisi.jpg)
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/8261161/original/044462300_1781686945-disabilitas_netra.jpg)